>
> From: Asep Sumantri 
> Date: Sat, 1 Mar 2008 11:02:32 -0800 (PST)
> Subject: PKS+ Fenomena Telat Nikah
> 
>   Tulisan dari milis tetangga,
>   buat merenungi diri sendiri, termasuk yg manakah
> diriku...                                           
>       
>    
>   __________________
>    
>   Buat merenungi, kenapa telat nikah.
>    
>   SELERA TINGGI
>   Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan,
> tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna
> segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya
> bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan
> baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak,
> cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang,
> keibuan, hafal Al-Qur'an, pinter ceramah..[aduh.
> .banyak sekali !!].
>   Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu
> harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada.
> Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang
> ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya,
> katanya! 
>   Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria
> khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor
> dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri
> atau yang sudah punya mobil lah... Karena criteria
> yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan
> pemudi yang harus telat nikah.
>    
>   STUDY ORIENTED
>   Banyak juga yang telat nikah karena study
> oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama.
> Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun
> selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke
> tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang
> lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1
> di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus
> pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java.
> Sampai-sampai lupa kalo'butuh pendamping hidup.
> Tahu-tahu usia udah kepala lima . Kasus telat nikah
> krn alasan studi ini juga sering terjadi.
>    
>   PUNYA APA - APA DULU
>   Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga,
> begitu alasan yang diutarakan sebagain orang untuk
> melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya
> apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya
> rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer,
> mesin cuci atau bus...[untuk apa yaa?].
>   Prinsip belum punya apa-apa ini sering
> dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti
> harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah,
> ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil
> juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau
> sepeda [romantis khan ??].HP,kulkas dan komputer
> nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus....
>    
>   ORANG TUA PINGIN.....
>   Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang
> untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah
> pingin juga, tapi orang tua saya...,demikian keluhan
> mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang
> udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti
> bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu
> muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu.....
> 
>   Permintaan orang tua yang seperti ini sering
> membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih
> panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada
> pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu.
> Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup
> bahagia. Oleh karena itu, kalo si anak mampu
> meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya,
> insyaAllah oke-oke saja kok kalo' mau nikah cepat.
>    
>   NIKAH ITU SUSAH
>   Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah
> itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo'
> udah punya anak, tambah susah lagi dong...
>   Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan.
> Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah]
> kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu,
> tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya,
> bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar
> kesana, keluar kesini.....
>    
>   PERNAH GAGAL
>   Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan
> peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar
> ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak.
>   Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali.
> Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal
> yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi
> bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman
> yang lain.
>    
>   PERSAINGAN KETAT
>   Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini
> membludak. Bahkan perbandingan antara laki-laki dan
> perempuan bisa lebih dari satu banding dua.
> Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak
> dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan
> menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech,
> Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.
>    
>   Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk
> melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga
> tahun, empat, lima ..... akhirnya usiapun beranjak
> tua.
>    
>    
>    
>     
> ---------------------------------
>   
>    
>   Messages in this topic (1) Reply (via web post) |
> Start a new topic 
>   “Menjemput Jodoh Dengan Ber-ILMU" dan
>  Menuju Pernikahan SMART (Sakinah Mawaddah waRahmah
> Tarbiyah) “. 
>    
>   
>        
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with
> Yahoo! Mobile.  Try it now.
>        
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals?  Find them
> fast with Yahoo! Search.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke