sabtu,
2 hari sebelum ramadhan, di pojok kantin 
"bulan
ramadhan gimana pak, ga jualan kupat tahu lagi ?" tanya saya, sambil
menikmati kupat tahunya. Lalu si Emang menjawab dengan santai " Ya.., di
rumah aja, ibadah bareng keluarga, sudah 11 bulan dagang, masa 1
bulan buat Allah ga bisa " . 
 
senin,
hari pertama ramadhan, seorang teman yang kesehariannya berjualan es di
salah satu SD di bilangan jakarta timur, menelepon. setelah meminta maaf lahir
bathin, supaya bersih menjalani ramadhannya, beliau bertanya " akh,
kalau ke darut tauhid bandung naik apa ? ongkosnya berapa ya ?" 
"emang dalam
rangka apa ke darut tauhid ?" kata
saya
"saya
cuma ingin rihlah ruhiyah (perjalanan spiritual), kebetulan 1 bulan ini saya
libur dagang, jadi inginnya itikaf di darut tauhid, sampai nanti akhir2
langsung mudik ke solo"
 
dua
dialog itu mengawali ramadhan saya kali ini, mereka bukan disebut ustadz,
tapi kata-katanya begitu menukik ke senaburi, mereka benar - benar memanfaatkan
momen ramadhan, mengalokasikan waktunya untuk ibadah lebih dari bulan lainya,.
 
benarlah
sabda Rasulullah saw, bahwa muslim dengan muslim yang lainnya ibarat
cermin, jika saudaranya kotor, maka saudaranya yang lain
mengingatkan, walaupun tanpa kata - kata langsung. Mereka
yang pedagang kupat tahu dan es, bisa dengan bijak menginvestasikan
waktunya untuk bekal akhirat. Saya ? walau berkemeja, bersepatu,
di temani komputer yang online internet, masih belum setangguh
mereka.
 
kapan
saya bisa mengalokasikan waktu lebih untuk Allah swt ? belum kah tiba saatnya,
atau menanti penyesalan kelak ?
 
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang
beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang
telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang 
sebelumnya
telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas
mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah
orang-orang yang fasik".(QS.57: 16)
 
 
Seperti  seorang penebang pohon, yang selalau
bekerja dengan gergajinya . “hey kenapa tidak di bersihkan dan di asah dulu
gergaji nya, supaya nantinya lebih baik & tajam lagi ?” lalu dengan yakin dia
jawab “ wah, ga ada waktu, nanti kalau berhenti dulu, pekerjaannya ga beres2”. 
Padahal
mata gergaji yang tajam jauh akan lebih efektif dari pada yang tumpul, iya
kan..
 
Begitupun
dalam kehidupan kita, sering kita terus beraktifitas dari pagi sampai petang,
dari hari ke hari, mingu ke minggu, bulan berganti bulan, tanpa mebersihkan dan
mengasah lagi mata hati kita.
 
Ramadhan
waktu yang tepat untuk memberihkan dan mengasah lagi diri kita, sebagai waktu 
jeda, menghimpun tenaga kehidupan. Kalau dalam
pertandingan basket atau petarungan bela diri, ada waktu time out, untuk minum
dulu, mengatur strategi, dan mengatur nafas, maka apalagi permainan kehidupan
ini.yang masalah demi masalah  datang
tiada henti  Kita perlu STOP dulu,  Shit, Thinking, Observing danPlaning untuk 
perjalanan kehidupan selanjutnya
yang lebih baik. Duduk dulu, artinya menurunkan ritme aktifitas, kemudian
mengalokasikan waktu untuk berfikir, kembali mengevaluasi diri dan menata lagi
strategi, mengobservsi berbagai peluang dan alternatif, serta membuat rencana
amal yang lebih baik.
Ramadhan ialah
momen untuk mengkalibrasi kompas kehidupan kita, supaya tetap pada jalurnya,
menuju Allah swt,
 
Wallahu’alam 


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke