Selasa, 05/02/2008 14:45 WIB
Tips & Trik
Jurus Aman Menggunakan Layanan e-Banking
Dewi Widya Ningrum - detikinet




Jakarta - Aksi penipuan melalui internet dengan
menggunakan situs aspal (asli tapi palsu) makin marak
terjadi belakangan ini. Beberapa bank ternama di
Indonesia sudah menjadi korbannya.

Penjahat cyber menggunakan tampilan situs yang nyaris
mirip dengan situs asli sebuah bank atau situs
finansial untuk mengelabui korban menginputkan
data-data penting seperti username dan password.

Jangan sampai Anda masuk perangkap phisher. Simak
jurus menggunakan layanan online banking secara aman,
yang diramu detikINET dari Infotech Indiatimes, Selasa
(5/2/2008).

Cek URL Situs

Cek selalu URL situs bank Anda. Para penjahat cyber
biasanya memikat korban untuk memasukkan username dan
password ke situs palsu yang menyerupai situs resmi
bank Anda. Jika Anda melihat suatu hal yang aneh,
selain dari situs resmi bank Anda, bisa jadi situs
tersebut palsu.

Jangan pernah memasukkan username atau password dan
data sensitif lainnya tanpa terlebih dahulu memastikan
bahwa Anda berada di situs yang benar. Satu lagi yang
paling penting, usahakan selalu mengetik alamat situs
bank Anda langsung pada browser, jangan pernah
mengklik link yang ada dalam e-mail.

Update Sistem

Cek selalu update keamanan sistim operasi Anda.
Pastikan sistim operasi dan browser Anda sudah
diinstal dengan patch keamanan terbaru dari sumber
terpercaya. Kalau perlu, pakailah firewall untuk
mencegah hacker mencuri hak akses komputer Anda,
khususnya jika Anda terhubung ke internet dengan
menggunakan kabel atau model DSL.

Ganti Password

Gantilah password online banking Anda secara berkala.
Hindari kode password yang mudah ditebak, seperti
nama, tanggal lahir, nomor telepon. Jika perlu,
gunakan password yang terdiri dari huruf abjad dan
angka.

Jika Anda mempunyai beberapa rekening bank, jangan
pernah gunakan password online banking yang sama untuk
semua rekening. Jangan pernah pula menyimpan username
dan password Anda di browser karena kemungkinan bisa
di-crack hacker.

Cek Kebijakan Privasi Situs Bank

Beberapa bank saat ini sudah mempersenjatai sistim
internet banking mereka dengan sistem keamanan yang
lebih aman. Misalnya, jika Anda mentransfer uang
secara online ke rekening lain dalam jumlah lebih
besar, biasanya Anda akan diminta untuk menginputkan
sebuah password tertentu. Beberapa bank membutuhkan
password untuk memvalidasi transaksi berjumlah besar.

Pastikan pula bahwa alamat situs bank tersebut diawali
dengan 'https', yang menandakan bahwa situs tersebut
benar-benar "secure", karena telah dilindungi oleh
teknologi enkripsi data (SSL).

Cek 'Last Logged In'

Umumnya terdapat panel 'last logged in' di situs bank.
Cek panel tersebut setiap kali Anda login. Jika
tiba-tiba muncul peringatan bahwa Anda tidak berwenang
mengakses, misalnya Anda baru login ke situs itu 2
hari lalu, namun di panel tercatat bahwa Anda terakhir
login tadi pagi, segera laporkan ke bank Anda dan
ganti password tersebut.

Jangan lupa untuk selalu klik tombol 'exit' atau 'sign
out' setelah masuk ke portal online banking Anda.
Tutup pula browser tersebut untuk memastikan bahwa
session Anda telah diterminasi.

Jangan Tinggalkan PC

Jangan pernah tinggalkan PC jika Anda telah
menginputkan informasi transaksi online banking di
situs. Sebisa mungkin hindari mengakses layanan online
banking di warnet atau komputer publik. Hindari pula
mengakses layanan online banking melalui koneksi
Wi-Fi, jika privasi dan keamanannya kurang.

Hindari Mengisi Data Penting dalam Form

Hindari mengisi form yang ada dalam e-mail yang
meminta informasi keuangan, seperti nomor rekening
atau kartu kredit. Apalagi jika Anda diminta
menginputkan username, password, nomor debit dan kartu
kredit bank Anda.

Perlu diingat, petugas bank tidak pernah meminta
nasabahnya untuk mengisi username, nomor kartu kredit
ataupun password di sebuah form.  ( dwn / dwn )


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke