Made Wiryana wrote: > On 7/27/06, Adjie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Paris mah ngga segede jerman pak, kalau di tempat ente mah masih banyak > > ruang kosong, nah kalau di paris apartmentnya kecil-kecil. > > > > Ndak itu sebabnya Djie, coba lihat bangunannya :-) , double glass dg roller, > isolasi tembok, struktur keller (gudang bawah tanah). Rumah di Jerman itu > mahal karena ininya, bukan karena "kecantikannya". Sistem isolasi dan > aliran udara yang baik bisa menghemat pemanas hingga 50% (dan tentu saja > jadi bisa menahan panas dengan baik juga). >
wah menarik pak. kenapa begitu ya ? apa karena sudah didesign seperti itu sejak awal ? (maksudnya untuk mengantisipasi panas ) menarik juga kalau di teknologia membahas kenapa di tempat tertentu bangunanya harus seperti ini, sementara di tempat lain berbeda,etc. > > Di luar rumah sih panasnya minta ampun :-) makanya milih di dalam rumah. > Soal bakar-bakar kalau terlalu panas kayak gini, harus di bawah pohon. > kalau di kalipornia, yang kadang2 bikin ke"panasan" itu memang karena gak banyak rumah dan apartemen kompleks yang pakai AC :-) alias rumah2 di jakarta masih jauh lebih luxury. untuk entertainment juga orang masih banyak nonton pilm pakai video VHS, kalo di jkt kan sudah dvd semua :)) -mcp --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
