MEMBENTUK TUBUH, PIKIRAN, DAN JIWA YANG SEHAT

Salam Kebajikan, 

惟德動天,

Bagaimana sikap Anda saat pekerjaan hampir mendekati tenggat waktu?

Sebagian orang menjadi panik, menangis, marah-marah, tak dapat berpikir, 
stress. Sebagian yang lain mencari solusi mengatasi persoalan. Yang lain lagi 
justru menjadi bekerja lebih efisien dan efektif. Anda termasuk yang mana?

Variasi sikap ditengarai berkaitan sangat erat dengan kepribadian dan karakter 
yang dibentuk sejak dalam kandungan dan lingkungan keluarga tempat dia dididik 
dan dibesarkan. Lingkungan masyarakat dan pergaulan tentu saja turut 
berpengaruh.

Anda beruntung bila memiliki sikap tidak mudah panik, mencari solusi serta 
dapat bekerja lebih efektif dan efisien.

Bagi Anda yang mudah panik, menangis, marah-marah, tak dapat berpikir, stress 
tak usah putus asa. Anda bisa belajar dan berlatih agar lebih tenang, fokus dan 
tidak mudah panik.

Bagaimanapun hidup ini pilihan. Anda bukanlah 'barang' jadi yang tak dapat 
bertumbuh, berkembang dan dibentuk. Jasmani bertumbuh dan berkembang, membesar 
dan menyusut, sehat dan sakit tergantung asupan yang Anda makan dan minum. 
Pikiran dan jiwa pun terbentuk, tumbuh dan berkembang sesuai asupan yang Anda 
pilih.

Jingzuo akan membantu Anda mendapatkan itu. Perkuat upaya Anda menggapai 
kestabilan emosi dengan mendengarkan dan melantunkan lagu puja dan puji serta 
Jing. Biasakan pula membaca buku dan artikel pengembangan kepribadian sehingga 
Anda dapat mengarah pada berpikir positif.

Kalau teman-teman Anda julid, tukang gosip, dan cenderung berpikir pesimis dan 
negatif lebih bijak bila Anda menjauhi mereka atau tidak usah bergaul intens 
dengan mereka.

Ada saatnya jasmani akan menua. Kulit menjadi keriput, metabolisme melambat, 
tubuh mengecil, otak tak lagi moncer, refleks dan keseimbangan berkurang. Itu 
suatu yang alamiah. Seberapa tua kita akan mengalami tergantung asupan makanan 
dan minuman serta gerak yang kita lakukan pada saat kita menjalani kehidupan.

Hal yang sama terjadi pada pikiran dan jiwa kita. Pikiran dan jiwa kita 
'menua'. Tak heran Nabi mengatakan bahwa setelah usia 40 tahun orang sulit 
sekali berubah. Butuh upaya ekstra dan sungguh sungguh agar pikiran dan jiwa 
kita bertumbuh dan berkembang.

Jasmani perlu diberi asupan yang baik dan gerak yang cukup agar sehat dan tak 
mudah diserang penyakit. Pikiran dan jiwa kita pun demikian. Intisari jiwa yang 
berasal dari orang tua menjadi 'aku' terbentuk sejak kita dalam kandungan 
membawa bibit karakter baik dan buruk. Jingzuo plus belajar dan sembahyang 
membantu kita untuk mengendapkan karakter buruk dan mengembangkan karakter baik 
sehingga jiwa/aku mampu memilih berkolaborasi dengan xing atau watak sejati dan 
mengerem membuncahnya nafsu. Jadilah kita memiliki jiwa yang sehat, karakter 
yang baik dan nafsu termasuk di dalamnya stress yang terkendali.

Dengan demikian kita akan menjadi manusia yang tidak mudah panik, mencari 
solusi serta dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Dalam bahasa agama kita 
menjadi manusia yang zhonghe (tengah harmonis).

Jangan abaikan pula untuk menyeimbangkan gerak dan diam. Gerak dan diam 
menimbulkan keseimbangan energi. Maka berolah raga adalah pilihan bijak. Kata 
peribahasa mensana in corpore sano. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang 
kuat. Dengan jiwa yang sehat mendorong kita untuk merawat tubuh warisan orang 
tua. 

Yin yang itulah dao. 

Anda mau menjalaninya? (US) 23092021

September 24, 2021 at 08:00AM

https://www.uungsendana.com/2021/09/membentuk-tubuh-pikiran-dan-jiwa-yang.html

Manage

Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email service.




IFTTT

        Manage on IFTTT:
        https://ifttt.com/myrecipes/personal/123910301

Reply via email to