Assalamu'alaikum wr wb akang teteh baraya stm pembangunan, semoga senantiasa sehat lahir bathin. amiin. Insyaallah sabtu 12 juni 2010, akan di adakan wisuda angkatan 33. seperti Tahun Sebelumnya, FP bersama adik-adik BPM (beasiswa pembangunan mandiri),insyaallah akan ikut memeriahkan acara, yaitu dengan mendirikan stand, yang bertujuan untuk : - belajar berwirausaha, bagi adik-adik BPM - menambah kas FP, karena sebagian keuntungan selain untuk adik-adik BPM sebagai 'operator', juga akan di salurkan untuk mensupport program-program FP. - membantu menyediakan makanan dan minuman bagi para tamu / keluarga wisudawan. - mengenalkan FP kepada para alumnus baru,
Kali ini ada program unik, yaitu program SASABU, SAurang SApuluh reBU, yaitu program penggalangan dana, baik dari para wisudawan, maupun dari kita semua, dimana dana yang terkumpul akan di salurkan ke panitia khitanan masal, yang sempat terpending, dan akan di laksanakan insyaallah 24 juni mendatang. selain itu, juga akan di salurkan untuk program beasiswa periode 4, yang akan di mulai juli depan. Program ini, mungkin agak mepet, tapi di situlah letak keunikannya, seberapa kompak dan responsif kah kita, bahkan untuk hal yang "sederhana". bagi akang teteh, yang belum ada acara, di hari sabtu besok, kami tunggu di stm, lebih tepatnya di pelataran mesjid, selain silaturahim, juga bisa mencicipi barang dagangan di stand FP. dan jangan lupa, bawa uang lebih : sepuluh ribu, untuk program SASABU. lebih detail tentang SASABU,saya attachkan file pdf nya, dan khususnya bagi temen-temen angkatan 33, mohon informasi ini di sebarkan. semoga acara nya lancar, dan selamat untuk para wisudawan - wisudawati, welcome to the jungle :) hapunten & haturnuhun wassalamu'alaikum wr wb ________________________________ Assalamu’alaikum wr wb, Sekawanan burung – yang tanpa pernah sekolah itu- terbang meninggalkan sarangnya, mereka menjemput rizki yang telah di sediakan Tuhan, pergi dengan perut kosong, dan kembali dengan perut berisi. Begitulah burung mengajarkan pada kita ikhtiar dan tawakal. Suatu hari, tak seperti biasanya, ada banyak potongan roti berserakan, di sebuah taman. Tak ingin kehilangan peluang, para burung segera mendarat, dan menyantap dengan lahapnya. “Sreeett….!”, sebuah jaring perangkap menyambar tubuh-tubuh kecil yang sedang terlena dengan kenikmatan,ternyata potongan roti itu sudah di siapkan oleh seorang pemburu sebagai jebakan… sekawanan burung itu panik dan takut,mereka berusaha terbang membebaskan diri, tapi semakin berusaha, semakin sulit keluar, seakan tali perangkap itu semakin kusut…, lalu seekor burung bijak berwarna biru, berteriak “tenang..kawan-kawan…!” semua kepakan terhenti sejenak.., walau masih tampak gusar, “kita tak bisa keluar sendiri, kita harus bersatu…, kepakan sayap kalian semua ke arah kanan…!!!” lanjut sang burung biru, dengan segera memberi contoh.. dan, sekawanan burung itu terbang, bebas dari jebakan pemburu yang tak sempat mengejarnya, walau harus bersusah payah mengepakan sayap karena sebagian masih terbebani tali perangkap, Sebelum kembali ke sarang, mereka menemui sang tikus, meminta bantuan untuk melepaskan jaring yang menghalangi mereka. Akhirnya mereka kembali ke sarang dengan selamat, bukan untuk meratap dan menyerah, mereka belajar sesuatu, dan esok..? mereka akan kembali berikhtiar dan bertawakal, namun dengan diri yang lebih baik Sahabat, apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas ?Diantaranya, Think Solutions, Dalam suasana yang tiba-tiba berbeda, atau berbahaya, berubah semakin buruk, tak sesuai harapan, kita cenderung bersikap panik, dan tergesa-gesa. Pandangan kita hanya terfokus pada masalahnya, dan melupakan variable solusi. Bukankah Tuhan sudah menggaransi,bahwa “tak ada masalah yang dibebankan, kecuali sesuai kapasitas kita”, dan “bersama masalah itu selalu ada berbagai kemudahan”, bahkan Dia sampai mengulanginya dua kali, supaya kita yakin. Maka ketenangan menjadi langkah awal, dalam membuka kunci solusi yang dijanjikanNya. Dari situ, mata kita bisa lebih jelas melihat, akal kita bisa lebih jernih berpikir, dan selanjutnya aksi kita bisa lebih terarah. Unity, Kebersamaan, atau kebersatuan, atau kerjasama, akhiranya bisa membebaskan semua burung itu dengan selamat, mungkin iya, ada satu dua burung yang bisa selamat, karena kebetulan tak terlalu terjerat tali, atau bertenaga lebih, tapi akan ada banyak burung yang tertangkap, jika masih berusaha sendiri sendiri. Dengan kebersamaan, burung-burung itu mampu mengangkat tali jaring dan terbebas dari sang pemburu. Begitupun dalam kehidupan kita, dalam berbagai situasi, ada banyak masalah yang terselesaikan saat egoisme lebur dalam kebersamaan, saat keserakahan tenggelam dalam lautan kasih sayang, dan saat semua potensi –dengan berbagai tingkatannya- difokuskan untuk melahirkan solusi. Pantaslah bila nilai persatuan, di junjung tinggi dalam berbagai nilai agama, dan perpecahan tak di terima di berbagai belahan benua. Face the problem, bahwa di dunia luar, ada banyak jebakan, ada banyak hal-hal di luar dugaan, yang jika kita tak hati-hati, bisa membuat kita terpeleset, bahkan terjerumus dalam kerugian. Saat di rumah, di komunitas, atau di lembaga tertentu, kita nyaman, karena masih homogen, tak banyak perbedaan yang mencolok, tak ada benturan nilai yang berarti, tapi di luar sana, dunia tak lagi satu warna, begitu heterogen, ada banyak watak, ada banyak nilai dan kepentingan…, bukan untuk di hindari, kita bisa bersinergi dalam pebedaan, seperti saat sekawanan burung itu meminta tolong pada tikus, untuk melepaskan jaringnya.., justru keramahan komunitas yang tak diberdayakan, bisa menjadi jebakan “comfort zone” sehingga potensi kita tak teroptimalkan. Maka problem, jika di manage dengan baik, bisa meng”upgrade” diri kita, menjadi lebih baik. One command, di situasi genting saat itu, jika ada banyak burung yang bersuara, mengeluarkan pendapat, dan berdebat merasa sarannya yang terhebat, maka bisa jadi mereka menjadi santapan sang pemburu. Sangat tepat, jika yang memiliki potensi, segera tampil dan bersuara, menjadi pemimpin yang memberikan kejelasan instruksi, tak hanya itu, tapi juga disertai dengan tindakan nyata, sebagai teladan para pengikutnya. Tak terhenti sebatas kata, di Negara kita, atau di berbagai organisasi dan komunitas yang ada, salah satu penyebab kemundurannya, ialah karena krisis kepemimpinan, di genapkan oleh rakyat, atau pengikut yang tak taat. Jika keduanya – pemimpin yang “kuat”, dan rakyat yang taat – bertemu, selesailah sudah masalah –masalah yang ada. Never Give Up, sekawanan burung itu, tak lantas kapok, dengan peristiwa yang hampir mengancam jiwanya, mereka akan berusaha lagi di esok hari, mereka akan memainkan perannya, tak menunggu sampai ada kepastian kalau di luar sana dunia telah aman. Tidak..! mereka tetap keluar, dengan berbagai resiko yang mungkin ada. Walaupun motivasi mengisi perut, lebih dominan, namun mereka tetaplah sekawanan makhluk yang tak hanya tinggal diam. Apalagi kita, yang berpendidikan, dengan struktur tubuh yang lebih baik, dengan berbagai potensi yang ada, termasuk akal didalamnya, dan dengan motivasi yang lebih luhur, tak sekedar memenuhi nafsu perut. Maka malulah kita jika masih saja tinggal diam, bermalas-malasan, atau terkungkung oleh penjara yang kita ciptakan sendiri dalam pikiran, ingatlah bahwa air yang tergenang, akan keruh dan menimbulkan penyakit, sementara air yang mengalir akan jernih dan bermanfaat. Act Carefully. Di luar sana, ada jebakan yang telah di pasang, ada perbedaan nilai, ada gaya tarik menarik, tak semua orang berpikiran sama. Ada banyak soal yang pemecahannya tak kita pelajari di kelas. Benteng iman, menjadi amat penting di tengah kondisi zaman yang demikian sesak oleh nafsu sesaat. Saat ujian itu berupa soal soal, dan nilai angka tinggi menjadi kemenangan atau angka merah menjadi ancaman, maka sekarang ujian itu mungkin berupa uang, apakah kita masih dekat pada Nya, atau justru melalaikan ? mengkorupsi waktu, menulis data yang tak seharusnya, menyogok atau menerima sogok..,atau berupa wanita/pasangan.., atau berupa popularitas dan jabatan, dan seterusnya. Ujian – ujian itu, tak lagi berakhir dengan tinta biru dan merah di dalam rapot, atau angka tinggi dan angka rendah dalam lembar nilai.., tapi kerendahan dan kesengsaraan atau kemuliaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. So What ? Semoga sedikit tulisan ini bisa menyadarkan diri kita, untuk kembali berhati-hati dalam melangkah, mengupgrade diri untuk bersiap menghadapi setiap kemungkinan, merekontruksi makna kebersamaan dan keteladanan, dan membangkitkan lagi semangat juang kita. What next ? Lalu apakah berhenti sampai di sini ? banyak orang yang berhenti di level pengetahuan atau pencerahan, dan tak menindak lanjutinya dengan amal. Padahal ilmu tanpa amal, bagai pohon tanpa buah. Maka mari kita tindak lanjuti ilmu ini dengan amal nyata, walau masih terkesan sederhana. SASABU MOVEMENT, Gerakan SAurang SApuluh reBU. Ialah gerakan menyumbang uang Rp. 10.000, dari – khususnya - para wisudawan wisudawati, angkatan 33, dan umunya para warga stm pembangunan, yang akan di salurkan untuk amal sosial, Bayangkan jika angkatan 33, berjumlah 400 siswa, maka akan terkumpul dana Rp. 4.000.000, apalagi bila di tambah dari yang lain. Maka acara khitanan masal yang sempat terpending karena belum optimalnya dana, bisa terlaksana. Dan sisanya bisa disalurkan untuk program beasiswa atau kegiatan positif lainnya. Kapan acara ini, dilaksanakan ? Sekarang juga, sampai hari sabtu besok. saat wisudaan. tepatnya , tanggal 12 juni 2010. Bagi teman-teman kelas 4 (angkatan 33,para wisudawan-wisudawati), dana di koordinir oleh wakil kelas masing-masing, dan dikumpulkan pada saat wisuda. Di kumpulkan di “Stand FP“ . Bagi para alumni, yang ingin berkontribusi dalam program SM ini, bisa datang langsung ke STM pada hari H, atau bagi yang tidak memungkinkan, bisa melalui rekening FP : BCA atas nama Mira Herani, No Rek 6790137327 Bank BNI SYARIAH atas nama Hanira Febyawati, No Rek 0184015620 Bank Mandiri atas nama Rahman Ihsan, No Rek 1030002072417 Konfirmasi ke no FP, yang di khususkan untuk program – program FP kedepan, terutama beasiswa dan sumbangan lainnya. FP’s Center 0856 2430 0038 (dedicated number) Dan atau bisa paralel melalui email ke [email protected] Sertakan informasi : “SM nominal dan bank tujuan”, misal “SM sapuluh rebu BCA dari Nazril Irham”, atau “kang ini dari temen2 samsung, buat gerakan sasabu, Rp.130000, ke BNI, nuhun . from Luna ” Dana yang terkumpul, akan di serahkan langsung pada hari yang sama ke panitia khitanan masal, dan ke perwakilan siswa peserta program beasiswa pembangunan mandiri. Mari kita buktikan, kalau yang kecil namun di satukan, bisa memberi makna. Dengan keikhlasan, semoga aksi sederhana ini bernilai besar di sisiNya. Dan khususnya untuk angkatan 33, semoga hal ini, bisa menjadi jejak indah saat meninggalkan STM, yaitu jejak kebermaknaan dan kebersamaan, serta semoga amal baik ini, menjadi pengundang kebaikan dan kemudahan dalam perjalanan di masa yang akan datang. Bagi kita semua, semoga dengan semangat memulai hal-hal yang kecil, kita pantas menerima anugerah yang besar, dan dengan ikhlas melakukan amal yang sederhana, kita pantas mendapatkan perubahan yang besar Hapunten & Hatur nuhun Wassalamu’alaikum wr wb Humas FP - 0816 1923 157

