agus sofyan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Mon, 31 Mar 2008 04:55:06 -0700
(PDT)
From: agus sofyan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Dampak Medis Sholat tahajud
To: aan tetran30 <[EMAIL PROTECTED]>, Rafie anie <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED], aghny <[EMAIL PROTECTED]>,
edwin ardiansyah <[EMAIL PROTECTED]>,
elis tetrans <[EMAIL PROTECTED]>,
Nandang ade kusumah <[EMAIL PROTECTED]>,
tya samsung <[EMAIL PROTECTED]>,
ewok cantique <[EMAIL PROTECTED]>,
"[EMAIL PROTECTED] cinta\"" <[EMAIL PROTECTED]>,
YANNE JANUARINI <[EMAIL PROTECTED]>, Marisol Lulu <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED], erna erna <[EMAIL PROTECTED]>,
lenny <[EMAIL PROTECTED]>, lenny lenny <[EMAIL PROTECTED]>,
lia siti <[EMAIL PROTECTED]>, itta ku <[EMAIL PROTECTED]>,
Nandang ade kusumah <[EMAIL PROTECTED]>,
kaori ozora <[EMAIL PROTECTED]>,
galih senjaya <[EMAIL PROTECTED]>,
tebo gering <[EMAIL PROTECTED]>
----- Forwarded Message ----
From: hendra setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Mr.Anang ANANG <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Ms.NOPI3 <[EMAIL
PROTECTED]>; MS.JUNI <[EMAIL PROTECTED]>; Ms.uvi3.......... <[EMAIL
PROTECTED]>; Asep M. Ilyas <[EMAIL PROTECTED]>; my ciplix <[EMAIL PROTECTED]>;
MR.army <[EMAIL PROTECTED]>; juragan bimo <[EMAIL PROTECTED]>; MR. Galih babang
<[EMAIL PROTECTED]>; MR. twin smp <[EMAIL PROTECTED]>; juragan ebet karadisman
<[EMAIL PROTECTED]>; juragan taufil <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, March 30, 2008 9:52:38 PM
Subject: Fw: Dampak Medis Sholat tahajud
----- Forwarded Message ----
From: Aris Suhendar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; bambang armiadi
<[EMAIL PROTECTED]>; dodi susanto <[EMAIL PROTECTED]>; Een <[EMAIL PROTECTED]>;
hendra setiawan <[EMAIL PROTECTED]>; je <[EMAIL PROTECTED]>; maTul <[EMAIL
PROTECTED]>; Mz baYoe <[EMAIL PROTECTED]>; naya nia <[EMAIL PROTECTED]>;
saRweDi sarwo edi <[EMAIL PROTECTED]>; siska <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, March 30, 2008 12:16:08 PM
Subject: Dampak Medis Sholat tahajud
Dampak Medis Shalat Tahajjud
Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang
yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di
sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi
dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh,
dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa
membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit
kanker.
Tidak percaya?
Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda
melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas,
niscaya Anda terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap
Sholeh. Ayah dua anak itu bukan
'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu
dalam desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud
terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh
Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunolog i"
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor
dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana
Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan
lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya
merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya,
khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan
respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada
imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi
dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan
individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi
(coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar
menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati
wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat,
ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.
Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini
sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini
dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang
selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan
secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi
tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada
pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada
malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345
nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa
diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.
Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini
yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama
(Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian
terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok
Pesantren Hidayatullah, Surabaya . Dari 41 siswa itu, hanya
23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama
sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang
bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai
pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua
rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya,
hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di
Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang
rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang
yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan
ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan
kemampuanindividual untuk menaggulangi masalah-masalah yang
dihadapi dengan stabil.
"Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga
sekaligus
sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi
kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan
motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang
positif dapat menghindarkan
seseorang dari stress,"
Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan
sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat
tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan
ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki
respons imun yang baik, yang kemungkinan
besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan,
berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat
tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai
ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu
mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang
diberikan oleh ALLAH kepadanya.
Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita???????
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena
beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam
penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut
sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.
Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam
dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu
ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan
Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran
menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang
terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji
hitam (Jadam) dan sebagainya.
Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam
maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf
yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak
manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci
otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi
secara yang lebih normal.
Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia
menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di
dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut
bersembahyang yaitu ketika sujud.
Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat
tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat
tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan
oleh Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang
tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima
darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh
karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk
menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah
kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah
dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang
tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam
walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi
sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang
pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal.
Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak
segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui
perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai
dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk
mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah
timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat saat
ini.
Anda ingin beramal shaleh...?
Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim lainnya yang
anda kenal.
Wallohu a'lam bish-showab
Ismaya Jaya
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
Total Access, No Cost.
---------------------------------
OMG, Sweet deal for Yahoo! users/friends: Get A Month of Blockbuster Total
Access, No Cost. W00t
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com