On 7/21/2006 at 11:46 PM adi wrote: >kualitas pendidikan atau pelayanan kesehatan itu sekunder. yang jauh lebih >penting adalah meningkatkan coverage dr. layanan-layanan itu. > >yang ada kan cuman cecunguk-cecunguk yang berkoar-koar bahwa pendidikan >memang >mahal, pelayanan kesehatan memang mahal. tapi begitu ditanya gimana caranya >meningkatan coverage, semua bilang: itu bukan urusan gue! kapan majunya?!! > >caranya sebenarnya simpel. jangan pernah memasukkan anak-anak kita ke sekolah- >sekolah yang dibilang bermutu (secara kolektif). biar mereka gigit jari. >tapi, apa ada yang mau? :-)
saya, saya *ngacung* kita lagi ngobrol2 di [EMAIL PROTECTED] mengenai salah satu solusinya, yaitu homeschooling. saya coba mulai dengan 2 anak saya yang paling kecil, mereka tidak saya masukkan ke TK favorit (uang pangkal 8 juta per anak :), tapi saya sewa guru dan kurikulum bisa kita pesan. Enak euy. triknya dengan silaturahmi :) ajak tetangga, maka biaya menjadi ringan. per anak cuma perlu bayar 150-ribu/bulan, bersih, tidak ada sumbangan gedung, uang seragam, uang ini, uang itu, dst. ternyata ini juga jadi membantu guru - gaji mereka Rp 400.000 di TK (lha padahal saya bayar ke sekolah jauh lebih mahal daripada itu), dengan saya mereka bisa dapat sampai 1 juta lebih. rencananya mulai 1 agustus ini. mudah2an semuanya berjalan lancar, maka saya akan lanjutkan dengan homeschooling SD. note: homeschooling kini sudah diakui oleh diknas, sehingga murid2nya tetap akan bisa mendapat ijazah formal. informasi lebih detail : http://www.google.com/search?hs=lLY&hl=en&lr=&rls=en&q=homeschooling+site%3Asufehmi.com&btnG=Search ayo, bersama-sama kita meningkatkan coverage, sambil sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru :) Salam, Harry --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
