Rekan-rekan yth. Assalamualaikum Wr Wb Mohon maaf, crossposting ke beberapa milis. Terlampir saya kirimkan pengantar dari colloquium ke-9 yang berlangsung sejak hari ini di milis [EMAIL PROTECTED] Colloquium ini adalah rangkaian kegiatan di milis [EMAIL PROTECTED] yang bertujuan untuk mempercepat diseminasi informasi di kalangan pemerhati, peneliti, peminat softcomputing dan tema-tema yg terkait dengannya. Pada colloquium sebelumnya, dipresentasikan sisi aplikasi dari softcomputing di bidang gempa bumi, pertanian, industri parfum, medical engineering, dsb.
Pada bulan Juli ini ada dua presentasi di milis sc-ina, yaitu : 1.Jogjakarta Earthquake oleh Irwan Meilano (JSPS Research Fellow di Nagoya University, dan juga staf pengajar di Faculty of Civil Eng. & Environment, ITB) 2.Pemodelan Hidrolika Sistem Resirkulasi Akuakultur Terkendali oleh Rudiyanto (IPB) Moderator Diskusi: 1. Son Kuswadi (ITS) 2. Anto Satriyo Nugroho (Chukyo University & PTIK-BPPT) Presentasi Pak Irwan (biasa dipanggil akrab : "Kang Irwan") tidak berupa satu paper formal, melainkan catatan di blog beliau beserta gambar-gambar hasil penelitiannya. Bulan yll. Kang Irwan sempat juga melakukan penelitian di lokasi gempa di Yogyakarta, jadi mungkin rekan-rekan dapat menanyakan lebih detail mengenai analisa beliau dari sisi ilmu gempa bumi. Satu pendapat Kang Irwan yang mungkin menarik untuk dicermati adalah ketidaksetujuan beliau dengan pendapat seorang professor tamu pada acara "NHK Closeup Gendai" pada tgl 1 juni 2006 (sore), bahwa bangunan di jogja-jateng begitu lemahnya sehingga menjadi faktor utama banyaknya korban. Ada kemungkinan hal itu terjadi karena gelombang gempa tsb terjebak dan teramplikasi oleh suatu lapisan sehingga efeknya lebih lama. (http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/~irwan/Blog/page0.html) Terlampir di bawah adalah pengantar diskusi dari Kang Irwan. Sekiranya rekan-rekan berminat untuk mengikutinya, dipersilakan untuk bergabung di milis, dengan mengirim email ke [EMAIL PROTECTED] berisi : - Nama - Afiliasi - Bidang yang diminati atau riset yang ditekuni - dll. (sepatah kata, kesan, harapan dsb.) Aktifitas milis dapat diikuti resumenya dari http://softcomputing.wordpress.com Wassalamualaikum Wr Wb _________________________________________________________ Anto Satriyo Nugroho, Dr.Eng E-mail : [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] URL : http://www.asnugroho.net/ Tel. +81-565-46-6638 Fax. +81-565-46-1299 - School of Life System Science & Technology, Chukyo University, Toyota-Japan (Visiting Prof.) - Agency for the Assessment and Application of Technology (PTIK-BPPT), Jakarta-Indonesia ******************************************************************* Hasil awal dari survey kerusakan dan mekanisme gempa Jogja-Jateng oleh Irwan Meilano ******************************************************************* Pada tanggal 3 Juni atau seminggu sesudah bencana Gempa Jogja-Jateng, tim peneliti kegempabumian yang terdiri dari: Nagoya Univ, ITB, UGM dan Ristek melakukan survey pasca bencana. Lamanya waktu pengamatan yaitu 5 hari, dengan 11 peneliti dan dibantu 23 mahasiswa. Kami melakukan pengamatan GPS sebanyak 48 titik, dan memasang 6 buah seismometer serta mengunjungi 631 lokasi untuk menyelidik kerusakan bangunan. Target dari penelitian kami yaitu : (1) assessment of damage and casualties. (2) search for an evidence of surface rupture associated with the earthquake (3) aftershock observation for determining the configuration of the main-shock fault (4) GPS observation of coseismic crustal deformation Beberapa hasil awal survey [a. Survey Kerusakan] 1. Tidak ditemukannya bukti surface fault rupture. Beberapa rekahan yang banyak ditemukan di sebelah timur Bantul merupakan hasil dari ground motion. 2. Terdapat tiga wilayah dengan kerusakan maksimum yaitu di sekitar: Kec. Banguntapan dan Kec. Bambanglipuro Kab bantul, serta Kec. Wedi Kab. Klaten. [b. Pengamatan GPS] 1. Pergeseran horizontal akibat gempabumi di Kota Bantul yaitu sekitar 7cm dan di sebelah timur Kota Jogja sekitar 8 Cm dengan arah Barat-laut (South-west). 2. Tidak ditemukan pergeseran horizontal yang signifikan di Kota Klaten. 3. Pola pergeseran horizontal menunjukan bahwa gempabumi Jogja-Jateng dihasilkan oleh pergerakan sesar dengan arah left-lateral. [c. Pengamatan Kegempaan] 1. Selama tiga hari pengamatan satu minggu sesudah gempa utama berhasil dideteksi sebanyak 245 gempa susulan. 2. Magnitude rata-rata dari gempa susulan yaitu 2.2 . Gempa dengan magnitude terbesar yaitu 5.1, pada tanggal 8 Juni 2006 jam 11:45. 3. Kedalaman dari gempa susulan yaitu 2 -15 km. 4. Pola distrubusi susulan mengidentifikasikan bahwa wilayah kegempaan terkonsentrasi pada wilayah dengan panjang 20 km dan lebar 5 km, dengan azimuth 50 derajat dari utara ke timur. Kesimpulan dari survey awal pasca-gempa Jogja-Jateng. 1. Pengamatan GPS serta kegempaan mengindentifikasikan bahwa geometri dari sumber gempa Jogja-Jateng yaitu: sesar left-lateral dengan panjang 20 km, lebar 10 km. Dan sesar ini tidak mencapai Klaten. 2. Ground observation menunjukan bahwa sesar penyebab gempa cukup dangkal tetapi tidak mencapai kepermukaan. Kedalaman maksimum diperkirakan sekitar 2km. 3. Besarnya kerusakan dan efek dari gempa disebabkan oleh : a. Bangunan di sekitar Jogja-Jateng tidak dipersiapkan untuk menghadapi gempa. Hal ini disebabkan karena kegempaan disekitar Jogja-Jateng sangat rendah dalam kurun 150 thn terakhir. b. Sedimen tebal hasil letusan gunung merapi yang membentuk kota Bantul, Jogja dan Klaten (Kota klaten dulunya adalah rawa), mengamplifikasi gelombang gempa sehingga efeknya sangat luar biasa. c. Kerusakan di Kota Klaten selain oleh amplikasi gelombang gempa juga oleh efek direktifitas dari gempa. Inisialisasi gempa yaitu disekitar kota Bantul, dan arah dari rupture (rupture direction) yaitu timur-laut (NE). Informasi lainnya mengenai hasil survey kami bisa dilihat di: http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/~irwan/jogjaeq/jogjaeq.html --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
