wongcilik wrote: > Blair Seeks Secret of Silicon Valley's Success > > ..................................... > The U.S. business leaders told Blair one of the reasons for Silicon Valley's > success was that risk-taking was viewed as a virtue and failure was not seen > as a black mark. > > "In the U.S. and especially in Silicon Valley, if you have taken a risk and > you fail, you in fact become more interesting and potentially more valuable > because now you know something," Sun Microsystems' Schwartz told reporters > after the meeting. > > ........... > > sourced : http://www.pcmag.com/article2/0,1895,1996663,00.asp > > Diem-diem Pak Blair ini ngamati SV...tahun depan mungkin BHTV...atau juga > Bangalore....... > > Gimana Om Carlos....??? > > salam, > > wongcilik
dua hal yang perlu ditambahkan adalah: - para risk taker di SV itu bekerja membangun teknologi baru yg inovatif (bukan, mereka bukan bikin consulting atau integration company) - para risk taker di SV itu sebenarnya isinya orang orang veteran yang sudah sangat sukses dan berpengalaman sebelumnya dalam pengembangan teknologi baru (inget contoh yg diberikan om adjii tentang founder kazaa dan skype yg bikin startup teknologi baru) , failed dua atau tiga kali biasa saja buat mereka dan tidak membuat mereka jatuh miskin ( instead of making 20 million they "just" make 250K from salary for example ) , jadi "risk taker"nya bukan risk taker seperti gamble tapi "very-calculated strategy". Kalau Bangalore, ingat persh pioneer yang berhasil menjadikan india seperti sekarang bukan risk taker yang membuat teknologi baru, tapi persh yang melakukan jasa consulting dan integration (wipro dan infosys) , kalau di Indonesia mungkin seperti Agit dan ITnya Lippo (lupa namanya). Kebanyakan publik, sering kurang cermat mengartikan "risk taking" tersebut dan alasan kenapa SV/Bangalore sukses. -mcp --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
