Artikel yang sangat manarik, syarat dengan hal - hal yg fundamental...

thx

roni

edwin mluvi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
MENGUBAH POLA PIKIR

Sekelompok wisatawan tertahan  di suatu tempat asing di
 luar kota . Mereka hanya menemukan bahan makanan yang 
kedaluwarsa.  Karena lapar, mereka terpaksa
menyantapnya , meskipun sebelumnya dicobakan dulu 
kepada seekor  anjing yang ternyata menikmatinya dan
 tak terlihat efek sampingnya.

 Keesokan harinya, ketika mendengar  anjing itu mati,
semua  orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah 
dan mengeluh  badannya panas atau terserang diare.
 Seorang dokter dipanggil untuk merawat  para penderita
keracunan  makanan. Kemudian sang dokter mulai mencari
 sebab-musabab kematian si  anjing yang dijadikan hewan
percobaan  tersebut. Ketika dilacak, eh ternyata anjing 
itu sudah mati karena terlindas mobil.

Apa yang menarik dari cerita di atas? Ternyata kita 
bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan
berdasarkan kenyataan itu sendiri.  We see the world as
we  are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah  cara
kita  melihat. Cara kita melihat mempengaruhi apa yang
 kita lakukan, dan apa  yang kita lakukan mempengaruhi
 apa yang kita dapatkan. Ini disebut  sebagai model
See-Do-Get.

Perubahan  yang mendasar baru akan terjadi  ketika ada
perubahan  cara melihat. Ada cerita menarik mengenai 
sepasang suami-istri yang telah bercerai. Suatu hari,
Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan 
suaminya. Saat itu Roy sedang melayani seorang
pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah,
 pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya
berbincang-bincang. Si Bos berkata, "Saya begitu
 senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang
yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu
penuh perhatian dan baik budinya." Astri terperangah 
mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar
apa-apa.

 Roy ternyata mendengar komentar si bos. Setelah Astri
pergi, ia menjelaskan, "Kami tak hidup bersama lagi
 sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang
menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk
 putra kami."

Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy.
Ia mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita akan 
melihat rumah itu bersama setelah jam kerja." Setelah
itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya 
telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia
mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah 
Bapak berbicara padanya tempo hari."

Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata 
karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri
mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang
 menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy
sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk,
 dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh
lebih indah dari sebelumnya.

Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara 
kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah
kehidupan kita, kita perlu melakukan revolusi 
cara berpikir. Stephen Covey pernah mengatakan: "Kalau
Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, 
garaplah perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan
perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah 
paradigma Anda."

Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara
 kita melihat (See). Ia bisa juga dimulai dari perilaku
kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda. Ini contoh
 sederhana. Seorang anak bernama Alisa yang berusia
empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan.
 Padahal, itu diperlukan untuk  meningkatkan
perkembangan  otak dan daya tahan tubuhnya.  Betapapun
dibujuk, ia  tetap menolak. Dengan maksud baik,
 kadang-kadang ia dipaksa menelan  minyak ikan. Ia
menangis  dan meronta-ronta. Usaha tersebut  memang
berhasil memaksanya , tapi ini bukan sesuatu yang
win-win . Si Orang tua menang,  ia kalah. Ini pendekatan
yang  dimulai dengan Do.

Maka  ditemukanlah cara lain yaitu dengan  mengubah
paradigma Alisa. Si  Orang tua tahu Alisa sangat suka
 sirup, karena itu minyak  ikan tersebut di aduk dengan
 air dalam gelas.  Ternyata, ia sangat gembira dan
menikmati "sirup" minyak ikan itu.  Bahkan, sekarang  ia
tak  mau mandi sebelum minum "sirup"  tersebut.

Contoh sederhana  ini menggambarkan proses perubahan
yang  bersifat inside-out (dari dalam ke luar ).
Perubahan ini bersifat  sukarela dan datang dari Alisa
 sendiri. Jadi, tidak ada  keterpaksaan. Inilah
perubahan  yang diawali dengan See. Perubahan yang
 dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya , yaitu
outside-in. Perubahan  seperti ini sering disertai
 penolakan. Jangankan dengan bawahan, dengan  anak kecil
seperti  Alisa saja, hal ini sudah bermasalah.

 Pendekatan hukum bersifat outside-in dan  dimulai
dengan Do.  Orang tidak korupsi karena takut akan 
hukumannya, bukan karena  kesadaran. Pada dasarnya
orang  tersebut belum berubah, karena  itu ia masih
mencari  celah-celah yang dapat dimanfaatkannya.
Pendekatan  SDM berusaha mengubah cara berpikir  orang.
Akar korupsi  sebenarnya adalah pada cara orang
 melihat. Selama jabatan  dilihat sebagai kesempatan
menumpuk  kekayaan, bukannya sebagai amanah yang  harus
dipertanggungjawabkan,  selama itu pula korupsi tak
akan  pernah hilang. Inilah  pendekatan inside-out.
Memang  jauh lebih sulit, tetapi efek yang
 dihasilkannya jauh lebih mendasar. 

Cara kita melihat masalah sesungguhnya  adalah masalah
itu  sendiri. Karena itu, untuk mengubah kehidupan, yang
 perlu Anda lakukan  cuma satu: Ubahlah cara Anda
 melihat masalah. Mulailah melihat atasan  yang
otoriter, bawahan yang  tak kooperatif, pelanggan yang
cerewet  dan pasangan yang mau menang  sendiri sebagai
tantangan  dan rahmat yang terselubung. Orang-orang ini
 sangat berjasa bagi Anda  karena dapat membuat Anda
 lebih kompeten, lebih profesional, lebih  arif dan
lebih  sabar. Saya menyukai apa yang dikatakan John 
Gray, pengarang buku Men Are From Mars and Women Are
 From Venus. Gray melihat masalah dan  kesulitan dengan
cara  yang berbeda. Ujarnya, "Semua kesulitan
 sesungguhnya merupakan kesempatan bagi  jiwa kita untuk
tumbuh ."  
 
  
 
     
                       

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke