AMALAN PADA BULAN DZULHIJJAH
Ada beberapa amalan yang perlu kita lakukan pada bulan Dzulhijjah : 1. Meningkatkan ibadah pada 10 hari pertama dengan Qiyamul Lail. Beberapa hadits nabi yang menganjurkan hal tersebut adalah "Dari Abu Hurairah r.a : Dari Nabi SAW bersabda : Tiada hari yang lebih dicintai oleh Allah SWT untuk disembah kecuali pada 10 hari bulan Dzulhijjah, Puasa 1 hari di dalamnya dapat menyamai puasa 1 tahun, Qiyamul lail satu malam di dalamnya dapat menyamai dengan Qiyamul lail pada malam Lailatul Qadr" HR. Tirmidzi, salah satu rawi (Nahhas) dhoif, tetapi hadits dhoif dapat digunakan dalam Fadloilul 'amal. 2. Memperbanyak puasa pada 10 hari pertamaa kecuali tgl 10-nya. Sesuai dengan hadits tersebut di atas. Khususnya puasa Arafah tgl 9 Dzulhijjah, ketika para hujjaj sedang berwukuf di Arafah, maka hukumnya sunnah muakkadah dengan hadits hasan dan hadits shohih yang cukup kuat di bawah ini, kecuali yang sedang hajji, tidak boleh berpuasa. "Dari Abu Qatadah ra. bahwasannya Nabi SAW bersabda : Puasa pada hari Arafah saya berharap kepada Allah SWT untuk dapat menghapuskan dosa-dosa kecil satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya." HR. Tirmidzi. Hadits riwayat lain yang derajatnya shohih adalah : "(Puasa) tiga hari setiap bulan dan Ramadhan ke Ramadhan, sama dengan puasa sepanjang masa, puasa Arafah saya berharap kepada Allah SWT untuk dapat menghapuskan dosa-dosa kecil satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya, puasa pada hari Asyura (10 muharram) saya berharap kepada Allah SWT agar menghapus dosa satu tahun sebelumnya". HR. Muslim. 3. Bertakbir pada hari Arafah, Idul Adha dan hari Tasyriq. Disunnahkan pula untuk melakukan takbir pada hari-hari tersebut berdasarkan firman Allah SWT Q.S : Al-Baqarah : 203 "Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya". Maksud dzikir di sini adalah membaca Takbir, Tasbih, Tahmid dan sebagainya. Beberapa hari yang berbilang ialah tiga hari setelah hari raya hajji atau biasa disebut hari tasyriq. Menurut Sayyid Sabiq, penjelasan dari ayat tersebut dari para sahabat adalah sejak subuh hari Arafah, sampai dengan sore hari (ba'da ashar) hari tasyriq yang terakhir. Hal ini dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas'ud. Jadi pada intinya perintah bertakbir disepakati dengan dalil yang jelas. Masalah pembatasan waktu memang hanya ditemukan penjelasan dari para sahabat dan mengikuti jejak sahabat adalah perintah Rasulullah SAW. 4. Sholat Idu Adha Ada beberapa catatan penting yang perlu diketahui dalam menjalankan sholat Idul Adha, yaitu : masing-masing berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW. · Mandi dan menggunakan wewangian sebelum berangkat. · Tidak makan pagi/sarapan sebelum sholat Idul Adha, tetapi pada sholat Idul Fitri dianjurkan sarapan terlebih dahulu. · Dianjurkan berangkat dengan berjalan kaki (tidak wajib) untuk menunjukan syiar atau semarak hari raya umat Islam. · Ada takbir 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua. · Setelah sholat ada khutbah yang perlu disimak. · Pulang melalui jalan yang berbeda ketika berangkat. · Dalam sholat Ied, wanita yang sedang haid dianjurkan untuk tetap meramaikan dengan cara hadir ditempat sholat tanpa mengikuti sholatnya. 5. Qurban pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah Urgensi Udhiyyah (Qurban) : · Sebagai ibadah sosial diantara sekian ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT pada hari raya Idul Adha. · Menduduki peringkat ke dua setelah perintah sholat. Lihat Q.S. : Al-Kautsar · Sebagai sarana pembinaan hubungan sosial · Memperlancar roda ekonomi · Meningkatkan kesejahteraan peternak · Meningkatkan tingkat kesehatan umat Islam dengan kecukupan gizi · Napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim a.s. · Menghilangkan sifat Hubbuddunya (Cinta dunia) ----------------------- Wassalam ronn Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

