Note: forwarded message attached.
--- Begin Message ---KUSRAMANG FAUZI To: PAGOS DNIA/[EMAIL PROTECTED] 26/09/2008 15:23 cc: ABDULLAH/[EMAIL PROTECTED], AHMAD ACCT/[EMAIL PROTECTED], ALBAR SUFIA/[EMAIL PROTECTED], ATUT MULYANA/[EMAIL PROTECTED], AYENG TAUFIK RAHAYU/[EMAIL PROTECTED], BASKORO DWI PUTRO/[EMAIL PROTECTED], BUDI HARTO/[EMAIL PROTECTED], BUDI SUTRISNO/[EMAIL PROTECTED], CANDRA SANGKAYA/[EMAIL PROTECTED], CarAC Eng DNIA/[EMAIL PROTECTED], EKO PUJIONO/[EMAIL PROTECTED], ERLAMBANG GUSBINTORO/[EMAIL PROTECTED], FIRDAUS MUSLIM/[EMAIL PROTECTED], HARIYADI/[EMAIL PROTECTED], IRWANSYAH/[EMAIL PROTECTED], JOKO PRATIKNO/[EMAIL PROTECTED], JOKO SUTORO/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD DHARIUSSON/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD FAJAR/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD RIDWAN/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD TAKWIL/[EMAIL PROTECTED], PAGOB DNIA/[EMAIL PROTECTED], PURNAWARMAN/[EMAIL PROTECTED], RORY GIRINDRA/[EMAIL PROTECTED], SUKIRNO/[EMAIL PROTECTED], SUKWANTO/[EMAIL PROTECTED], SURANTO/[EMAIL PROTECTED], SYAHRUL HAYAT/[EMAIL PROTECTED], TAUFIK HIDAYAT ARDANI/[EMAIL PROTECTED], TEZZA AYODYA/[EMAIL PROTECTED], TQM DNIA/[EMAIL PROTECTED], UTILITYS DNIA/[EMAIL PROTECTED], WIDARWANTO/[EMAIL PROTECTED], WIYATI/[EMAIL PROTECTED] Subject: Re: **ARTI MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN(Document link: PAGOB DNIA) Assalamu'alaikum Wr Wb, "Adakala lidah menyayat hati... terkadang tingkah menyinggung rasa pada saat hari yang Fitri..... mari berma'afan bersama, karena sesungguhnya manusia tempat salah dan dosa, " Mohon Ma'af Lahir & Bathin " * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * MAKNA MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN’ [oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab/dari buku Lentera Hati] "Minal 'aidin wal faizin," demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata *'aidin*, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, *minal 'aidin *berarti "(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali." Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni "asal kejadian", atau "kesucian", atau "agama yang benar". Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dn menemukan "jati dirinya", yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – *al-aidin al-mu'amalah*, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam. Sementara itu, *al-faizin* diambil dari kata *fawz* yang berarti "keberuntungan". Apakah "keberuntungan" yang kita harapkan itu? Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami "keberuntungan" sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73) Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata *fawz*, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna "pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi." Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya. Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya. Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: *Hendaklah mereka meaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang *(QS 24:22). Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan *minal 'aidin wal faizin*. semoga kita dapat kembali mendapatkan jati diri kita semoga kita bersama memperoleh ampunan, ridha, dan kenikmatan surgawi. Amin.[] Wassalamualaikum wr.wb,(DKM Al-Ihsan Permata Depok) Wassalam,, Production Control Dept. Denso Indonesia<DNIA-JKT 14330> Jl.Gaya Motor I No.6 Sunter, Phone : (62-21) 651 2279 Ext. 309/346 Fax : (62-21) 6510566 Nice net : 5064 309, E-mail :[EMAIL PROTECTED] PAGOS DNIA To: UTILITYS DNIA/[EMAIL PROTECTED], FIRDAUS MUSLIM/[EMAIL PROTECTED], IRWANSYAH/[EMAIL PROTECTED], ATUT 09/26/2008 02:50 MULYANA/[EMAIL PROTECTED], RORY GIRINDRA/[EMAIL PROTECTED], PAGOB DNIA/[EMAIL PROTECTED], CANDRA PM SANGKAYA/[EMAIL PROTECTED], WIDARWANTO/[EMAIL PROTECTED], PURNAWARMAN/[EMAIL PROTECTED], EKO PUJIONO/[EMAIL PROTECTED], ERLAMBANG GUSBINTORO/[EMAIL PROTECTED], BASKORO DWI PUTRO/[EMAIL PROTECTED], SUKIRNO/[EMAIL PROTECTED], AHMAD ACCT/[EMAIL PROTECTED], WIYATI/[EMAIL PROTECTED], JOKO PRATIKNO/[EMAIL PROTECTED], JOKO SUTORO/[EMAIL PROTECTED], ALBAR SUFIA/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD DHARIUSSON/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD FAJAR/[EMAIL PROTECTED], ABDULLAH/[EMAIL PROTECTED], AYENG TAUFIK RAHAYU/[EMAIL PROTECTED], BUDI SUTRISNO/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD RIDWAN/[EMAIL PROTECTED], SURANTO/[EMAIL PROTECTED], KUSRAMANG FAUZI/[EMAIL PROTECTED], SUKWANTO/[EMAIL PROTECTED], HARIYADI/[EMAIL PROTECTED], BUDI HARTO/[EMAIL PROTECTED], MUHAMMAD TAKWIL/[EMAIL PROTECTED], CarAC Eng DNIA/[EMAIL PROTECTED], SYAHRUL HAYAT/[EMAIL PROTECTED], TAUFIK HIDAYAT ARDANI/[EMAIL PROTECTED], TQM DNIA/[EMAIL PROTECTED], TEZZA AYODYA/[EMAIL PROTECTED] cc: Subject: Re: **ARTI MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN(Document link: KUSRAMANG FAUZI) Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarokatuh Sedikit Menambahkan... MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN Minal 'Aidin : Orang - orang yang kembali kepada fitrah,artinya setelah menunaikan ibadah shaum selama bulan suci ramadhan dan penghapusan dari segala dosa-dosa selama satu tahun sebelumnya atas keridhoan Allah SWT, Insya Allah kita kembali kepada Fitrah Ilahiyah, seperti bayi yang baru di lahirkan oleh ibunya suci tanpa dosa sedangkan Wal Faizin : Dan orang - orang yang menang,artinya setelah menunaikan ibadah shaum selama bulan suci ramadhan berharap meraih kemenangan, meraih kemenangan maksudnya menjadikan diri sebagai orang - orang yang benar - benar berpredikat Taqwa dalam penilaian dan penglihatan Allah SWT.(La 'allakum tattaquun / Hablum Minallah), semoga kita Minal 'Aidin Wal Faizin.. Amin.., Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Wassalam Ida,S GA Departement Sunter Plant, Ext 297 UTILITYS DNIA To: ANITA MURTI/[EMAIL PROTECTED], NIA KURNIATI/[EMAIL PROTECTED], MURSIDAH/[EMAIL PROTECTED], 25/09/2008 07:55 YUSMIARSIH/[EMAIL PROTECTED], DANIAR METTA/[EMAIL PROTECTED], Service DNIA/[EMAIL PROTECTED], HIKMAWATI/[EMAIL PROTECTED], LILY EKAWATI/[EMAIL PROTECTED], RISKIYAH/[EMAIL PROTECTED], MARDIAH/[EMAIL PROTECTED], NUNUNG DIMYATI/[EMAIL PROTECTED], ENY RUSIDAWATI/[EMAIL PROTECTED], YULIAWATI/[EMAIL PROTECTED], LATIFA NOVIANTI/[EMAIL PROTECTED], LATIFAH JACOB/[EMAIL PROTECTED], ENDANG PURWANTI/[EMAIL PROTECTED], Marketing DNIA/[EMAIL PROTECTED], Nova Yanti/[EMAIL PROTECTED], SUSY NOVA/[EMAIL PROTECTED], MEGA RAHAYU/[EMAIL PROTECTED], DESI RAHAYU/[EMAIL PROTECTED], RENI ROSITA/[EMAIL PROTECTED], YENI TRIANA/[EMAIL PROTECTED], SHE DNIA/[EMAIL PROTECTED], SUSENO TRI WAHYUDI/[EMAIL PROTECTED], IMRON ROSYADI/[EMAIL PROTECTED], INV CONTRL SUNTER DNIA/[EMAIL PROTECTED], ZAINURY/[EMAIL PROTECTED], PUK DENSO/[EMAIL PROTECTED], WAHYU HADI PURNOMO/[EMAIL PROTECTED], YAN SURITAMA/[EMAIL PROTECTED], AGUS PURNOMO/[EMAIL PROTECTED], SP DNIA/[EMAIL PROTECTED], SETIAWAN/[EMAIL PROTECTED], SOFWAN/[EMAIL PROTECTED], IWAN SOFTWAN/[EMAIL PROTECTED], BONDAN/[EMAIL PROTECTED], SUPENI HANDAYANI/[EMAIL PROTECTED], RETNO INDRAWATI/[EMAIL PROTECTED], SRI REJEKI/[EMAIL PROTECTED], SRI WAHYU/[EMAIL PROTECTED], RUSINI/[EMAIL PROTECTED], TQM DNIA/[EMAIL PROTECTED], AGUS SUPRIYATI/[EMAIL PROTECTED], WIYATI/[EMAIL PROTECTED], DARMINI/[EMAIL PROTECTED], PAGOS DNIA/[EMAIL PROTECTED], ASTIANINGSIH/[EMAIL PROTECTED], RITA RULITA RULIYATI/[EMAIL PROTECTED], SUSI ENDANG LESTARI/[EMAIL PROTECTED], EXIM DNIA/[EMAIL PROTECTED], MaintenanceS DNIA/[EMAIL PROTECTED], UTILITYB DNIA/[EMAIL PROTECTED], PAINO SETIAWANTO/[EMAIL PROTECTED] cc: Subject: **ARTI MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN 'Smoga bermanfaat...(^_^) @yoe.. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ UTILITY DEPARTEMEN PT. DENSO INDONESIA Jl. Gaya Motor I Sunter II No.6 Jakarta Utara 14330 Tlp. 62 - 021- 651- 2279 Ext 397 Fax. 62 - 021 - 651 - 0566 Nicet Number 5064 - 397 / 310 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ----- Forwarded by UTILITYS DNIA/DNIA on 25/09/2008 07:48 ----- "Anisa" <[EMAIL PROTECTED] m> 25/09/2008 07:30 ARTI MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN mohon tanggapan dan tambahannya jika ada kesalahan....:) Sekedar sharing, diambil dari blog tetangga. Semoga bermanfaat Rasulullah biasa mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum kepada para sahabat, yang artinya semoga Allah menerima aku dan kalian. Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan. Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat. Kemudian, untuk ucapan minal 'aidin wal faizin itu sendiri tidak pernah dicontohkan, sepertinya itu budaya orang Indonesia. Yang sering salah kaprah adalah ucapan tersebut biasanya diikuti dengan "mohon maaf lahir dan batin". Jadi seolah-olah minal 'aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu. Minal 'aidin artinya dari golongan yang kembali. Dan wal faizin artinya dari golongan yang menang. Jadi makna ucapan itu adalah semoga kita termasuk golongan yang kembali (maksudnya kembali pada fitrah) dan semoga kita termasuk golongan yang meraih kemenangan. Manakah diantara kalimat-kalimat di bawah ini yang benar? A. "Minal 'aidin wal faizin, mohon maaf lahir-bathin" B. "Mohon maaf lahir-bathin, minal 'aidin wal faizin" C. "Semoga kita dimaafkan minal 'aidin wal faizin" D. "Semoga kita minal 'aidin wal faizin" E. Semua benar Kalau kita tadi menyoal tentang asal kata Ied (masdar atau kata dasar dari 'aada=kembali) , sekarang kita mencoba untuk membongkar asal kata 'Aidin dan Faizin. Darimana sih mereka? 'Aidin itu isim fa'il (pelaku) dari 'aada. Kalau anda memukul (kata kerja), pasti ada proses pemukulan" (masdar), juga ada "yang memukul" (anda pelakunya). Kalau kamu "pulang" (kata kerja), berarti kamu "yang pulang" (pelaku). Pelaku dari kata kerja inilah yang dalam bahasa Arab disebut dengan isim fa'il. Kalau si Aidin, darimana? 'Aidin atau 'Aidun itu bentuk jamak (plural) dari 'aid, yang artinya "yang kembali" (isim fa'il. Baca lagi teori di atas). Mungkin maksudnya adalah "kembali kepada fitrah" ("kembali berbuka", pen) setelah berjuang dan mujahadah selama sebulan penuh menjalankan puasa. 'aada = ia telah kembali (fi'il madhi). Ya'uudu = ia tengah kembali (fi'il mudhori) 'audat = kembali (kata dasar) 'ud = kembali kau! (fi'il amr/kata perintah) 'aid = ia yang kembali (isim fa'il). Kalau si Faizin? Si Faizin juga sama. Dia isim fa'il dari faaza (past tense) yang artinya "sang pemenang". Urutannya seperti ini: Faaza = ia [telah] menang (past tense) Yafuuzu = ia [sedang] menang (present tense) Fauzan = menang (kata dasar). Fuz = menanglah ! (fi'il amr/kata perintah) Fa'iz = yang menang. 'Aid (yang kembali) dan Fa'iz (yang menang) bisa dijamakkan menjadi 'Aidun dan Fa'izun. Karena didahului "Min" huruf jar, maka Aidun dan Faizun menyelaraskan diri menjadi "Aidin" dan "Faizin". Sehingga lengkapnya "Min Al 'Aidin wa Al Faizin". Biar lebih mudah membacanya, kita biasa menulis dengan "Minal Aidin wal Faizin". Lalu mengapa harus diawali dengan "min"? "Min" artinya "dari". Sebagaimana kita ketahui, kata "min" (dari) biasa digunakan untuk menunjukkan kata keterangan waktu dan tempat. Misalnya 'dari' zuhur hingga ashar. Atau 'dari' Cengkareng sampe Cimone. Selain berarti "dari", Min juga mengandung arti lain. Syekh Ibnu Malik dari Spanyol, dalam syairnya menjelaskan: Ba'id wa bayyin wabtadi fil amkinah Bi MIN wa qad ta'ti li bad'il azminah Maknailah dengan "sebagian", kata penjelas dan permulaan tempat. Dengan MIN. Kadang ia untuk menunjukkan permulaan waktu. Dari keterangan Ibnu Malik ini, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa MIN pada MIN-al aidin wal faizin tadi menunjukkan kata "sebagian" (lit-tab'idh). Jadi secara harfiyah, minal 'aidin wal-faizin artinya: BAGIAN DARI ORANG-ORANG YANG KEMBALI DAN ORANG-ORANG YANG MENANG. Kesimpulannya? Yang jelas Minal Aidin tidak ada hubungannya dengan Mohon maaf lahir dan bathin. Menggunakan kalimat a, boleh. Memakai kalimat b, silakan saja. Tapi sekali lagi, mohon maaf lahir bathin itu bukan arti minal aidin. Asal jangan memilih c, karena minal aidin tidak pernah bisa memaafkan orang. Tapi pilihan saya adalah d, ini yang paling shahih. Akhirnya, semoga kita minal 'aidin wal faizin. Amin! Taken from : http://www.mail- archive.com/ [EMAIL PROTECTED] ps.com/msg00805. html (Embedded image moved to file: pic22704.jpg)<<attachment: pic22704.jpg>>
--- End Message ---

