Maaf, Khotbahnya Lama Banget, Ustadz?
        By romeltea
        Posted on 03 Jan 2010 at 11:01pm
        
        JAMAAH
sholat Jumat seringkali dibuat “jengkel” oleh khotbah yang lama,
panjang-lebar lagi tak fokus. Akibatnya, alih-alih menerima “wasiat
takwa” dan pesan Islam yang disampaikan khotib, jamaah malah
“menggerutu” di lubuk hati terdalamnya”, in the bottom of their heart,
dan sebagian “oknum” jamah itu malah lelap tertidur! Masya Allah…
Konon, kebanyakan khotib memang suka berlama-lama menyampaikan
khotbahnya. Betapa sering kita mendengar jamaah yang “bergunjing”
selepas sholat atau sekadar “bisik-bisik” kepada temannya, kebanyakan
sih “memendam kejengkelan” karena taku malah berdosa. Mereka, para
“oknum” khotib itu, mungklin lupa, khilaf, setidaknya akan dua hal: 
Pertama, Rasulullah Saw memerintahkan para khotib untuk menyampaikan
khotbah secara singkat dan memperlama sholat. Dari Abul Yaqdlan ‘Ammar
bin Yasir r.a. berkata: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: ”
Sesungguhnya lamanya shalat seseorang dan singkatnya khutbah itu adalah
membuktikan mahirnya agama seseorang, oleh karena itu perpanjanglah
shalat dan persingkatlah khutbah” (HR. Muslim). 
“Nabi Saw tidak memanjangkan nasihatnya pada hari Jumat. Beliau
hanya memberikan amanah-amanah yang singkat dan ringkas” (H.R. Abu
Dawud).
Khotbah yang berpanjang-panjang, apalagi datar, monoton, dan tidak memberi 
pencerahan, membuat jamaah bosan dan mengantuk. 
Kedua, dalam perspektif komunikasi, khususnya teknik public
speaking, pembicaraan panjang –apalagi monoton dan tidak fokus, sangat
tidak efektif, sulit dipahami, dan tidak disukai audiens. Akibatnya,
komunikasi pun bisa gagal; pesan tidak sampai kepada khalayak. Jadinya,
khotbah berlama-lama bisa mubazir, percuma, karena jamaah tidak
menyerap materi yang disampaikan. 
Para ahli public speaking mengingatkan, “One of the worst mistakes
you can make as a public speaker is talking too long.” Kesalahan
terburuk public speaker adalah berbicara terlalu lama. “Be Brief in
Public Speaking,” ujar Stephen D. Boyd, Ph.D. “Berabad lalu, pembicara
hebat sering berbicara dua jam atau lebih. Tapi kini… audiens lebih
suka pembicaraan singkat, to the point, mudah dimengerti. Maka…
berbicaralah dalam kalimat pendek, frase pendek, dan kata-kata pendek
pula.”
Anda mungkin sepakat dengan ungkapan: pembicaraan pendek, juga
tulisan pendek, lebih disukai dan lebih mudah dipahami, ketimbang
pembicaraan dan tulisan panjang yang bertele-tele. (Just a moment!
Jangan-jangan, tulisan saya ini pun terlalu panjang… Waduh..?)

Pembicara, termasuk khotib, memang sering “terlena”, lupa waktu, dan
memperpanjang pembicarannya karena merasa belum menyampaikan semuanya.
Di sinilah pentingnya “fokus” dan “self-control”. 
KHOTIB memang tidak bisa diprotes. Selama khotib
menyampaikan khotbah, jamaah tidak boleh protes. Berbicara “ssttt”
saja, kata Nabi, bisa lagha, ibadah Jumat jadi sia-sia. Begitu ‘kan,
Ustadz?
“Apabila engkau berkata kepada temanmu di hari Jum‘at, ‘Diamlah’,
padahal imam sedang berkhutbah, maka sesungguhnya engkau telah berbuat
sia-sia (laghâ). (HR Bukhari)
“Siapa mengatakan, ‘Diamlah,’ berarti ia telah berbicara, dan siapa
yang berbicara maka sesungguhnya tidak ada shalat Jum‘at baginya. (HR
Ahmad)

Apakah itu artinya khotib menjadi untouchable? Ya, jamaah tidak bisa
protes, kecuali –lazim terjadi di banyak masjid—“oknum” jamaah
tiba-tiba mengatakan “Aamiin…” jika khotib dirasa terlalu lama
menyampaikan khotbah. Astagfirullah… bagaimana ini, Ustadz? 
Khotib memiliki kekuasaan absolut di mimbar, saat Jumatan. Nah lho,
jangan-jangan… “absolute power tends to corrupt absolutely?” Masak sih…
Usul ana sih, khotbah jangan terlalu lama, juga jangan terlalu
singkat. Yang sedang-sedang saja, mungkin 15 menitan. Maka, para
khotib, maaf lho… cuma usul.. siapkan materi sebaik mungkin, lalu
fokus, jangan melebar sana-sini. Mungkin, satu ayat atau satu hadits,
lalu dijelaskan, cukup kali ya… Bukan begitu, Ustadz? Wallahu a’lam.
(www.romeltea.com).*


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke