--- On Thu, 11/12/08, agus sofyan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: agus sofyan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [bobotoh] Ditilang Polisi dan Polisi itu adalah Temanku
To: "aan tetran30" <[EMAIL PROTECTED]>, "aban hendra" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"aghny" <[EMAIL PROTECTED]>, "andri uwiw" <[EMAIL PROTECTED]>, "bambang 
armiadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "edwin ardiansyah" <[EMAIL PROTECTED]>, "elis 
tetrans" <[EMAIL PROTECTED]>, "ewok cantique" <[EMAIL PROTECTED]>, "Fitrie 
cute" <[EMAIL PROTECTED]>, "gita Cute" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED] 
cinta" <[EMAIL PROTECTED]>, "nur cahya (ian)" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "Farra imoet" <[EMAIL PROTECTED]>, "Gagan Setiawan" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "galih senjaya" <[EMAIL PROTECTED]>, "tebo gering" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Fajar Ikhsan hanif" <[EMAIL PROTECTED]>, "ridwan emoch" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "kaori ozora" <[EMAIL PROTECTED]>, "Nandang ade kusumah" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "lenny" <[EMAIL PROTECTED]>, "lenny lenny" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"lia siti" <[EMAIL PROTECTED]>,
 [EMAIL PROTECTED], "mba naya Sp part" <[EMAIL PROTECTED]>, "umi um riyah" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "umi um riyah" <[EMAIL PROTECTED]>, "tya samsung" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "vera minar" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, 11 December, 2008, 3:00 PM










----- Forwarded Message ----
From: JG Asia Afrika <[EMAIL PROTECTED]>
To: BOTN Persib Bandung <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 11, 2008 2:42:06 PM
Subject: [bobotoh] Ditilang Polisi dan Polisi itu adalah Temanku











 

Dr tetangga sebelah :
Mudah2-an bisa jadi bahan renungan...

Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono 
segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu 
perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup 
lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati 
Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang 
garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus 
saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya 
sambil terus melaju.

Prit! Prit! 

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono 
menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion 
ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jon." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah."
"Oh ya?"
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala 
sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu 
merah di persimpangan ini."

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. 
Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup 
kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa 
saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan 
penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata 
Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di 
sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama 
sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan 
atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan 
Bobi.

"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. 
Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu 
merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa 
bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah 
tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai 
seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan 
pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan 
agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah 
meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi 
perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan... ....
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa 
jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, 
jalanilah dengan penuh hati-hati.
 
Drive Safely Guys..
 
 
 


















 

 


Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!  















      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke