Assalamu'alaikum wr wb

Kenapa 2/3 dari bakti anak ditujukan
pada sang ibu, sementara ayah hanya 1/3nya ?, apa yang terletak di bawah telapak
kaki ayah, yang bisa mengalahkan yang ada di bawah telapak kaki ibu?
 
Satu diantara jawabannya, telah
Allah swt informasikan dalam Al-Qu’ran, 
 
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua
ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,
sehingga apabilah ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia
berdo'a. 
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang  Engkau berikan 
kepadaku dan kepada ibu bapakku
dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah
kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. 
Sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri.” (QS Al-ahqaaf 46:15)

Setelah perintah berbuat baik pada ibu bapak, Allah secara spesifik menyebutkan
sosok ibu, yang dengan susah payah mengandung anaknya berbulan bulan, membagi
asupan makanannya beratus kali dengan sang janin, kehilangan kenyamanan karena
perut yang membesar, yang tak bisa disimpan atau dititipkan ke orang lain
barang sedetik, kemudian setelah pengorbanan itu, dengan perjuangan yang tak
kalah beratnya, ibu melahirkan sang anak, tak hanya menguras energi yang amat
besar dan sakit yang membuatnya menjerit, tapi lebih dari itu, juga membawa
pada garis tipis antara hidup dan mati. Walaupun hari ini, mungkin teknologi 
cesar
mengecualikannya. Setelah perjuangan antara hidup dan mati itu usai, dan sang
ibu menjadi pemenangnya, lemas, sakit bahkan darah yang masih hadir, seakan
lenyap seketika, berganti dengan cinta dan kesyukuran saat menimang buah
hatinya. Hari – hari setelahnya adalah proyek besar, 24 jam sehari, 7 hari
seminggu, menjaga, membesarkan dan mendidik sang anak. Dari mulai memberinya
nama yang indah, menyusui, mengganti popok, memandikan, mendidik hingga
menikahkan. 
 
Sebetulnya, dengan ayat ini saja,
sudah cukup kita untuk percaya akan pengorbanan sang ibu, dan berbakti padanya.
Tapi pernah suatu saat, saya iseng bertanya pada ibu , “Mah.., emang sakit ya 
kalo
melahirkan…?pasti perlu perjuangan berat…” lalu ibu menjawab ringan tapi amat
berbobot “emang.., tapi jauh lebih berat membesarkan dan mendidiknya..!”
 
Hampir disetiap undangan
pernikahan yang saya hadiri, sosok ini selalu menangis ketika anaknya sah 
menjadi
suami istri, kenapa ? kenapa tangisannya seakan lebih suci, haru dan menyayat
kalbu, di banding tangisan sosok bapak, atau saudara dan tamu yang lainnya. 
Apakah
gembira karena 1 dari 3 tugasnya telah ditunaikan ?
 
Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya kewajiban
orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama memberi nama
yang baik ketika lahir. kedua mendidiknya dengan al-Qur'an dan ketiga 
menikahkannya
ketika  dewasa."*
 
Saya kira bukan hanya itu, tapi  anak yang dulu ia kandung berbulan bulan itu,
anak yang dulu membuatnya tak tidur karena tangisannya sepanjang malam tak
terbendung, anak yang dengan bandelnya kembali dengan baju kotor disore hari,
anak yang dengan kemanjaannya minta di belikan mainan ini dan itu, anak yang
setiap hari ia siapkan makanan dan mimumnya itu, kini telah “berpindah tangan”.
Bukan ia tak mau, karena kebahagiaan anaknya adalah kebahagiaannya pula, dan 
kesedihan
anaknya ialah  kesedihannya juga, meskipun
belum tentu sebaliknya, ketika bahagia, sang anak sering lupa pada jasa-jasa
ibu bapaknya, dan baru mengadu ketika kesedihan menerpanya.
Sekali lagi bukan karena itu-
tetesan air mata keridhoan dari sang ibu- ketika anaknya menikah, karena anak
yang ia curahkan pengorbanan sepenuh jiwa raga itu, anak yang di didiknya
bertahun-tahun itu, kini seakan lepas dari dekapan, hari – hari kedepan, yang
terbayang adalah sedikit demi sedikit kehadiran sang anak hilang berganti
kesepian.
 
Adakah ibu dan bapak meminta
ganti atas setiap pengorbanannya ? 
“tidak nak.., bagi kami, kebahagiaan
kamu sudah lebih dari cukup…” itulah apa yang terlontar dari mereka, walau
kadang tak berbentuk kata, “..kejarlah cita-cita mu nak.., berbahagialah..., dan
jangan sungkan kembali kerumah jika ada masalah, tangan kami selalu terbuka,
pundak kami selalu tersedia..”  itulah
yang mengalir dari kasih sayang tulusnya, seperti air yang meluber karena wadah
tak mampu menampung cinta tulusnya.
 
Lalu, apa yang telah kita lakukan
untuk membahagiakan mereka ? hari ini, 24 jam, berapa kali do’a khusyu 
dipanjatkan
untuk keselamatan meraka. Diusia kita yang demikian beranjak tua, sudahkah kita
berkorban untuk mereka ? jika sosok itu masih hidup, mohon jangan disia-siakan,
kelak kehadirannya akan kita rindukan ketika ajal datang menjemputnya, jika
sosok itu telah bertemu Rabbnya, mohon juga jangan berhenti berbakti dan 
mendo’akan,
karena amal baik dan do’a anaknya yang shaleh shalehah, akan sampai pada
mereka, dan mengukir senyum diwajah mereka, di sana.
 
“Ibu…bapak.., aku mencintaimu,
maaf kan cintaku yang tak
sempurna…, aku akan berusaha sekuat tenaga berbakti tiada lelah”
 
“Ya Rabbi ampunilah dosa kami dan
dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka  seperti mereka telah menyayangi 
kami diwaktu
kecil”
 
 
note : *(bagi calon suami dan ayah) kewajiban kita pada anak, dimulai
dari mencari ibu yang bisa mendidik al-qur’an pada anak- anak kita kelak, (bagi
calon istri dan ibu) kasih sayang kita pada anak, dimulai hari ini juga, untuk
belajar al-quran dan mentransfer nilai – nilainya pada anak-anak kelak,(bagi
setiap kita, sebagai anak) bakti kita pada orang tua, dimulai detik ini juga,
dengan semangat iman dan amal shaleh, karena kebaikan kita sekecil apapun,
adalah investasi yang akan mereka tuai kelak di akhirat. Jadi yang kita
hadiahkan, bukan hanya tangisan, yang jika berlebihan justru hanya membebani,
tapi sebuah perjuangan tak kenal henti, untuk cita-cita suci “berkumpul lagi di
syurga nanti” insyaallah, amiin ya rabb, ampuni dan bimbing kami ! 


Wallohu'alam, semoga bermanfaat

wassalamu'alaikum wr wb



      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke