Poligami Lagi
Sunday, April 27, 2008
Allah pernah berfirman bahwa Al-Quran adalah mukjizat yang paling hebat.
Artinya setiap ayat memiliki arti tersurat dan arti tersirat. Di sisi
siratan ini lah banyak ilmu biologi, matematika, fisika dan kimia yang
terpendam. Sejauh ini gua berhasil nemu artikel dari scientist dan dokter
yang berhasil mensistesiskan siratan itu untuk menjawab kenapa babi itu
haram, bahwa di balik surat al kahfi adalah rumus e=mc2 yang ditemukan
Einstein. Kenapa wanita tidak boleh ML ketika haid, kenapa kita harus
disunat, dan lainnya.

Sekarang poligami. Kemarin waktu di Indonesia gua bertemu beberapa teman dan
berdiskusi tentang film ayat-ayat cinta dan buntut-buntutnya ngomongin
poligami lagi. Awalnya gua bingung kenapa Islam yang katanya agama keadilan
membolehkan poligami. Gua mikir, kalo poligami itu dibolehkan, baiklah kita
akan turuti. Tapi kita harus cari tahu kenapa boleh? Ini yang sejauh ini gua
tahu.

Poligami di jaman batu
Dari jaman nabi Sith, rasul Nuh, rasul ibrahim dan seterusnya, Allah
melarangkan menyembah berhala dan memberikan larangan lainnya, tapi tidak
unutk poligami. Bahkan dalam kasus rasul Ibrahim, dia mengawini Sarah dan
Siti Hajar yang kemudian melahirkan rasul Ishak (cikal bani israil - yahudi)
dan Ismail (cikal bangsa arab). Intinya, poligami dari dulu itu, boleh.

Sekarang mari kita lihat kondisi umat manusia di jaman batu di saat manusia
masih menjadi hunter dan nomadic. Di saat ini, kelangsungan hidup klan
adalah segalanya. Mereka hidup dan mati berkelompok dan berjuang mati-matian
mempertahankan kelangsungan darah klan mereka. Pandangan kita pada umumnya
akan manusia gua adalah secara brutal merebut wanita sembarangan dan
menggaulinya. Kalo gua bilang ini pandangan yang salah.

Kita sebut saja 15 keluarga yang menamakan diri mereka son of sam. Samson.
Pria-pria Samson pergi berburu. Secara instingtif, peran mereka sebagai
pencari nafkah membuat mereka berburu. Kenapa wanita tidak berburu? Karena
lemah? Gua liatnya bukan lemah tapi karena di jaman ini anak kecil sangat
bergantung pada ibunya untuk asi dan penjagaan. Akhirnya wanita tinggal di
gua bersama anak. Mereka bias saja membawa anaknya ikut berburu tapi lantas
sang anak akan menangis dan tangisan bayi itu akan membuat para mammoth
kabur. So, wanita tinggal di gua bersama anak.

Tinggal lah pria berburu. Pria berburu berkelompok karena menangkap mangsa
adalah pekerjaan yang paling berbahaya. Tidak jarang dari 15 suami yang
pergi, akan ada yang tertanduk, ada yang terinjak dan ada yang balik
terburu. Pulang berburu, tinggal 10 suami dan klan Samson memiliki 5 janda
yang harus mereka urus.

Lain waktu 10 suami ini kembali berburu. Tewas 3 dan jumlah janda dan yatim
piatu bertambah menjadi 8. Klan Samson akan berpikir janda-janda ini selalu
bisa mereka santuni sampai tua dan mati. Tapi jika tidak dinikahi, klan
mereka akan mati. Tidak akan berlanjut. Akhirnya, 7 suami yang tersisa
menikahi 8 janda itu untuk melangsungkan survivility mereka.

Inti dari analisis di atas adalah, poligami dilakukan manusia dan tidak
dilarang dari awal kehidupan manusia karena dibutuhkan untuk melawan factor
alam yang kejam. Di kala itu, alam adalah musuh semua klan yang membunuh
pria lebih cepat dari wanita. Tidak adanya poligami akan membuat nenek
moyang kita punah dari dulu.

Poligami di Jaman Rasul
Sekarang kita pergi ke jaman Rasul. Era di mana Al-Quran benar-benar
menurunkan secara tersurat bahwa poligami dibolehkan. Untuk yang satu ini
gua akan berhati-hati dan mengikutkan analisis Karen Armstrong. Pada saat
Muhammad menjadi rasul di tanah arab, jazirah itu terpecah oleh puluhan klan
yang saling berperang. Dia sendiri diutus sebagai Rasul penutup umat
manusia. Islam harus berhasil tersebar. Penyebaran ini tidak akan berhasil
jika dia dimusuhi klan lain dan yang lebih parah, semua klan saling
bermusuhan. Perlu adanya kestabilan regional untuk membolehkan islam
berkembang.

Ikatan bisnis tidak berhasil karena Rasul efektif kehilangan semua kliennya
ketika dia mulai menjadi rasul. Padahal sebelum menjadi rasul beliau adalah
saudagar yang kaya. Yang mas kawinnya saja untuk Khadijah ratusan unta.
Sebagai pembanding, harga satu unta = hargsa satu sapi. Coba liat harga sapi
sekarang berapa dan kalikan 200. Nah itu adalah harga mas kawin yang Rasul
berikan pada Khadijah. Bukti bahwa Rasul entrepreneur yang hebat dari
sebelum kerasulannya.

Akhirnya dia memakai poligami. Dia menikahi anak dari beberapa kepala suku
dan orang penting di Madinah dan di Mekah. Ini membuat sang kepala suku
tidak berkutik. Kalo Madinah dia serang, anaknya sendiri sudah efektif ada
di samping Muhammad. Jadi suku ini tidak berani menyerang jika mereka ingin.
Dia menikahi anak dari Abu Bakar, seorang pria terpandang di Mekah. Dia juga
menikahi anak dari Umar, pria yang paling ditakuti di Mekah. Keduanya adalah
orang penting yang dari awal, Rasul telah berhasil sekutukan. Setelah itu
baru beberapa kepala suku. Nelakangan seorang kalifah dari mesir malah
mengirimkan seorang budak sebagai hadiah untuk rasul sebagai tanda
perdamaian. Rasul sendiri berpikir, jika tawaran istri ini dia tolak,
kalifah itu bisa kecewa dan tidak menerima Islam. Akhirnya dia nikahi budak
mesir ini.

Sekilas ini menggambarkan betapa rasul adalah orang yang oportunis. Sama
sekali tidak. Bayangkan saja, kepada dia Allah berfirman bahwa dia adalah
rasul penutup dari semua nabi dan rasul. Itu tugas yang maha berat. Sebaga
perbandingan, Rasul Luth diwahyukan menolong kaum Sodomnya. Rasul Yusuf
diwahyukan menolong kaum kaum mesir. Rasul Muhammad diwahyukan untuk
menyampaikan pesan Allah kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Kerjanya jauh lebih berat. Dia tahu dari awal bahwa this has to work.
This has to work.
This has to work.
Dan menikahi anak dari orang-orang penting adalah langkah yang menstabilkan
siatuasi.

Perang di jaman rasul juga meninggalkan banyak janda. Orang bisa bilang,
jangan dipoligami santuni saja janda-janda itu. Tapi Rasul malah memberi
contoh dengan cara mengawini mereka. Tidak hanya disantuni, tapi dicintai
dan diwarisi juga. Kenapa? Untuk analisisnya gua coba perlihatkan
perbandingan di bawah

Poligami di Jaman Perang Salib (1100-1400)
Perang salib adalah masa di mana umat nasrani dan Islam berperang
memperebutkan Jerusalem. Di saat ini banyak orang yang meninggal. Mari kita
ambil contoh 2 saudagar muda dan 2 janda.

Di Palermo ada orang kaya bernama Roger (beranak 1) dan janda miskin bernama
Maria (beranak 2).
Di Siria ada orang kaya bernama Al-Rujari (beranak 1) dan Siti Maryam
(beranak 2).

Roger dan Rujari baru saling berperang di Jerusalem dan keduanya pulang ke
masing-masing Palermo dan Siria. Kondisi perang ini menyebabkan demografi
Palermo dan siria tidak imbang di mana ada 1 pria untuk 12 wanita.

Roger mengabarkan pada Maria bahwa suaminya meninggal.
Rujari mengabarkan pada Maryam hal yang sama.
Agama Roger tidak membolehkan poligami. Agama Rujari membolehkan poligami.
Roger dan Rujari melihat di masing-masing kota mereka bahwa janda-janda yang
kuat atau memiliki anak yang sudah besar, mampu membuka toko sendiri dan
survive tanpa suami. Masalahnya, sebagian janda lagi adalah miskin. Maryam
dan Maria beranak 2 masih kecil semua dan miskin. Karena agama di Palermo
tidak mengizinkan Roger polgimasi, poligami, Maria rentan dan akhirnya
terjerumus prostitusi. Anak-anak Maria dia berikan pada yatim piatu.

Suatu hari Roger bertemu dengan Maria di rumah bordil dan Maria hamil. Tapi
Roger tidak bisa mengawininya. Selang berapa lama, Roger yang kaya meninggal
meninggalkan warisan 1000 dinar. Berapa anak di Palermo yang beruntung?
Jawaban: 1.

Hanya anak kandung Roger yang hidup dengan lancar di masa perang ini
mewarisi 1000 dinar.
2 anak kandung Maria terpuruk dalam kemiskinan dan harus struggle untuk
hidup.
Anak Maria-Roger hasil bordil juga harus survive seadanya.

Dari sini kita segera melihat kesenjangan sosial di antara 4 orang ini.
Bayangkan dalam skala 1 kota. Bayangkan dalam skala 1 regional.

Rujari memutuskan untuk menikahi Maryam – ini dengan restu dari istri
pertamanya. Dari pernikahan kedua ini, mereka memiliki 1 anak lagi. Selang
berapa lama, Rujari meninggal meninggalkan warisan 1000 dinar. Berapa anak
di Siria yang beruntung? Jawaban: 4.

Anak kandung Rujari mendapat sebagian dari 1000 dinar itu.
Anak kandung Maryam juga mendapat bagian meski tidak banyak. Tapi di masa
perang yang sulit itu, mendapat warisan lumayan.
Anak silang Rujari-Maryam juga mendapat bagian warisan. Masing-masing
memiliki modal untuk hidup dengan merata dan bertetangga.

Apa inti dari kejadian di atas? Intinya adalah bahwa poligami adalah hal
yang manusiawi untuk dilakukan hanya dalam kondisi tertentu seperti perang.
Ketika perang mulai mengganggu keseimbangan demografi ke level yang parah,
di situlah poligami menjadi sesuatu yang lumrah untuk dilakukan. Banyak
menfaatnya. Menghindarkan banyak pihak dari prostitusi. Meratakan
kesejahteraan umat. Menyelamatkan orang dari jurang kemiskinan. Di masa ini,
berpoligami adalah logis.

Poligami di masa kini
Sekarang kita lihat mas-mas di Indonesia yang istrinya sampai 3 di
Indonesia. Entah otak gua yang gak nyampe sampe gak nemu logikanya atau
gimana, tapi kan Indonesia gak perang. Indonesia gak kurang pria. Paling
berapa sih kurangnya pria di Indonesia? Mungkin hanya 1:5. Kita lihat
Somalia, Sierra Leone, Afghanistan, Irak, di sana banyak sekali desa yang
suaminya meninggal semua sehingga dalam satu desa mungkin rasionya 1:15 atau
bahkan 1:20. Ini ancaman serius bagi mereka. Ada 19 wanita yang tidak dapat
jodoh dan ketika mati nanti, populasi mereka bisa susut. Iya kalo semua
janda itu kaya dan mandiri. Kalo miskin, mereka bisa terjerat prostitusi dan
lebih parah lagi, human trafficking. Itu adalah situasi yang sangat keji
yang merupakan impact negative dari perang.

Makanya gua sih bersikukuh dengan apa yang gua bilang di postingan yang
lalu. Kalo kita emang niat melaksanakan poligami sebagaimana Islam
perbolehkan, kenapa gak niat aja sekalian pergi ke Irak. Tinjau desa yang
paling parah dan pilih janda yang paling rapuh.

Kenapa ini tidak dilakukan oleh mas-mas Indonesia? Hell, kenapa ini tidak
dilakukan oleh semua pelaku poligami di muka bumi ini? (Senegal, Maroko dan
negara-negara arab secara legal membolehkan poligami)
Gak mau repot?

Gak punya uang? Kalo kuat beristri 2 kenapa gak kuat beli tiket ke Irak?
Bukankah syarat mutlak poligami adalah kaya?

Sekali lagi, kalo cukup kaya untuk beristri 4, kenapa gak cukup kaya untuk
beli tiket ke daerah perang?

Kalo ngerasa cukup pinter untuk poligami, kenapa yang kayak gini gak
kepikiran? Wanita di Irak ada yang menjadi pelacur dan di Somalia ada
terjerat human trafficking. Tapi pria di Indonesia dan di mana pun malah
memperistri wanita-wanita lokal. Poligami yang mereka lakukan yang ngakunya
adalah ibadah, nyata-nyata tidak menyelesaikan masalah-masalah kritis yang
dialami muslimah di muka bumi yang berbeda.

Alasan-Alasan Berpoligami
Ada pelaku poligami yang pernah bilang dia berpoligami karena tidak ingin
terjadi yang nggak-nggak. Maksudnya, daripada terjadi perselingkuhan dengan
wanita kedua, mending dia peristrikan wanita kedua itu. Bagi gua pribadi,
alasan seperti ini sama saja dengan berkata:
"Hello look at me, I'm too weak to control my penis so I took legal steps to
marry another woman."
Kalo gak mau terjadi perselingkuhan, kalo gak mau melakukan dosa, caranya
gampang. Jangan lakukan dosa.

Ada pelaku poligami yang bilang bahwa poligami ditempuh untuk menutupi
kekurangan dari istri pertama. Bagi gua pribadi ini juga lemah. Kayak
sendirinya gak punya kekurangan aja.

Gua respek sama Aa gym. Gua aktif di milis DT dari tahun 1999-2001 dari
mulai anggotanya cumin 300 sampe pas gua keluar milis itu udah 2000 anggota.
Bahkan sampe dia sudah poligami pun gua masih respek kok. Aa Gym pernah
bilang bahwa niat dia melakukan poligami adalah untuk mencari tahu kenapa
agama membolehkannya. Dia berharap bahwa dengan menjalankannya, dia akan
mengerti kenapa. Well, bukannya mau ngalahin atau bahkan ngajarin Aa Gym
tapi dia kan mampu. Kalo dia mampu umrah tiap tahun, kenapa gak sekalian aja
ke Irak dan cari istri di sana? Kenapa tidak mempelajari aspek
sosio-historis dan sosio-kultur dari poligami seperti yang gua paparkan di
atas? Kenapa bekas model yang dipilih dan bukan janda buntung dari dari
Somalia yang dia pilih? Kalo mau mencintai, seharusnya fisik tidak masalah
bukan?

Ini yang gua masalahin. Ini yang gua challenge. Yang jelas, ini adalah sudut
pandang gua. Ini adalah hasil sintesis gua. Jujur aja ini either kajian gua
akan poligami salah, atau kajian mereka yang salah. Jujur aja, gua pribadi
miliki keyakinan yang cukup tinggi terhadap analisis gua di atas.

Gua sendiri, karena Islam memang membolehkan poligami, ya sudah gua setuju
poligami. Tapi gua bener-bener pelajari dulu kenapa dan ajaran di baliknya.
Kalo suatu saat komposisi di Indonesia sudah menggila, say 1:20 mungkin saat
itu waktu yang baik menurut gue untuk orang-orang berkontemplasi untuk
melakukan poligami. Sebelum kita mencapai level kronis itu, again menurut
gua, either cari janda perang atau tidak usah lakukan sama sekali.

Nah, ini adalah kajian gua. Versi gua. Hasil pemikiran gua yang gua yakini
benar. Waktu gua menyinggung poligami di postingan
sebelumnya<http://suamigila.com/2007/10/bedanya-membaca-dan-mengaji.html>,
ada beberapa santri yang mengecam gua dan menyuruh gua bertobat karena
dikiranya gua gak pantes menganilisis ayat-ayat Al-Quran. Bahwa agama itu
masalah keyakinan. Bagi gua pribadi, keyakinan gua bertambah setiap kali
kita berhasil membuktikan kebenaran ayat-ayatnya. Gua mending hafal sedikit
ayat tapi gua tahu benar kajian dan mukjizat di dalamnya ketimbang hafal
Quran tapi gak mampu mensintesis apa-apa dari ayat-ayatnya. Keyakinan yang
kosong tanpa bukti. Keyakinan yang kalo sampe harus berdebat dengan
orang-orang di luar Islam, gak bisa jawab kenapa Islam menyuruh ini itu.


-- 
Edwin mluvi
Staf Pengendalian Losses & PJU
PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta & Tangerang
Area Pelayanan Serpong
Jl. Raya Serpong BSD sek VIII Tangerang 15310
Telp. +62 21 5372708

Kirim email ke