Bahaya Facebook
Posted on March 12, 2009 by Bakhtiar
Foto:
GoogleSUMBER:GOOGLEhttp://www.detikinet.com/read/2008/12/05/132535/1048661/323/jutaan-pengguna-facebook-jadi-target-koobface
Ketikan Koobface di Google ! Anda akan
dapatkan bahwa itu adalah nama virus yang berbahaya jenis worm,
targetnya adalah Facebook member’s.
Informasi lebih lengkapnya ada di bawah ini :
PRODUSEN solusi sekuriti McAfee mengungkapkan, Facebook telah
terinfeksi virus bernama Koobface. Virus itu mampu mencuri informasi
seperti data kartu kredit pengguna Facebook.
“Para pengguna Facebook harus tetap menerapkan prinsip komputasi
aman yang sudah diajarkan sejak 10 tahun silam, yakni jangan pernah
membuka attachment dari e-mail yang dikirimkan orang tidak dikenal,”
ujar peneliti McAfee Inc Craig Schmugar.
Ketika PC seorang pengguna Facebook sudah terinfeksi Koobface, maka
Koobface membaca daftar teman pengguna tersebut. Koobface kemudian
menggandakan diri dengan cara mengirimkan e-mail berisi salinan dirinya
ke teman-teman pengguna yang telah terinfeksi. Proses penggandaan itu
tentu saja tidak diketahui pengguna karena berlangsung secara otomatis
dan rahasia.
Reaksi berantai pun terjadi. Penggandaan dan infeksi terus terjadi
ketika pengguna Facebook yang lengah membuka attachmentyang berisi
virus tersebut. Pengguna yang awam kesulitan mendeteksi ancaman virus
itu karena virus tersebut menyamar sebagai file bernama
flash_player.exe.
“Virus itu membujuk pengguna untuk mengklik attachment itu dengan
mengatakan bahwa Flash Player pengguna sudah ketinggalan zaman. Ketika
update palsu yang mengaku berasal dari Adobe System Inc. itu diklik,
maka PC pengguna pun terinfeksi.
Ketika pengguna Facebook telah terinfeksi, maka setiap kali pengguna
mencoba membuka situs-situs pencarian seperti Google, Yahoo, MSN,
Live.com, maka pengguna diarahkan situs-situs lain yang telah
terkontaminasi.
Juru bicara Facebook Barry Schnitt mengaku sudah mengetahui
penyebaran virus Koobface melalui situs jejaring sosial tersebut.
Schnitt pun mengakui bahwa sejumlah kecil pengguna Facebook sudah
terinfeksi.
“Beberapa virus lain juga sudah mencoba menggandakan diri melalui Facebook,”
tandas Schnitt.
Schnitt menambahkan, ini bukan upaya pertama dari virus Koobface
untuk menyebarkan diri melalui Facebook. Pada Agustus silam, varian
pertama virus Koobface sudah mencoba menyebarkan diri melalui situs itu
tapi berhasil ditumpas oleh Facebook.
Schmugar mengungkapkan, situs jejaring sosial menjadi wahana baru
untuk penyebaran virus karena pengguna situs jejaring sosial cenderung
menurunkan kewaspadaan ketika menerima attachmentdari sesama pengguna.
Sebab, mereka beranggapan situs-situs jejaring sosial memiliki sistem
keamanan cukup kuat.
Sebagai contoh adalah Facebook. Situs jejaring sosial itu
mengharuskan pengirim pesan lebih dulu menjadi anggota sebelum dapat
mengirimkan pesan dan orang yang tidak menjadi anggota Facebook tidak
dapat membuka data anggota Facebook. Sistem sekuriti itu membuat para
pengguna Facebook yakin bahwa virus tidak akan dapat menyebar melalui
Facebook.
Namun, fakta berbicara beda. Salah seorang pengguna Facebook yang
terinfeksi Koobface adalah Chief Executive Officer RLM Public Relations
Richard Larmer. Dia mengaku sudah membuang PC-nya yang terinfeksi
Koobface.
“Komputer saya hancur setelah terinfeksi Koobface,” ucap Larmer.