Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)

Selasa, 3 Jun 08 19:03 WIB

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah
peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang,
1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali
diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok
sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian
dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan
al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan
Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok
sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan
benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat
Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis,
mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan
mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad
mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan
tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad
melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali
perwira-perwira tentara Inggris, para penentu
kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris
seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata
lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung
kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari
banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan
juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok
sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB
adalah:

    * Indonesian Conference on Religion and Peace
(ICRP)
    * National Integration Movement (IIM)
    * The Wahid Institute
    * Kontras
    * LBH Jakarta
    * Jaingan Islam Kampus (JIK)
    * Jaringan Islam Liberal (JIL)
    * Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
    * Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
    * Institut Dian/Interfidei
    * Masyarakat Dialog Antar Agama
    * Komunitas Jatimulya
    * eLSAM
    * Lakpesdam NU
    * YLBHI
    * Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
    * Lembaga Kajian Agama dan Jender
    * Pusaka Padang
    * Yayasan Tunas Muda Indonesia
    * Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
    * Crisis Center GKI
    * Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
    * Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
    * Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
    * Gerakan Ahmadiyah Indonesia
    * Tim Pembela Kebebasan Beragama
    * El Ai Em Ambon
    * Fatayat NU
    * Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
    * Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
    * Koalisi Perempuan Indonesia
    * Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
    * Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
    * Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
    * SHEEP Yogyakarta Indonesia
    * Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
    * Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
    * LSM Adriani Poso
    * PRKP Poso
    * Komunitas Gereja Damai
    * Komunitas Gereja Sukapura
    * GAKTANA
    * Wahana Kebangsaan
    * Yayasan Tifa
    * Komunitas Penghayat
    * Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
    * Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia
(REDHAM) Lombok
    * Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
    * Crisis Center SAG Manado
    * LK3 Banjarmasin
    * Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita)
Sulsel Makassar
    * Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
    * Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel)
Banjarmasin
    * PERCIK Salatiga
    * Sumatera Cultural Institut Medan
    * Muslim Institut Medan
    * PUSHAM UII Yogyakarta
    * Swabine Yasmine Flores-Ende
    * Komunitas Peradaban Aceh
    * Yayasan Jurnal Perempuan
    * AJI Damai Yogyakarta
    * Ashram Gandhi Puri Bali
    * Gerakan Nurani Ibu
    * Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair
dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya
masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan
organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat
insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah
hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi
yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari
sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras
yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang
jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian,
yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang
menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya
bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita
tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang
“aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan
feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu
dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan
ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham
bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia
adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar
HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay
dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama
liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita
tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa
menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini:
ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB
merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi
pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja
Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu
ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu
Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima
penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai
US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan
sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota
AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat
gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis
Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana
demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas,
keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd
sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika,
terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di
berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak,
Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti
ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian
dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan
penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka
silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti
libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota
AKKBB yang sebenarnya menyadari 'The Hidden Agenda' di
balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui
oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan
simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput
kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada
pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu
yang cukup.(bersambung/rz)

taken from www.eramuslim.com

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke