On 10/16/06, Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pada hari Senin, tanggal 16/10/2006 pukul 11:15 +0200, Ariya Hidayat
menulis:
> Ya saya tahu ke Starbucks itu cari suasana. Tapi karena kopinya tidak
> memuaskan (OTOH, YMMV), dari sekarang saya selalu minum teh saja.

Paling enak Teh Tongtji atau Teh Tjap Botol dari Slawi [0].

Supaya ngga terlalu melenceng, mesin buat bikin kopi di kafe2 itu
gampang nggak sih buatnya? Kok mesin kopi jelek di rumah saya "Made in
China" padahal mereknya Bosch [1], ayo pada bikin startup bikin mesin
kopi dengan merek "Mang Ujang"?


Yang biasa dipake di cafe-cafe itu sebenarnya Espresso Machine, dimana kopi di brew dengan tekanan tinggi dan dalam kondisi vacuum.

Kalo saya di rumah brewing coffee pake yang sistem dripping aja, ini biasanya ga mahal dan kalo perlu kopi biasa, yang tidak harus espresso atau cappucino maka sudah cukup.

Di Internet banyak how to dan guide tentang brewing kopi dari pada coffee geeks. Biasanya kualitas kopi sangat tergantung pada bahannya.

Mengrind kopi sendiri dari bijinya sudah lebih bagus, karena menurut mereka ketika kopi disimpan dalam bentuk bubuk dalam waktu lama sudah menghilangkan aromanya.

Saya sudah punya coffee grinder sendiri, tapi kalo setiap kalo harus nge-grind biji kopi dulu malah jadi males hehe.

Lebih tinggi lagi levelnya, memanggang kopinya sendiri, jadi yang disimpan adalah biji kopi mentah.

Espresso machine biasanya mahal, tapi entah kenapa di Bangkok sini, banyak penjual pinggi jalan yang punya dan menggunakan, dari yang sederhana sampai yg sophisticated (biasanya sudah termasuk coffee grinder attached), mungkin ada yg buatan localnya juga.

Kalo nemu pengen juga beli, nanti di Bandung buka kedai kopi hehe.


--enda
Visit my blog
http://enda.goblogmedia.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke