Menanti Imam Mahdi di Makkah (Tamat)

Berbagai hadits shahih menyatakan bahwa Imam Mahdi
akan hadir di Makkah dan dibaiat para pemuda yang
berjumlah 313 orang, suatu jumlah yang sama dengan
jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badr.
Hadirnya Imam Mahdi di Makkah diduga kuat di saat
pelaksanaan musim haji, karena di musim haji inilah
umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di
Baitullah untuk merapatkan shaft, menyatukan niat, dan
semata-mata beribadah guna meninggikan keimanan dan
menegakkan kalimatullah.

Ibadah haji bukan semata ibadah ruhiyah, namun juga
memiliki nilai strategis politis dalam perjuangan umat
Islam sedunia menuju Pan Islam (Persatuan Islam). Saat
berkumpul di sekitar Baitullah, tidak ada lagi yang
namanya umat Islam Indonesia, umat Islam Turki, umat
Islam Inggris, umat Islam Afrika, umat Islam Cina, dan
sebagainya. Semuanya adalah umat Islam. Titik.

Dalam perjuangan negara-negara Selatan menghadapi
penjajahan dan imperialisme negara-negara Utara di
masa awal dan pertengahan abad ke-20 Masehi,
pelaksanaan ibadah haji kerap digunakan sebagai sebuah
momen akbar pertemuan para tokoh perjuangan Dunia
Islam untuk menyatukan niat dan hati, menyatukan
langkah, mengatur strategi perjuangan, untuk
bersama-sama bisa berjuang membebaskan negeri Muslim
dan mengusir para “penjajah kafir”. Tokoh-tokoh
perjuangan Indonesia seperti Agus Salim dan M. Natsir
mengalami fase-fase ini.

Di saat umat Islam sedunia bertemu di Makkah, di saat
umat Islam sedunia menanggalkan chauvinisme dan
keashobiyahan duniawinya, di saat seperti itulah Imam
Mahdi akan muncul dan dibaiat di depan Baitullah.

Pembai’atan ini tentu tidak disukai penguasa
Semenanjung Arab yang langsung mengirim pasukannya
untuk menangkap para pemuda itu. Namun Allah SWT akan
membenamkan ke dalam bumi pasukan tersebut dan hanya
menyisakan dua orang yang nantinya akan menceritakan
kepada warga dunia bahwa teman-teman mereka telah
tenggelam ke dalam bumi. Begitu kabar ini tersiar,
semua orang akan gempar. Namun bagi kaum Muslimin yang
paham tentang hadits-hadits shahih tentang munculnya
Imam Mahdi, mereka akan sadar bahwa Imam Mahdi telah
muncul. Dengan sesegera mungkin mereka akan berangkat
memenuhi Baitullah untuk membai’atnya.

Kedatangan Imam Mahdi tentu ada syarat-syarat atau
tanda-tandanya. Di antaranya adalah mengeringnya
sungai Eufrat yang melintasi Irak dan ditemukannya
gunung emas di bawah sungai itu. Nanti akan
berduyun-duyun pasukan dari berbagai bangsa
memperebutkan emas tersebut. Tiap seratus manusia
datang, 99 di antaranya menemu kematian akibat berebut
emas. Rasulullah Saw melarang umat-Nya ikut-ikutan
dalam keserakahan itu.

Dajjal sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.
Sebuah hadits shahih yang panjang, diriwayatkan oleh
Muslim dari Fathimah binti Qais, menyatakan bahwa ada
seorang pengembara Nasrani (bukan Kristen) yang
terdampar di sebuah pantai, ia turun dari kapalnya
kemudian bertemu dengan binatang aneh. Binatang itu
mengantarkannya ke sebuah biara.

Di biara ada seorang lelaki yang terpasung yang
langsung bertanya, "Apakah sungai Tiberias sudah
mengering? Apakah sudah muncul seorang lelaki yang
bernama Muhammad yang disebut sebagai Nabi akhir
zaman? Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di
negerinya sendiri?" Pengembara Nasrani itu penasaran,
kemudian dia menelusuri Jazirah Arab untuk mencari
lelaki yang dimaksud. Dia pun bertemu Muhammad SAW.
Dia bertanya kepada Nabi, "Siapa orang yang dipasung
itu?"

“Dialah Dajjal, ” ujar Nabi SAW. Namun Nabi SAW
mengingatkan bahwa Dajjal tidak akan muncul sebelum
Imam Mahdi keluar.

Tanda-tanda lainnya tentang saat kedatangan Imam Mahdi
adalah terbunuhnya seorang khalifah. Namun
kekhalifahan kini sudah tidak ada. Bisa jadi itu
sebutan lain bagi seorang pemimpin negeri Muslim yang
sangat nyata.

Empat Peperangan Besar

Ketika Imam Mahdi sudah dibai’at maka dia akan
memimpin pasukan Islam dalam empat perang besar yang
tidak lama waktunya. Pertama, perang melawan penguasa
semenanjung Arab. Kedua, perang melawan penguasa
zhalim Persia. Ketiga, perang melawan Rum atau Eropa.
Dan terakhir perang melawan Dajjal dan 70 ribu tentara
Yahudi. Semuanya dimenangkan pasukan Islam dengan
gemilang.

Ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus
(Suriah), waktu shalat Shubuh tiba. Iqamat
dikumandangkan, lalu Imam Mahdi hendak maju menjadi
imam. Muncul tanda besar kedua akan terjadinya hari
kiamat, yaitu Isa 'Alaihissallam (As) turun di Menara
Putih, masjid sebelah timur Damaskus.

Imam Mahdi memohon agar Isa yang menjadi imam shalat.
Namun Isa As menolak, "Demi Allah, inilah kelebihan
ummat Muhammad, sebagian engkau menjadi pemimpin
sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini,
Imam Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi
ma'mum. "

Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya
dua pasukan. Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin
Imam Mahdi dan Nabi Isa As, melawan pasukan Yahudi
yang dipimpin Dajjal. Perang ini akan berlangsung di
dekat Masjidil Aqsha atau Baitul Maqdis, di sekitar
bukit Armagido, dan sebab itu peperangan akhir zaman
tersebut juga akrab disebut sebagai Perang Armageddon.

Dajjal akan tewas ditusuk tombak oleh Nabi Isa As di
pintu Lod, salah satu gerbang Baitul Maqdis. Nabi Isa
As lalu mengangkat tinggi-tinggi tombak itu, agar
orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan
menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari kesalahannya.
Kekhalifahan Islam pun berdiri untuk terakhir kalinya.
Kemakmuran akan terjadi di mana-mana. Pada masa itu
tetap ada orang kafir, sampai pada masa tertentu Allah
SWT mendatangkan tanda akhir zaman, yaitu hembusan
angin sepoi-sepoi dari arah Yaman (selatan).

Hal ini terjadi setelah wafatnya Isa As. Semua orang
Islam, walau yang hanya punya keimanan sebiji zarah,
akan menghirup udara itu dan meninggal dengan penuh
damai. Itulah akhir dari umur umat Islam.

Kiamat

Setelah umat Islam habis di dunia fana, maka tinggalah
kini dunia dihuni oleh orang kafir. Kemaksiatan dan
kekacauan terjadi di mana-mana, karena tidak ada lagi
yang mengerjakan amar ma'ruf nahiy munkar. Rasulullah
SAW menggambarkan, saat itu manusia tak akan malu-malu
bersenggama seperti keledai di jalanan. Makkah dan
Madinah dihancurkan, sehingga datanglah kiamat yang
sangat mengerikan. Berakhirlah segala kehidupan di
dunia fana ini.

Sudahkah kita mempunyai bekal yang cukup guna
menghadapi satu di hari yang pasti terjadi, yang tidak
ada seorang pun mengetahui kapan itu terjadi, yang
mungkin saja terjadi esok atau beberapa jam setelah
Anda membaca tulisan ini. Marilah kita membersihkan
niat ibadah kita, semata-mata hanya untuk Islam dan
Allah SWT, bukan untuk perkara-perkara yang amat
sangat murah dan sepele seperti halnya kursi kekuasaan
yang hanya akan membuat kita lalai dalam mengingat
Allah SWt dan umat-Nya. Wallahu’alam
bishawab.(m/tamat)

*****************
taken from eramuslim.com


BR

ronn

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke