On 8/23/06, Adjie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mungkin yang di bilang sama om IMW ada benarnya karena industri buku di
> Indonesia ngga menarik, soalnya capek2 bikin buku eh di bajak, terus apa
> donk untungnya buat penulis :-)

Belum tahu dia kalau India juga jago membajak buku. he he he.
Tanya aja sama mas Fatih.

Saya pernah jalan-jalan ke Old Delhi (atau masih bagian dari New Delhi?)
dan kesasar ke jalan dimana toko2nya adalah tempat pembajakan buku.
he he he. Kalau dirupiahkan mungkin buku yang saya beli di sana
harganya sekitar Rp 40 ribu. Lebih murah dari di Indonesia!
Yang lucunya, ada satu toko (diantara banyak toko) yang memang
menjual buku asli (Oxford?). he he he. Bisa hidup? entah. Tapi
saya lihat dia bisa tuh.

Jadi ... jangan katakan bahwa ada pembajakan terus artinya industrinya
mati. Tidak betul. Industri yang resminya juga tetap jalan meskipun
ada pembajakan.

-- budi

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke