--- On Tue, 16/12/08, agus sofyan <[email protected]> wrote:
From: agus sofyan <[email protected]> Subject: Fw: [smktelkom12] 7% To: "aan tetran30" <[email protected]>, "agus Cikarang" <[email protected]>, "aban hendra" <[email protected]>, "aghny" <[email protected]>, "andri uwiw" <[email protected]>, "bambang armiadi" <[email protected]>, "edwin ardiansyah" <[email protected]>, "elis tetrans" <[email protected]>, "bayu nugroho" <[email protected]>, "ewok cantique" <[email protected]>, "Fitrie cute" <[email protected]>, "gita Cute" <[email protected]>, "Ian Cahya" <[email protected]>, "i...@kal cinta" <[email protected]>, "nur cahya (ian)" <[email protected]>, [email protected], "Farra imoet" <[email protected]>, "Pudjie Destari" <[email protected]>, [email protected], "elis tetrans" <[email protected]>, "ridwan emoch" <[email protected]>, "Fajar Ikhsan hanif" <[email protected]>, "galih senjaya" <[email protected]>, "tebo gering" <[email protected]>, "i...@kal cinta" <[email protected]>, "kaori ozora" <[email protected]>, "Nandang ade kusumah" <[email protected]>, "lenny" <[email protected]>, "lenny lenny" <[email protected]>, "lia siti" <[email protected]>, "umi um riyah" <[email protected]>, "Rafie anie" <[email protected]>, "umi um riyah" <[email protected]> Date: Tuesday, 16 December, 2008, 6:36 PM ----- Forwarded Message ---- From: kaori ozora <[email protected]> To: naya nia <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; ayah <[email protected]>; [email protected]; eko sukoco <[email protected]>; agus GSI <[email protected]> Sent: Tuesday, December 16, 2008 5:43:48 PM Subject: Fw: [smktelkom12] 7% Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, "Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu". Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu. Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA" Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut. Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?" Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik" "Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri " Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan memforward cerita ini. Bila anda termasuk sisa 7% yang akan memforwardnya, lakukanlah dengan memberi judul 7% pada titlenya. Saya termasuk yang 7% tadi, ingatlah saya akan selalu ada untuk berbagi sendok dengan anda! Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

