Ariya Hidayat wrote:
> > > ya kalau dalam konteks ini sih gak perlu mesin waktu pak made, secara
> > > fisik a) penyedia cable sudah ada di indonesia--kabelvision  b)
> > > penyedia cable/dsl broadband juga sudah ada c) penyedia wireless
> > > broadband juga sudah ada
> >
> >
> > Carlos lupa kali emang speednya berapa tuh semua :-), pulang liburan dulu
> > Carlos
>
> Nanti kalau sudah memungkinkan, saya pasangkan seperti rekor dunia [1]
> yang masih dipegang lab saya sekarang: bandwidth hampir 6 Tb/s [2].
> Seribu CD-ROM per detik [3,4] kan cukup bisa bersaing dengan ojeg.
>
>

yep, adadua hal  menarik beda pricing antara bandwidth vs natural
resources.

- harga bandwidth dan storage secara global dan local memang bakal
turun tiap tahunya ( semakin tinggi demand, harga akan dipush menjadi
lebih murah)

- sedangkan bensin/natural resources yang dipakai abang tukang ojek itu
supplynya makin lama makin dikit dan harganya mahal
(semakin tinggi demand, harga akan dipush menjadi lebih mahal mengikuti
demand karena supply terbatas).

Di banyak tempat termasuk di beberapa persh di Jakarta sudah ada
beberapa persh yang merekomendasikan pegawainya agar kerja dari rumah
**selama broadband connectity dan VPN ada** , biar menghemat natural
resources.

; ;

Nah balik lagi ke VoD dan soal konten, sebenarnya diskusi independen
konten ini sudah lama sekali ada, dulu sekali idea  yg muncul adalah
bagaimana membuat acara tv yang 100% sesuai dengan keinginan kita
sendiri.

Jadi kalau misalnya saya tidak mau acara haram seperti Infotainment
(seperti kata MUI) dan acara artis2 lainya, saya bisa pakai VoD, acara2
"useless crap" tersebut bisa diganti dengan acara pendidikan anak2 atau
hiburan yang sifatnya lebih bermanfaat untuk iptek/knowledge/religion.

-mcp


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke