Rekan media, sekalian mohon di cek apabila menerima email.... dengan
men-cek langsung pada produknya... Sanaflu dan Inza, yang mana yang
betul-betul mengandung PPA (Phenil Propanol Amin)..., Inza tidak
mengandung PPA....tetapi Pseudoephedrine......Hal ini perlu untuk
menjaga berita yang BENAR dan AKURAT..., agar Kredibilitas dari berita
yang sudah di cek bisa dipertanggung jawabkan....

Mungkin anda masih ingat dengan Leysus  pemain ketoprak rekan Topan
yang sempat melambung namanya berkat menjadi bintang iklan
Sanaflu....., sebelum Mr.Dower dan Taufik Hidayat dan sekarang diganti
Titiek Puspa.....

Leysus tidak meninggal akibat stroke saat 1-2 tahun ketika dengan setia
mengkonsumsi Sanaflu yang melambungkan namanya...., tetapi setelah
tahun ke-3 dan ke-4 gejala STROKE mulai menggerogoti tubuhnya, dan
meninggal dengan tragis setelah dirawat di Rumah Sakit beberapa
saat..., Jadi tidak seperti HIT obat nyamuk yang dilarang karena
memberikan efek segera....timbul kanker hampir 100%..setelah beberapa
tahun..., tetapi dengan contoh yang ada....., dimana Leysus juga
mengalami STROKE...., karena bekas bintang iklan SANAFLU ini
mengkonsumsi produknya dengan setia... tapi di Indonesia tidak ada
penelitian mengenai HAL INI...., padahal FDA Amerika (badan POM
Amerika) & Peneliti Universitas Yale di Amerika sudah memperingatkan
hal ini....

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah kasus obat nyamuk HIT yang mengandung dichlorfos yang ternyata
menyebabkan kanker (senyawa karsinogenik), di masyarakat masih banyak
beredar obat yang ternyata cukup berbahaya, diantaranya : Sanaflu yang
isinya adalah: PPA (Phenyl Propanol Amine) 15-25 mg dan Paracetamol 500
mg, Paracetamol adalah obat umum yang biasa dipakai untuk sakit kepala,
sedangkan PPA cukup berbahaya dan beberapa perusahaan menggantikan
dengan PseudoEphedrine yang lebih aman..., tetapi karena harganya lebih
mahal beberapa perusahaan tetap menggunakan PPA yang harganya lebih
murah....

Pihak Badan POM sebetulnya sudah tanggap dengan Membatasi kadar PPA
dari 25mg menjadi 15mg.....(berkurang resiko jadi 60%)......, dan juga
beberapa produk OBAT Flu mengganti zat aktif PPA menjadi
Pseudoephedrine tidak ada resiko itu...

tapi......... gimana ya...tukang obat... masih pakai obat kuno PPA
karena memang harganya murah...., jadi untungnya tambah banyak karena
beli bahan baku yang kuno di negara lain sudah tidak dipakai....... (
di Amerika dan negara lain mulai tak dipakai, karena diganti dengan
yang lebih aman).

Untuk Rekan yang sudah tahu mengenai bahayanya PPA (Phenyl Propanol
Amine) yang bisa menyebabkan penyakit stroke bilamana dipakai terus ,
mungkin sudah faham, bahwa banyak sekali produk obat flu yang sudah
mengganti komposisinya dari PPA (Phenyl Propanol Amine) menjadi
PseudoEphedrine, seperti misalnya produk Inza yang sudah tidak
menggunakan PPA. dengan komposisi baru yang lebih aman.......yaitu
Pseudoephedrine.

Hal tersebut terpaksa dilakukan meskipun PseudoEphedrine harganya lebih
mahal... tetapi PPA sudah dilarang bahkan oleh FDA (Food and Drug
Administration) di Amerika, yang mencantumkan bahayanya PPA, seperti
terlihat pada website berikut:

http://www.fda.gov/bbs/topics/ANSWERS/ANS01051.html

Tetapi Produk Sanaflu masih menggunakan PPA yang berbahaya, selain itu
juga sebetulnya produk ini tidak manjur..... untuk Flu, karena umumnya
obat Flu mengandung 3 komponen:
1. Anti nyeri/ Anti Panas.................biasanya Paracetamol....
2. Dekongestan.......obat kuno pakai PPA, sedangkan obat yang lebih
aman pakai Pseudoephedrine.
3. Anti allergi...................umumnya CTM atau diphenhydramine.
memang mengakibatkan kantuk.

Sedangkan Sanaflu agar murah hanya memakai 2 komponen ke-1 dan ke-2.
dan untuk komponen 2 masih memakai obat kuno PPA yang berbahaya.
Seharusnya obat ini harganya MURAH sekali.....karena menghemat dengan
hanya terdiri atas 2 jenis obat. dan menggunakan bahan yang KUNO dan
BERBAHAYA dan PELIT bahan.........

dan bila digunakan terus, bisa menyebabkan penyakit STROKE dan JANTUNG
!!!!

Terlampir di bawah ini adalah peringatan dari FDA mengenai bahayanya
PPA yang terkandung juga di Sanaflu...

Jadi...sekali lagi...jangan terpancing oleh hebatnya Iklan TV atau
iklan Radio atau Iklan majalah dan koran..... memang cukup aneh bahwa
justru obat yang berbahaya bisa beriklan dengan gencar dengan hanya
sedikit mencantumkan resiko dan bahayanya........


--------------------------------------------------------------------------------

T00-58                                                  Print Media:
301-827-6242  November 6, 2000
       Consumer Inquiries:888-INFO-FDA

--------------------------------------------------------------------------------

FDA ISSUES PUBLIC HEALTH WARNING ON PHENYLPROPANOLAMINE
FDA, today, is taking steps to remove phenylpropanolamine from all drug
products and has requested that all drug companies discontinue
marketing products containing phenylpropanolamine.
FDA today issued a public health advisory concerning the risk of
hemorrhagic stroke, or bleeding into the brain, associated with
phenylpropanolamine hydrochloride.
Phenylpropanolamine is an ingredient used in many over-the-counter
(OTC) and prescription cough and cold medications as a decongestant and
in OTC weight loss products.
Adverse events reported with these products led to concerns that this
ingredient might increase the risk of hemorrhagic strokes.
Manufacturers of products containing phenylpropanolamine worked with
FDA to plan a research program to clarify whether any increase in risk
exists.
Scientists at Yale University School of Medicine conducted the study in
which the researchers found an association between phenylpropanolamine
use and stroke in women. The increased risk of hemorrhagic stroke was
detected among women using the drug for weight control, and for nasal
decongestion, in the 3 days after starting use of the medication. Men
may also be at risk.
The Nonprescription Drugs Advisory Committee met on October 19 to
discuss safety issues related to phenylpropanolamine use. The committee
reviewed Yale's Hemorrhagic Stroke Project results and concluded that
phenylpropanolamine cannot be considered to be safe for continued use.
FDA believes that although the risk of hemorrhagic stroke is very low,
even with phenylpropanolamine use, the conditions for which these
products are used do not appear to warrant an increased risk of this
serious event from using this drug. We advise consumers to discuss
alternative over-the-counter and prescription products with their
health care providers or pharmacists.
Information about the history of phenylpropanolamine, the Public Health
Advisory, and the stroke study results can be found on the FDA website
at:www.fda.gov/cder/drug/infopage/ppa/default.htm.

--------------------------------------------------------------------------------

FDA News Page   |   FDA Home Page
Office of Public Affairs


Selain itu untuk ternyata setelah dikonfirmasi dengan menelpon ke
Sanbe, ternyata memang Sanaflu ada 2 macam yaitu yang mengandung
Phenilpropanolamin 25mg dan yang kemudian sudah direvisi sebagai produk
baru dengan phenilpropanolamin 15mg, tapi mungkin saja di pasaran masih
terdapat kemasan lama yang belum laku yang masih mengandung
PhenylPropanolAmine 25mg.

Dan kemasan SANAFLU yang PhenylPropanolAmine 25mg inilah yang sangat
berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan stroke bila dikonsumsi
terus....

Dan mungkin saja di warung ataupun di kios di pelosok masih ada Sanaflu
dengan kemasan lama yang mengandung PPA 25mg, sedangkan yang 15mg
diperkirakan efeknya tidak terlalu berbahaya dengan yang kemasan lama
25mg.

Celakanya konsumen atau pembeli tidak / jarang suka membaca kemasan
obatnya, padahal jika dibaca betul-betul....anda pasti tidak akan mau
makan obat SANAFLU ini... karena banyak sekali tertulis efek
sampingnya.....

Dan juga kemasan lama Sanaflu dengan PPA 25mg masih beredar seperti
terlihat di harian Bernas berikut ini:

http://www.indomedia.com/bernas/052001/09/UTAMA/09met1.htm

Nah....bila anda ingin aman, sebaiknya gantilah obat flu anda dengan
yang mengandung Pseudoephedrine...........contohnya adalah Inza.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke