Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat
 6 Jul 08 18:34 WIB




Oleh Ihsan Tandjung


Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
sedemikian kuatnya mengkondisikan ummatnya untuk menghayati betapa hari
Kiamat telah dekat. Sehingga dalam suatu khutbah beliau digambarkan
ibarat seorang komandan perang yang memperingatkan pasukannya agar
selalu dalam keadaan full alert alias waspada siaga satu.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ
احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلَا صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى
كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ وَيَقُولُ
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ
السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ’anhu: “Adalah Rasulullah
shollallahu ’alaih wa sallam bila menyampaikan khotbah mata beliau
memerah, suara meninggi dan sangat marah, seakan-akan panglima perang
yang sedang memperingatkan pasukannya dengan aba-aba: “Awas! Berjaga-jagalah 
kalian pada pagi hari dan petang harimu!” dan
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat
diutus (berdampingan) seperti ini.” Dan beliau menghimpun jari telunjuk
dengan jari tengahnya.”(HR Muslim 4/359)


Bayangkan..! Nabi
Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diriwayatkan sebagai memerah
matanya, meninggi suaranya dan berkhutbah dalam keadaan sangat marah...!
Sungguh persis seperti seorang komandan di tengah medan jihad yang
sedang memberi arahan kepada pasukannya. Beliau samasekali tidak ingin
seorangpun pasukannya lengah dalam mengantisipasi gerak musuh. Sebab
kelengahan pasukan bisa menyebabkan musuh berhasil menjebol benteng
ummat dan itu berarti seluruh ummat Islam bakal terancam nyawanya.
Sungguh, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sangat mematuhi arahan Allah 
subhaanahu wa ta’aala di dalam ayat di bawah ini:

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
“Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu (kiamat) sudah dekat 
waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)

Memang sudah sepantasnya kita ummat Islam yang hidup di zaman ini
menghayati bahwa hari Kiamat sudah dekat. Mengapa? Karena bila kita
ingat bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan penutup 
rangkaian nabi-nabi Allah subhaanahu wa ta’aala
berarti kita merupakan penutup berbagai ummat. Bila beliau dijuluki
Nabi Akhir Zaman berarti kita merupakan Ummat Akhir Zaman. Dan
berdasarkan hadits Ringkasan Perjalanan Sejarah Ummat Islam,
kita dewasa ini sedang menjalani kehidupan di babak keempat dari lima
babak yang bakal dilalui ummat Islam hingga menjelang dekatnya
kedatangan hari Kiamat.

تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم تكون 
خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن 
يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن 
يرفعها ثم يكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها 
ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت (أحمد)

”Masa kenabian akan berlangsung pada kalian
dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah
mengangkatnya, setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, 
selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah 
mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa 
masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah 
itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga 
waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan 
mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam 
Ahmad 37/361)

Babak pertama, yaitu babak Kenabian telah berlalu. Ia merupakan masa di mana 
ummat Islam –yakni para sahabat radhiyallahu ’anhum- hidup bersama Nabi 
Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sejak awal beliau diutus hingga berpulang 
ke rahmatullah.

Babak kedua, yaitu babak Kekhalifahan yang mengikuti manhaj Kenabian
juga telah berlalu. Ia ditandai dengan munculnya para khulafa
ar-rasyidin, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan
dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhum.

Babak ketiga, yaitu babak raja-raja yang menggigit
juga telah berlalu. Ia ditandai dengan masa di mana ummat memiliki para
pimpinan yang dijuluki khalifah-khalifah namun pola suksesinya
menerapkan pola kerajaan alias pola oligarkhi atau sistem
waris-mewarisi tahta kerajaan. Mereka dijuluki raja-raja yang menggigit
karena mereka masih ”menggigit” Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.
Babak ini berlangsung sangat lama sekitar 13 abad...! Sejak Bani
Umayyah, Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Ustmani Turki. Ia berakhir pada
tahun 1924 atau 1342 Hijriyyah.

Semenjak babak ketiga berlalu, maka ummat Islam memasuki babak keempat, yakni 
babak raja-raja yang memaksakan kehendak. Babak ini belum berlalu. Kita sedang 
menjalani babak ini. Suatu babak yang sering disebut sebagai the darkest ages 
of the Islamic History. Tanda bahwa babak ini belum berakhir ialah fakta bahwa 
babak kelima, yakni babak kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian belum muncul 
kembali. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
menginformasikan kepada kita bahwa babak penuh keadilan dan kejayaan
Islam tersebut pasti bakal muncul. Kapankah ia akan muncul? Wallahu a’lam 
bish-showwab.

Suatu hal yang pasti, kalau kita umpamakan perjalanan kelima babak
perjalanan sejarah ummat Islam ini sebagai sebuah skenario film, maka
ia sangat layak disebut sebagai film berjudul Akhir Zaman.
Dan kalau kita mengikuti sebuah cerita yang mengandung lima babak dan
kita tahu bahwa kita sudah sampai ke babak keempat, saya kira sudah
sepantasnya kita beranggapan bahwa ini bukanlah masih di awal cerita,
atau di bagian pertengahannya. Namun lebih wajar dikatakan bahwa ini sudah 
menjelang akhir dari rangkaian cerita.

Berarti, saudaraku, tidakkah pantas kitapun mengucapkan apa yang
Allah subhaanahu wa ta’aala telah firmankan di dalam Kitab-Nya: BOLEH JADI 
KIAMAT SUDAH DEKAT WAKTUNYA...!

Marilah kita jauhi sikap santai dan acuh tak acuh
terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman menjelang datangnya Kiamat.
Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan keyakinan kita akan tanda-tanda
menjelang datangnya Kiamat agar kita dapat mengantisipasi dan
menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang bakal –insyaAllah- pasti
terjadi. Semoga Allah subhaanahu wa ta’aala
memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap
tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah
Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
dikutip dari www.eramuslim.com


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke