--- On Wed, 25/6/08, Deni Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Deni Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Jangan Takut Jadi Orang Aneh..
To: "ea ea" <[EMAIL PROTECTED]>, "JRC PEMBANGUNAN" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, 25 June, 2008, 9:30 AM








--- On Mon, 6/23/08, Deny Lingga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Deny Lingga <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Jangan Takut Jadi Orang Aneh..
To: "Deny Lingga" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, June 23, 2008, 5:57 PM



























Assalamualaikum wr,wb, 

"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz 

"Apanya yang aneh Pak?" Tanya saya yang fakir ini. 

"Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi 
terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang 
wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang 
ajar malah menjadi pemandangan biasa" 

"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian 
yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu 
antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak 
Ustadz. 

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, 
menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan 
berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah. 

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang 
sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya" 

"Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?" Tanya ibu 
muda itu. 

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi 
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain 
rasanya... 

"Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang 
semestinya seperti itu dibilang "tumben"? 

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah jalan, 
di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja? 

Kenapa orang ke masjid dianggap aneh? 

Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru 
tengah asik nonton sinetron "Intan". 

Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang 
sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara 
panggilan adzan. 

Orang ke masjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan 
mobilnya yang kotor karena kehujanan. 

Ketika hal itu saya ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan 
banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain 
di sekitarmu," kata Pak Ustadz. 

"Keanehan-keanehan" di sekitar kita? 

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti 
akan nampak "aneh" di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan 
mengobrol. 

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh", karena 
masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah sebuah 
lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu. 

Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh di 
tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan 
makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya 
nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat 
orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang di tempat 
shalat. Aneh, bukan? 

Cobalah hari ini shalat Jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid 
masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang 
selesai. 

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh 
di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, 
atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test saja. 

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al 
Qur'an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca 
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya. 

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut 
menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan 
tata nilai serta norma yang benar. 

Jangan takut dibilang "tumben" ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian 
rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur'an (Al A'raf:31) 

Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, 
wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan. 

Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, 
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap 
orang-orang beriman. 

"Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu 
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian 
apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). 
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang 
yang beriman." (Annisaa:103) 

Jangan takut untuk shalat Jum'at/shalat berjama'ah berada di shaf terdepan, 
karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan 
sehingga di jaman Nabi Salallahu'alaihi wassalam para sahabat bisa bertengkar 
cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan. 

"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka 
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli [1475]. 
Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (Al Jumu'ah:9) 

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur'an, 
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk 
saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran 
adalah sebaik-baik perkataan; 

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada 
Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk 
orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33) 

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah 
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali kita 
kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, lenyap donk 
ladang amal kita.... 

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim 
e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau 
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih? 

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong itu 
yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat" (potongan dari hadits yang 
diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar). 

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan 
bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail 
dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya 
sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang 
isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun 
pengirimnya. . 

Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar. 

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh 
ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-you can see. 

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist), meskipun 
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral. 

Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia langka" jika 
memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan 
menyelematkan kita? 

Selamat jadi orang aneh yang bersyari'at dan bermanhaj yang benar... 

 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.4.1/1513 - Release Date: 6/22/2008 7:52 
AM


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.1/1513 - Release Date: 6/22/2008 7:52 
AM


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.1/1513 - Release Date: 6/22/2008 7:52 
AM



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke