Judulnya Usil
Selasa, 11 November 2008 14:28
Putri sulung saya bilang, "teman teteh mengaku gerah kalau lihat teteh pakai
jilbab terus. Katanya, pasti dia nggak tahan kalau pakai jilbab". Kemudian saya
tanya, "teteh merasa gerah nggak?" jawabnya, "Ya nggak lah, aneh ya, teteh yang
pakai jilbab kok teman yang gerah". Kemarin,
saat berada di Jogja Islamic Book Fair, banyak pengunjung pameran yang
mengenakan cadar (penutup wajah). Seorang teman sempat bertanya, “repot
nggak ya kalau mau makan?” “bagaimana kita tahu kalau dia tersenyum
atau tidak?”. Ini soal keyakinan, adapun soal repot atau tidak, bukan
urusan kita. Buktinya mereka masih bertahan dengan cadarnya itu.
Lain lagi dengan para lelaki yang senang mengenakan celana ngatung
alias celana yang menggantung, ujung celananya hanya sampai kira-kira
sepuluh centimeter di atas mata kaki. Teman yang lain berkomentar,
“betah ya mereka pakai celana begitu, kan nggak semua tempat pantas
dikunjungi dengan celana model seperti itu”.
Sebenarnya, orang yang mengenakan celana ngatung itu terlihat nyaman dan
santai-santai saja. Problemnya justru ada di teman yang berkomentar itu, orang
lain yang pakai celana ngatung, kenapa dia yang merasa tidak nyaman. “Nggak
betah melihatnya,” komentar tambahannya.
Di tempat lain, sering terlihat orang-orang yang di jalan raya
sambil menenteng tas besar berisi beragam produk. Berjalan kaki sambil
dipayungi terik matahari, mengenakan kemeja lengan panjang plus dasi!
Ada lagi yang berkomentar, “Keren nggak, gerah iya. Panas-panas di
jalan raya masih pakai dasi…”
Jalan raya dan tempat-tempat umum lain, layaknya catwalk. Di
kantor, di rumah sakit, sekolah, kampus, jalan raya, bis kota, ruang
pameran dan tempat lainnya terdapat jutaan peraga busana dengan aneka
ragam model penampilan. Kita sering berperan sebagai tim penilai,
padahal kita sendiri tengah dinilai.
Kadang, tanpa disadari mulut ini sering usil dan dengan mudahnya
mengomentari penampilan orang lain. Apa saja yang terasa ganjil di mata
selalu menjadi sasaran mulut jahil ini untuk berkomentar, memberi
penilaian layaknya juri lomba fashion. Orang lain yang pakai jilbab,
kita yang gerah. Melihat orang pakai baju bolong-bolong, kita yang
malu. Ada yang jenggotnya panjang, kita yang geli, dan orang lain yang
senang pakai dasi justru kita yang pusing.
Memang tidak sedikit orang yang belum memahami soal estetika dalam
berpenampilan. Dalam pemilihan model, baik model pakaian maupun
aksesoris yang menempel di tubuh, termasuk rambut. Ada yang ingin jadi
trendsetter ada pula yang follower,
tidak peduli pantas atau tidak. Begitu pula soal pilihan warna, sering
sekali berseliweran orang dengan warna pakaian yang tidak cocok dengan
warna kulitnya.
Tapi kalau mau jujur, yang aneh itu sebenarnya bukan orang-orang yang sering
dianggap salah kostum –saltum-
itu. Sesungguhnya yang aneh adalah orang yang banyak komentar soal
penampilan orang lain, seolah tidak ada hal lain yang lebih layak untuk
dipikirkan atau dikomentari. Sayang sekali energi dihabiskan untuk
menilai orang lain sementara yang bersangkutan tidak peduli dan tetap
percaya diri dengan penampilannya.
Lebih aneh lagi, karena pada saat yang sama, kita sering lupa
menilai penampilan diri sendiri, apakah sudah cukup pantas, rapih, dan
enak dipandang. Saking sibuknya menilai penampilan orang lain, padahal
orang lain pun sebenarnya tengah menilai penampilan kita yang juga tak
sedap dipandang. Jadilah orang aneh menilai orang aneh.
Memilih dan menentukan penampilan biasanya orang memertimbangkan dua
hal, kepercayaan diri dan selera orang. Di dalamnya termasuk soal
estetika, kepantasan, trend dan mode, dan lain sebagainya. Namun
seringkali hanya satu dari dua hal tadi yang dijadikan dasar, ada yang
mengandalkan rasa percaya diri, tidak peduli orang suka atau tidak. Ada
pula yang menuruti selera orang, masa bodoh pantas atau tidak di tubuh
sendiri.
Jadi yang lebih baik bagaimana? Percaya diri boleh, juga jangan
terlalu menuruti selera orang. Masukan dari orang lain diseimbangkan
dengan proporsi tubuh dan yang pasti daya beli. Hormati saja penampilan
orang lain, toh belum ada yang mengusik penampilan Anda kan?
Yang lebih penting dari itu, sebelum banyak komentar soal penampilan
orang, lihat dulu diri sendiri. (gaw)
taken from www.warnaislam.com
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/