--- On Thu, 16/10/08, aghny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: aghny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Menelusuri Gusuran Bursa Buku Kwitang
To: "dian ea" <[EMAIL PROTECTED]>, "ari bl" <[EMAIL PROTECTED]>, "ujang ali" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "dewi roeshani" <[EMAIL PROTECTED]>, "umri" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "a ewink" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, 16 October, 2008, 1:23 PM








 




Subject: FW: Menelusuri Gusuran Bursa Buku Kwitang
 
                                                              
Menelusuri Gusuran Bursa Buku Kwitang

Sebagai pecinta buku bekas (bermutu) saya merasa kehilangan dengan

digusurnya pedagang buku Kwitang, Senen Jakarta Pusat. Di bekas lokasi

terpampang spanduk yang menginformasikan pedagang buku kwitang pidah ke

Bursa Buku

Murah di lantai IV Proyek Senen tak jauh dari lokasi gusuran. Saya pun

menjuju

ke sana dan menjumpai para pedagang yang mulai menggelar buku-buku dan

majalah.

Masih banyak yang belum buka mungkin karena ragu karena pengunjung masih

sepi. Harga buku nampaknya di

 banting karena selama masa transisi ini para pedagang perlu punya

penghasilan

untuk menghidupi asap dapur di rumah. Pengunjung kebanyakan pelajar dan

mahasiswa yang mencari buku berharga miring dan buku-buku yang sukar di

cari di

toko buku.

Rupanya tidak semua pedagang buku Kwitang pindah ke Proyek senen.

Sekitar 50 pedagang memilih pindah ke Mall Jakarta City Center (JaCC), Jl.

Waduk Melati Raya, lantai 3 A belakang Hotel Indonesia. Di Mall JaCC ini,

buku-buku

dan majalah yang ditawarkan juga beraneka ragam dan cukup menarik,

harganya

juga murah. Lokasinya sudah tentu lebih nyaman ber AC pula. Mereka boleh

berdagang dengan sewa kios yang terjangkau yaitu Rp 300.000 untuk dua

tahun. Lumayan

murah, namun mana pembelinya? Sama seperti di Proyek Senen lantai IV,

pengunjung

masih sepi! Tinggallah menginformasikan agar para pencinta buku mengetahui

lokasi ke dua tempat baru ini.

Di Mall memang telah terpampang spanduk besar Bursa Buku

Murah tapi pengunjung mall juga tak seberapa, sehingga yang mampir ke

lantai 3A

dapat dihitung dengan jari. Padahal sekitar 50 pedagang menanti pembeli.

Seperti

biasa Pemda DKI rupanya sudah merasa puas jika para pedagang buku Kwitang

sudah

mendapatkan tempat penampungan, soal sosialisasi rupanya bukan merupakan

kepedulian

mereka.

Nah, apakah mereka bisa dapat bertahan dI lokasi baru jika

masyarakat belum mengetahui keberadaan lokasi baru mereka. Saya khawatir

dalam

satu atau dua bulan lokasi ini akan bubar, bukan karena digusur tapi para

pedagangnya tak punya daya tahan karena sepinya pengunjung. Mampukah

mereka

bertahan satu bulan tanpa penghasilan, sambil harus terus menunggu

pembeli? Kita

mungkin dapat membantu menginfomasikan keberadaan mereka dan para pencinta

buku

masih dapat memilih buku-buku kesukaan mereka dengan harga yang

terjangkau.

Samsuridjal Djauzi

-- 
We do not inherit the earth from our ancestors. We simply borrow it from our 
children




[Non-text portions of this message have been removed]

 














Make the switch to the world's best email. Get Yahoo!7 Mail.


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke