--- On Thu, 23/10/08, anantya sweety <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: anantya sweety <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Trs: [Fwd: Fw: HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI]
To: "ai_Q" <[EMAIL PROTECTED]>, "mba QiQi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL
PROTECTED], "dewi samsung" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, 23 October, 2008, 3:17 PM
--- On Wed, 10/22/08, bintari dwirianti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: bintari dwirianti <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Trs: [Fwd: Fw: HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI]
To: "Dian Fitri Yanti" <[EMAIL PROTECTED]>, "Diah Retnowati" <[EMAIL
PROTECTED]>, "diana-yisc" <[EMAIL PROTECTED]>, "didi" <[EMAIL PROTECTED]>,
"tina toon" <[EMAIL PROTECTED]>, "vidi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ms ari" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Aswin Andriani" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED], "srie" <[EMAIL PROTECTED]>, "tya" <[EMAIL PROTECTED]>, "dewi
NUGRAHENI" <[EMAIL PROTECTED]>, "hari" <[EMAIL PROTECTED]>, "Fitri" <[EMAIL
PROTECTED]>, "fitri" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sumaryono mario" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, October 22, 2008, 11:10 PM
--- Pada Sen, 13/10/08, Susi Malinda <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Susi Malinda <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [Fwd: Fw: HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI]
Kepada: "Virginia Johanis" <[EMAIL PROTECTED]>, "Selvi Hermanto" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Indra Jaya" <[EMAIL PROTECTED]>, "MHR - Marhaen" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Kasman Pandean" <[EMAIL PROTECTED]>, "BINTARI" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Luli" <[EMAIL PROTECTED]>, "Vera Haryanti" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Cenlia Rumawas" <[EMAIL PROTECTED]>, "Evi Rosa Linda" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Bong Sau Liong" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sandjaya Sugianto" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Agustian" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Senin, 13 Oktober, 2008, 2:08 PM
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/--- Begin Message ---
----- Forwarded Message ----
From: Noris Rorah <[EMAIL PROTECTED]>
To: Aaurelia Rere <[EMAIL PROTECTED]>; arisandhy bramaputri <[EMAIL
PROTECTED]>; dwisigit satriyo <[EMAIL PROTECTED]>; edi kusnadi <[EMAIL
PROTECTED]>; faisal zonde <[EMAIL PROTECTED]>; Grace christiana <[EMAIL
PROTECTED]>; harti_tm <[EMAIL PROTECTED]>; komang wiratama <[EMAIL PROTECTED]>;
Miya Sari <[EMAIL PROTECTED]>; ragil firmansyah <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL
PROTECTED]; Sondang marbun <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, September 29, 2008 9:17:13 AM
Subject: FW: HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI
--- On Thu, 9/25/08, Ismayani, Ades <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ismayani, Ades <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: FW: HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, September 25, 2008, 5:20 PM
Regards,
Ades Ismayani
PT. SAP INDONESIA
Kyoei Prince 22nd Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav. 3
Jakarta 10220
P +6221 5724289
D +6221 57987012
F +6221 5724292
[EMAIL PROTECTED]
________________________________
From: Hardjowikarto, Dhany
Sent: Tuesday, 23 September 2008 10:32 AM
Subject: FW: HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI
________________________________
HARUSNYAAKU YANG LAYAK DIKASIHANI
Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpa henti, udara yang biasanya sangat
panas, hari ini terasa sangat dingin. Di jalanan hanya sesekali mobil yang
lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar rumah. Di
perempatan jalan, Umar,seorang anak kecil berlari-lari menghampiri mobil yang
berhenti di lampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja
dia begitu erat melindungi koran dagangannya dengan lembaran plastik.
“Korannya bu !”seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.
Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung
anak sekecil ini harus berhujan-hujan untuk menjual koran. Dikeluarkannya satu
lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil
untuk mengulurkan lembaran uang.
“Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang.
”Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca”,
jawab si ibu.
Si Umar kecil itu tampak terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu
yang dia terima, ”Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran
silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak
bisa menerimanya”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.
Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut mukanya tampak kesal,
dengan cepat dinaikkannya kaca mobil. Dari dalam mobil dia menggerutu ”Udah
miskin sombong!”. Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna
hijau. Meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda tanya .
Umar berlari lagi kepinggir, dia mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding
ruko tempatnya berteduh. Tangan kecilnya sesekali mengusap muka untuk
menghilangkan butir-butir air yang masih menempel. Sambil termenung dia menatap
nanar rintik-rintik hujan didepannya,
”Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku”, gumamnya lemah.
Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh
di emperan ruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai
lapar. Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan
bersungut-sungut turun dari mobil menuju tempat sampah,
”Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk”, dengan penuh
kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan
beranjak kembali masuk ke mobil.
Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.
”Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang
untuk saya makan”, pinta Umar dengan penuh harap.
Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil didepannya. Harusnya dia bisa saja
mengambilnya dari tong sampah tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas
kasihan dari dalam hatinya.
“Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau”
”Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya,
boleh khan pak?, tanya Umar sekali lagi.
”Bbbbbooolehh”, jawab pria tersebut dengan tertegun.
Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai
makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih
memandanginya.
Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan
perasaan berkecamuk didekatinya Umar.
”Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil
makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap
wajah anak kecil didepannya dengan penuh perasaan kasihan.
”Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya
makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat
bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga,
dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya ”, jawab si anak sambil
membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.
Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa.
”Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku
ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu
menolaknya”.
Si anak kecil tersenyum dengan manis,
”Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan
sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan
gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih
layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan
hanya akan jadi makanan tikus.”
”Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan
lebih nikmat dengan makan di restoran dimana aku yang akan mentraktirnya”, ujar
sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak didepannya berfikir
keliru.
Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,
”Bapak !, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini.
Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya”, Umar memperbaiki posisi
duduknya dan berkata kembali,
” Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa
cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat
hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya
kembali dikemudian hari.”
Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki didepannya
untuk berpamitan. Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,
”Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan
harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir
saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan
kebahagiaannya”.
Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil didepannya yang
sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.
”Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani,
karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini”
Selamat Menjalani Hari Dengan Penuh Rahmat
CahyanaPuthut Wijanarka
(People Developer)
STARPOWERFULL EMOTIONAL INTELLIGENCE (QUOTIENT) AT WORK with Cahyana Puthut
Wijanarka
Wednesday and Thursday, 5-6 November 2008 at Pearl Garden Resort Apartment
Level B1-B2 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 5-7 Jakarta 12930
For Register, please contact:
Christin
3B CONSULTING
021 3254 0102 / 0856 8935 700
www.3b.co.id
--- End Message ---