Assalamu'alaikum wr wb,
sakali deui di uninga keun, ka para wargi alumni stm pembangunan bandung anu
bade nyumbang beasiswa, gratis kalender, mangga tiasa nga sms ka pribados
(08161923157) atau ngabales emailna, 100 % keuntungan kanggo beasiswa
saatos sms "kang pesen 3, nu design C" , salajengna artosna ditransfer ka
rekening FP dihandap ieu, sms deui tong hilap, "alhamdulillah tos ditransfer ka
bni syariah 50rb, abdi ukasyah tetrans 27, linggih di brunei,angsulana kana
beasiswa keun we, nuhun" (atau tiasa dihijikeun sms mesen& transferna),
isnyaallah, nanti kita kondisikan pendistribusiannya.
BCA = > 6790 1373 27 a.n Mira herani (bendahara 1 FP)
BNI Syariah => 018 401 5620 a.n Hanira Febyawati (bendahara 2 FP)
Mandiri => 103 000 207 2417 a.n Rahman Ihsan (ketua FP)
tong hilap, batas pemesanan, dugi ka enjing 24/12, supaya tiasa di cetak
sasarengan.nitip saur ka wargi nu sanes nya...
hatur nuhun,
wassalamu'alaikm wr wb
note : nu nyumbang, dido'akeun impian - impian na terwujud, nu teu nyumbang
abdi teu tanggel waler :p (emang didieu saha ?:d)
________________________________
Not Only "sang pemimpi"
Diawal tahun, banyak diantara kita yang membuat target,
memasang harapan, dan merancang resolusi. Sebagian juga, disertai dengan
muhasabah / evaluasi, apa yang telah di capai di bulan- bulan sebelumnya. Bagus
memang, bahkan bisa bernilai ibadah, karena kegiatan evaluasi untuk perbaikan
hari esok, ialaha anjuran Tuhan,
Wahai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa
yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS 59:18)
Tapi juga bukan berarti, kita terbelenggu dengan masa lalu,
terbatasi dengan kegagalan yang sudah terjadi, bukan itu…,muhasabah - melihat
kebelakang, layaknya melihat spion ketika kita naik motor / mobil, orientasi
kita tetap melaju kedepan, namun sesekali kita melihat spion, untuk keamanan
dan keberhasilan kita selamat sampai tujuan.
Ayat diatas juga sekaligus, menyuruh kita mempersiapkan hari
esok yang lebih baik, dengan kata lain, menganjurkan kita membuat perencanaan
dan strategi, “nanti bagaiamana ?” bukan “bagaimana nanti aja !”. kalau kita
membaca Al-qur’an, maka hukum tajwid, seperti idgham, iqlab, idhar atau ikhfa,
ialah tergantung apa huruf didepannya. Misalkan jika nun mati di depannya
bertemu huruf ba, maka dibaca iqlab, jika tanwin di depannya bertemu huruf fa,
maka di baca ikhfa, jika nun
mati di depannya berhadapan dengan huruf ya, maka dibaca idgham, demikian
seterusnya, seakan bacaan Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menatap kedepan,
hukum tajwidnya tidak terpengaruh dengan huruf belakang, tapi - sekali lagi -
berorientasi
ke depan. Karenanya supaya bacaan Al-qur’an kita benar dan indah, maka
perhatikanlah huruf apa didepannya, persis seperti kehidupan kita, supaya hidup
kita benar dan mengalun indah, perhatikan kedepan !. karena masa lalu sudah
terjadi, dan tak bisa diulangi, maka syukurilah hari ini, dan fokuslah kedepan.
Seperti yang dikatakan Anthony Robbins “It's
not what's happening to you now or what has happened in your past that
determines who you become. Rather, it's your decisions about what to focus on,
what things mean to you, and what you're going to do about them that will
determine your ultimate destiny.”
Apakah harapan dan target yang kita rancang diawal tahun
lalu, masih saja belum tercapai ? dan – hal yang sama - kita tulis lagi di
resolusi awal tahun ini. Jika demikian, berarti kita termasuk madzhab NANO, No
Action Nulis Only..! terlepas dari takdir Tuhan yang maha rahman, mari kita
evaluasi, kenapa sih target kita setahun kebelakang belum tercapai ? beberapa
diantaranya ialah karena :
1. Suka menunda pekerjaan, atau dalam bahasa medis nya, disebut dengan
Keheula syndrome (kesyn), “kalau bisa nanti kenapa harus sekarang”, atau
“insyaallah nanti saya kerjakan..(padahal alasan)”dan ungkapan senada lainnya,
ialah gejala yang biasa timbul pada syndrome ini.
2. tidak focus pada target, padahal apa yang kita fokuskan, akan
bertumbuh, seperti antara dua tanaman, yang satu kita pelihara, diberi air, di
potong jika ada yang terkena hama, dst, maka ia akan tumbuh indah, bahkan
berbuah, dan yang satu lagi kita biarkan, tanpa pemeliharaan, maka ia akan layu
dan kemudian mati..
3. kurang melibatkan emosi, karena pada akhirnya, yang menggerakan
kita, bukan pengetahuan, tapi emosilah yang menjadi bahan bakarnya. Itulah
mengapa, banyak yang tahu manfaat sesuatu, tapi sedikit yang melakukannya,
banyak yang menentukan tujuan, tapi sedikit yang sampai ke tujuannya,ialah
karena kekurangan bahan baker emosi. Dalam bahasa spiritual, bisa disebut
dengan Iman, energi luar biasa, yang bisa memindahkan harapan dari ruang
wacana, ke ruang realita. Yang bisa menjadi jembatan penghubung, antara wilayah
khayalan ke wilayah kenyataan.
4. tidak disiplin, padahal kata aa gym “tiada prestasi, tanpa
disiplin!”, tidur sepulasnya, berfikir sekenanya, berkata seenaknya, bergaul
sekenanya,dan kebebasan -tak pada tempat- lainnya. dalam bahasa medis, disebut
kumaha aing syndrome (kuming syndrome).
5. kurang komitmen dan mudah tergoda, hampir mirip dengan kuming
syndrome, setelah menentukan tujuan, ia memulainya dengan langkah yang keropos,
“ya kalau nyampai alhamdulillah, kalau ngga , ga apa apa, belum rizkinya kali”,
bersembunyi di balik takdir !, misalkan dari Jakarta mau ke bandung, ketika
ditengah jalan, ada yang jual rambutan, berhenti dulu, ada yang tabrakan,
nonton dulu, ada pemandangan, rebahan dulu, ada banyak jalan, bingung, mau
lewat mana, mungkin akhirnya akan sampai juga, tapi lebih lambat dari mereka
yang komitmennya jelas, dan tak mudah tergoda.
Lalu, bagaimana supaya tahun ini tak terulang lagi, dan
harapan – harapan kita bisa terealisasi ? lakukan sebaliknya !, beberapa
diantaranya :
1. buatlah skala prioritas, karena seperti yang diungkakpan Imam Hasan
Al Banna “Al Wajibat Akthar Minal Awqat” Kewajiban kita lebih banyak daripada
waktu yang tersedia, karenanya kita perlu me-manage nya, mana yang lebih
penting dari yang penting. Mana yang bisa didelegasikan, dan mana yang mesti
kita sendiri yang melakukan.
2. yakin bisa !, karena kondisi keyakinan, adalah do’a, yang akan
direspon oleh Allah swt, dengan cara terbaikNya,
Rasulullah saw bersabda dalam
sebuah hadist qudsi “Allah SWT berfirman
: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya
setiap kali ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat - Ku ketika ia sendirian, maka
Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam
kelompok, niscaya Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada
mereka. Jika ia mendekat pada-Ku sejengkal, maka aku mendekatinya dengan jarak
satu hasta. Jika ia mendekat pada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan mendekat
padanya dalam jaran satu depa. Apabila ia datang kepada - Ku dengan berjalan,
Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (HR Ibnu Majah)
1. Kerangka berfikir, dan landasan rencana. Sebesar apapun target,
sebaiknya tetap memiliki literasi ilmiah, realistic dan bisa diterjemahkan
dalam rencana dan aksi sederhana. Karena resolusi bukan ikut-ikutan atau
musiman, ia milik kita, dan kita bertanggung jawab sepenuhnya.
2.. Visualisasikan. Otak kita lebih efektif menangkap gambar daripada
kata-kata, itulah hikmahnya, kenapa banyak ayat dan hadist yang menggambarkan
keindahan syurga, juga kengerian neraka. Semakin jelas gambaran dalam fikiran
kita, semakin dekat harapan tersebut menjadi kenyataan. Karenanya banyak yang
menempel gambar ka’bah, supaya terlihat terus, membayangkan mudah-mudahan
suatu saat nanti kita termasuk tamu undanganNya.
3. Modelling. Kita bukan makhluk pertama, yang melalui jalan baru, tapi
sudah ada banyak manusia yang menuju ke tempat tujuan yang sama dengan kita,
dan sudah membuka jalur yang tinggal kita ikuti. Karenanya tinggal kita
meramahkan diri, mengamati, dan menapak tilas jejak mereka, atau mungkin dengan
sedikit modifikasi. Dalam bahasa agama, senada dengan Itiba, mengikuti, yang
biasa disandingkan dengan kata Rasul, jadi Itiba ar-rasul, yaitu mengikuti
contoh Rasulullah saw, sebagai manusia paripurna, yang tak hanya berprestasi
di dunia, tapi juga berhasil di akhirat. Tentukan siapa sosok yang sudah
mencapai apa yang kita impikan, atau minimal mirip dengan impian kita, lalu
jadikan ia model yang kita ikuti.
4. Do’a, yang bukan sekedar ucap, tak sekedar kata yang hampa dari
kekhusyuan. Tapi ia dimulai dari meminta dengan sungguh – sungguh keyakinan, di
lanjutkan dengan pengkondisian sikap dan amal, untuk menerima dan menjemput
jawabannya, lalu kemudian bersyukur dengan apapun yang di anugerahkanNya.
Dan seterusnya, saya yakin kita
sudah tahu, tapi sekali lagi, dunia ini terlalu penuh oleh orang yang tahu tapi
tidak juga melakukan, dibanding orang yang tidak melakukan karena tidak tahu.
Selamat berlayar di samudra
harapan, semoga sampai ke pulau indah bernama kenyataan. Amiin
Wallohu’alam, mohon maaf &
semoga bermanfaat.
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer