English Version :
SON:
"Dad, I have to do a special report for school. Can I ask you a question?"
DAD:
"Sure son. What's the question?"
SON:
"What is politics?"
DAD:
"Well, let's take our home for example. I am the wage earner, so let's
call me "Capitalism".
Your mother is the administrator of money, so we'll call her "Government".
We take care of your needs, so we'll call you "The People".
We'll call the maid "The Working Class"
and your brother we can call "The Future".
"Do you understand, son?"
SON:
"I'm not really sure, Dad. I'll have to think about it."
That night, awakened by his baby brother's crying,
the boy went to see what was wrong.
Discovering that the baby had seriously soiled his diaper,
the boy went to his parent's room and found his mother sound asleep.
He went to the maid's room, where, peeking through the keyhole,
he saw his father in bed with the maid.
The boy's knocking went totally unheeded by his father and the maid,
so the boy returned to his room and went back to sleep.
The next morning he reported to his father. "Dad, now I think I
understand what politics is".
DAD: "Good son! Can you explain it to me in your own words?"
SON: "Well Dad, while Capitalism is screwing the Working Class,
Government is sound asleep, the People are being completely ignored and the
future is
full of shit".
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Decky Tetradiono
Sent: Monday, September 10, 2001 3:45 PM
To: Hafid (E-mail); "Indriatmo (E-mail)"@marcopolo.colorado.edu
Subject: RE: Pendidikan politik
> PENDIDIKAN POLITIK
>
>
> Seorang anak kecil bertanya kepada bapaknya: "Bapak, bisakah
> menerangkan, apa arti "politik" itu?"
>
>
> Bapaknya menjawab: "Tentu akan aku terangkan. Ambillah contoh
> keluarga kita sendiri :
> * Aku pulang ke rumah membawa uang, maka aku bisa disebut Kapitalis.
> * Ibumu yang membelanjakan uang itu, kita sebut ibumu itu Pemerintah.
> * Kita berdua mengurusmu, maka kamu ibarat sebagai Rakyatnya.
> * Sedang pembantu rumah tangga kita, kita namai Buruhnya.
> * Satpam kita yang jaga malam, itu ibarat Militernya.
> * Dan adikmu yang masih pakai popok itu sebagai generasi masa depan.
> Sudah mengerti?" tanya bapaknya.
>
>
> Anak kecil itu masih belum jelas benar, keburu dia segera pergi tidur.
>
>
> Pada tengah malam, dia terbangun karena adiknya menangis.
> Dia bangun dan mengetuk pintu kamar orang tuanya. Namun anak kecil
> itu tak mendapati orang tuanya di kamarnya. Lalu dia pergi ke kamar
> tidur pembantu, betapa kecewanya ternyata bapaknya sedang tidur
> bersama pembantu. Dengan frustrasi anak kecil itu akan melapor
> ke pos jaga satpam di halaman rumah, di dapati ibunya sedang
> bermain dengan satpamnya. Anak kecil itu kemudian tidur lagi.
>
>
> Esok harinya, bapaknya bertanya pada anaknya, apakah kiranya
> bisa diterangkan arti politik dalam bahasa kamu sendiri?
>
>
> Anak kecil itu menjawab: "Ya, sekarang saya tahu.
> Kapitalis ngerjain buruhnya. Sementara pemerintah berkolusi
> dengan militernya. Rakyat benar-benar tidak tahu.
> Dan masa depannya hancur."
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>