Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?

Jumat, 18 Apr 08 07:00 WIB


Assalamu 'alaikum, pak ustadz.

Saya agak curiga bahwa gerakan Ahmadiyah yang sudah
divonis sesat ini tidak kunjung dilarang di Indonesia.
Jangan-jangan pemerintah kita ini memang diancam oleh
kekuatan asing dan tidak punya nyali untuk
melarangnya.

Bagaimana kita memahami situasi seperti ini pak
ustadz, mohon pencerahannya, syukran jazila

Wassalam

Sarif
[EMAIL PROTECTED]
Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sejak awal mula sejarah berdiri Ahmadiyah,
keterlibatan pihak asing sudah sangat kentara.
Penjajah Inggris memang telah memberikan dukungan
sepenuhnya kepada gerakan ini di India, serta rela
memberikan dana yang tidak terbatas demi tegaknya
dakwah Ahmadiyah.

Padahal seluruh ulama di dunia telah bersepakat untuk
menyebut bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari agama
Islam, karena prinsip dasarnya bertentangan dengan
akidah Islam. Yang utama karena menjadikan Mirza
sebagai nabi dan menerima wahyu.

Namun Ahmadiyah sangat bermanfaat buat penjajah
Inggris saat itu, sebab Ahmadiyah akan membuat jihad
dan perlawanan umat Islam terhadap Inggris akan
mengendor. Dengan keberadaan Ahmadiyah, penjajah tidak
perlu lagi capek-capek menghadapi rakyat, biar saja
rakyat dilawan oleh rakyat juga.

Inggris cukup mengadu domba sesama bangsa India,
sambil memberikan dukungan penuh kepada aliran sesat
Ahmadiyah.

Di dalam buku Tabligh-i-risalat, vol. VII halaman 17,
Mirza menulis:

"Aku yakin bahwa setelah pengikut-pengikutku
bertambah, maka mereka yang percaya pada doktrin jihad
akan makin berkurang. Oleh karena menerima aku sebagai
Messiah dan Mahdi maka sekaligus berarti taat pada
perintahku, yaitu dilarang berjihad terhadap Inggris.
Bahkan wajib atas mereka berterima-kasih dan berbakti
pada kerajaan itu."

Jadi sejak awal Ahmadiyah memang alat yang digunakan
oleh penjajah Inggris untuk meredam jihad dan
perlawanan umat Islam India. Maka kalau sekarang ini
Ahmadiyah terkesan dibackingi oleh negara-negara
besar, rasanya memang ada benang merahnya.

Sebab buat apa lagi pemerintah merasa takut untuk
melarang gerakan Ahmadiyah, kalau bukan karena takut
tekanan pihak asing. Pemerintah SBY sekarang ini sudah
didukung oleh semua ulama, bahkan Badan Pengawasan
Aliran Kepercayaan pun sudah menetapkan bahwa
Ahmadiyah itu sesat. Bola sekarang berada di tangan
pemerintah.

Logikanya, apa sih susahnya mengeluarkan pengumuman
sesatnya Ahmadiyah? Kenapa sebegitu loyo pemerintah
untuk melindungi akidah bangsa ini dari paham sesat
Ahmadiyah? Jangan-jangan ada apa-apanya.

Maka kalau kita kaitkan dengan keterlibatan penjajah
Inggris saat mendirikan Ahmadiyah di India dahulu,
rasanya tidak aneh kalau keberadaan Ahmadiyah ini
memang didukung oleh kekuatan asing, yang membuat
pemerintah kita kelihataan jadi aras-arasan, takut
melarang, atau berlagak pilon, atau entah kenapa, yang
jelas sikap pemerintah yang plin-plan itu sangat
menunjukkan bahwa ada tekanan international dari luar.
Entah siapa mereka.

Empat Negara Asing Menekan Indonesia

Dan logika yang kami sebutkan di atas ternyata
terbukti. Statemen dari pak Nasarudiin Umar yang
menjawab sebagai Dirjen Bimas Islam Departemen Agama
secara tegas telah membenarkan teori itu.

"Memang ada empat negara yang mengimbau agar Ahmadiyah
tak dibubarkan. Yaitu dari Amerika Serikat, Inggris,
Kanada, dan satu lagi saya lupa. Suratnya ditujukan ke
Menteri Agama dan ada tembusannya ke saya." begitu
ujar beliau beberapa waktu yang lalu.

Apa yang diungkapkan oleh pak Nasarudin ini sebuah
pernyataan jelas dan tanpa malu-malu. Dan semua ini
menjelaskan dengan mudah, mengapa sampai hari ini
pemerintah masih 'sakit gigi' untuk melarang Ahmadiyah
secara terbuka.

Meski pak Nanasrudin mengatakan bahwa pemerintah tidak
terpengaruh dengan tekanan itu, namun yang namanya
ancaman tetap saja ada dampak psikologisnya. Semakin
lama pemerintah bersikap plin-plan, maka semakin
membutikan bahwa tekan asing itu memang ada dan
berjalan dengan sangat efektif.

Penjelasan Nasarudin kemudian dikuatka oleh ketua
MPR-RI, Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam salah satu
kesempatan beliau mengatakan bahwa manuver beragam
yang dilakukan oleh pihak tertentu yang menggangap
pembubaran Ahmadiyah sebagai pelangaran HAM dalam
beragama perlu dicurigai, karena dikhawatikan itu
salah satu cara-cara yang dilakukan pihak asing untuk
merusak kedaulatan Indonesia.

"Yang kita khawatirkan itu cara pihak asing untuk
melakukan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia,
melalui pendanaan kepada LSM yang vokal terhadap isu
HAM, "ujarnya.

Pemerintah Wajib Melindungi Umat Islam

Padahal seharusnya pemerintah memikirkan nasib 200
juta umat Islam di negeri ini yang agamanya dirusak,
diobok-obok, dihina dan dilecehkan oleh kekuatan asing
yang anti Islam itu.

Atau jangan-jangan, memang ditunda-tundanya pelarangan
itu disengaja untuk memancing terjadinya tindak
anarkhi berikutnya. Tujuannya agar stigma bahwa di
Indonesia ada Islam ekstrem semakin laku didagangkan
oleh pihak-pihak yang berkepentingan di dunia
internasional.

Mirza Ghulam Ahmad: Tipikal Kaki Tangan Penjajah

Sosok Mira Ghulam Ahmad ternyata tipikal seorang yang
menjilat kepada pemerintah penjajah Inggris. Kita bisa
membuktikan dari tulisan-tulisannya yang menunjukkan
kesetiaan, ketundukan serta penyerahan diri totalnya
kepada sang penjajah.

Padahal dunia tahu bahwa Inggris tidak lain hanyalah
penjajah, yang datang ke India untuk merampas negeri,
mengangkangi sekian banyak asset-asset negeri itu,
melebarkan kekuasaan serta menjadikan kemuliaan
penduduk India menjadi kehinaan.

Namun seorang Mirza malah berpihak kepada penjajah dan
tega mengkhianati saudara sebangsanya sendiri. Dia
adalah seorang kaki tangan penjajah, yang merelakan
dirinya dijadikan alat untuk merobohkan kemuliaan
bangsa India. Dalam beberapa bukunya, kita bisa
melihat bagaimana sesungguhnya sikapnya kepada
Inggris.

Sebagian besar perjalanan hidupku ialah mendukung dan
membela pemerintah Inggris... Saya selalu menganjurkan
agar setiap Muslim haruslah menjadi pengabdi pada
pemerintah ini, dan sanubari mereka janganlah ada
sedikitpun niat meniru-niru perbuatan menumpah-
numpahkan darah oleh Imam Mahdi atau Messiah yang
begitu fanatik memberi ajaran-ajaran bodoh dan
sempit." (Lihat Tiryacal-Qulub halaman 15 blirza)

Di lain tulisan, dia juga mengatakan bahwa bangsa
India seharusnya berterima kasih kepada penjajah
Inggris

"Sesungguhnya tidak menyempurnakan hak atau tidak
berterima kasih kamu pada Inggris berarti tidak
menyempurnakan hak atau tidak berterima-kasih kamu
kepada ALLAH." (Lihat At-Tabligh halaman 41)

Maka sebaiknya pemerintah kita ini segara sadar dan
tahu diri, tidak ada gunanya selalu mengikuti kemauan
asing. Kenapa sih tidak sekali-sekali mandiri dan
punya harga diri.

Jangan mau hanya dijadikan hewan sirkus yang ditabuhi
genderang, lalu berjoget mengikuti irama buatan
penjajah. Kita sudah merdeka sejak tahun 1945, tapi
kenapa mental terjajahnya masih saja melekat. Apakah
karena kita terlalu lama dijajah Belanda?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

taken from www.eramuslim.com

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke