Alhamdulillah ...masih normal.

nice info gan...hehehe

--- On Thu, 4/16/09, mukti sw <[email protected]> wrote:

From: mukti sw <[email protected]>
Subject: ++Teknik Transmisi++ Test ALZHEIMER - Coba saja
To: "tetrans" <[email protected]>
Date: Thursday, April 16, 2009, 1:08 AM











    
            
            


      
      






 
 


 







   

   

















Silakan coba Test
ALZHEIMER gratis!!!!*



1. Temukan huruf "C" di bawah. Jangan
gunakan bantuan cursor.



OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O



 

2. Jika anda telah menemukan huruf "C",
sekarang temukan angka "6" di bawah.



9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999

9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999

9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999

9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999

9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999

9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999



 



3. Sekarang temukan huruf "N" di bawah.
Ini agak lebih sulit.



MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM

MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM

MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM

MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM

MMMMMMMMMMMMMMMMMMM

 



4. Sekarang temukan
huruf "O" di bawah. Ini agak lebih sulit.

QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ

QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ

QQQQQQQQQQQQQQQQQQ

QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQ

QQQQQQQQQQ

QQQQQQQQQQQQQQQQQOQ QQQQQQQQQQQQQQQQ

QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQ

QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ

 



5. Sekarang temukan huruf "I" di bawah.
Ini agak lebih sulit.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLI

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL

LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LL



Ini bukan gurauan, fren 

Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa batalkan rencana kunjungan 
ke ahli neurologi

Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer. Selamat !



For your info

Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak 
yang kompleks dan
progresif. Penyakit Alzheimer bukannya
penyakit menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan
daya ingat yang parah
sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri.



Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai dengan 
melemahnya kemampuan
bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya ingat, kemampuan mempertimbangan, 
adanya
perubahan kepribadian dan tingkah
laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani penderita dan juga 
anggota keluarga
yang perlu menjaga dan merawatnya. Menurunnya fungsi ingatan juga memengaruhi 
fungsi
intelektual dan sosial penderitanya. Sumber
penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan karena proses penuaan. 
Sebagian ilmuwan
memperkirakan bahwa kepikunan ini berkaitan
dengan pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal menjadi semacam 
serat.



Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. 
"Pada usia
sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen untuk menderita penyakit ini 
dan risiko ini
meningkat dua kali lipat setiap lima
tahun,"menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat 
Pengobatan
Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther
Ebeenezer.  Meskipun kepikunan seringkali dikaitkan dengan
usia lanjut, namun
terbukti bahwa penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi adalah seorang 
perempuan berusia awal 50
tahunan.



Sejarah Alzheimer

Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini,
dinamakan Alzheimer
sesuai nama penemunya. Alzheimer
menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya mengerut, bahkan 
dipenuhi gumpalan protein
luar biasa yang disebut plak amiloid
dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary). Amiloid protein yang 
membentuk sel-sel plak
protein tersebut, dipercaya menyebabkan
perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang 
berfungsi
menyampaikan pesan dari satu neuron
ke neuron lain terpengaruh.



Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak seterkenal 
penyakit yang
lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau pun penyakit 
jantung.
Mungkin karena gejala penyakit
Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi yang dapat dipantau 
melalui
pemeriksaan tekanan darah.  Penyakit Alzheimer tidak terdeteksi karena adanya 
anggapan bahwa
sering lupa adalah hal yang
wajar dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal mungkin saja 
"sering lupa" tersebut
merupakan tanda awal penyakit Alzheimer.



Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah mantan Presiden 
Amerika Serikat
yang ke-40, Ronald Reagan mengemukakan keadaan dirinya dalam suratnya yang 
tertanggal
 5 November 1994 . Penelitian klinis terbaru menunjukkan
bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3 dapat memperlambat laju penurunan 
fungsi
kognitif penderita Alzheimer ringan.



Gejala dan tingkat keparahan penyakit:

Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan
kunci, lupa mengambil
uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa nomor telepon atau tidak 
ingat mana obat yang
setiap hari biasa dimakan.



Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula dalam 
minuman, garam dalam masakan
atau lupa bagaimana cara mengaduk gula di dalam gelas.



Pada tingkat yang parah, penderita  sudah tidak mampu melakukan hal-hal 
mendasar seperti mengurus
diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan sekitar rumahnya, tidak mengenali 
rekan-rekan
atau anggota keluarga terdekat.



Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat 
untuk berinteraksi
atau hobi yang pernah diminatinya. Penderita tingkat menengah atau parah dapat 
menunjukkan
tingkah laku aneh, seperti menjerit,
terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau orang tersebut ke WC.



Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi seperti mendengar 
suara atau bisikan
halus, atau melihat
bayangan menakutkan. Penderita juga
kadangkala berjalan mondar mandir
tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita biasanya akan lebih 
banyak tidur di siang
hari dan terus terjaga pada malam
hari. Keadaan tersebut
secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat atau anggota 
keluarga yang harus
waspada menjaga penderita selama
'36 jam' sehari.



Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang paru-paru atau 
pneumonia karena mereka
tidak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik lainnya. Yang menyedihkan, 
adalah bahwa orang yang
sakit itu sendiri tidak memahami
apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita 
buruknya penyakit Alzheimer ini,
tidak dapat disembuhkan. Tetapi,
gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Obat-obatan yang diberi 
pada tingkat awal,
dapat membantu ingatan penderita
seperti fungsi kognitif, aktivitas dan tingkah laku sehari2.



Prevalensi

Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia menderita 
penyakit ini. Pada
tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di
atas 60 tahun atau 10
persen penduduk dunia menderita Alzheimer. Peningkatan jumlah penderita 
Alzheimer
berkaitan dengan meningkatnya jumlah
warga dunia yang berusia lanjut,  dan semakin panjangnya usia atau masa hidup 
warga dunia.
Usia hidup perempuan meningkat hingga mencapai usia 80 tahun dan
laki-laki mencapai usia 75 tahun.  Selain itu, faktor pemeliharaan kesehatan 
yang
semakin baik dan menurunnya tingkat
kelahiran.



 Orang yang berisiko menderita
Alzheimer:

* Penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun

* Penderita diabetes

* Kurang berolahraga

* Kadar kolesterol yang tinggi

* Faktor keturunan - memiliki keluarga yang menderita Alzheimer  pada usia 
50-an. 










*****
"This message is intended only for recipients who are authorized to receive it. 
It contains confidential and/ or legally priveleged information belong to PT 
INDOSAT Tbk ("INDOSAT"), therefore the authorized recipients shall  protect 
this confidential information disclosed pursuant to provisions of Indosat's 
policy.
If you are not a valid recipient of this message, please delete it from your 
system and/ or destroy all of the tangible material produced from the 
information herein together with all copies or reproductions thereof and notify 
the sender immediately. 
Please also be notified that any disclosure, copying, distribution or taking 
any action based on the contents of this message is strictly prohibited and may 
be unlawful".
*****



      

        Get your new Email address!  

Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke