Sebenernya ini adalah salah satu bukti kemerosotan yang terjadi di sekolah kita. Saya bener2 kesel ngebaca masalah ini. Inilah bukti
dari yang sering saya dengar dan perbincangkan dengan rekan2 alumni tentang jeleknya mental anak2 sekolah kita sekarang. Yang jelas saya akan sekuat tenaga menyebarkan berita ini dan membuat solusinya. Bu Sri adalah salah satu guru favorit saya, beliau adalah anak pembangunan sejati. Mulai dari sekolah sampai mengajar di pembangunan. Bersama pak Toyo, pak Ejon dan guru2 tetrans lainnya, beliau meletakkan pondasi yang benar pada anak didiknya. Termasuk saya yang pernah menerima bimbingan bahwa mental adalah segalanya bukan cuma otak. Rasanya memang pantas kalau kebanggaan saya pernah sekolah di sini sudah luntur, pihak perusahaan saja sekarang sudah mengesampingkan nama pembangunan dan memilih sekolah favorit lain. Dan alumni pun sudah malas mengurusi nama baik sekolah karena memang nama pembangunan udah ga ada yang ada SMK 1 dan sekarang udah kayak SMA. Saya berharap ada orang2 seperti pak Yayat yang mampu menegakkan prinsip yang benar dan membasmi segala penghalangnya. Kualitas sekolah harus dikembalikan, jangan takut sama siapa pun kalau kita benar. Pejabat sekali pun harus dilawan jangan dibiarkan. Semoga guru2 yang ada di sekolah berani melakukan ini.

