Dengan segala keterbatasannya, beberapa enterpreneur tetap bisa sukses 
melakukan e-commerce dengan negara lain.

Ada perusahaan craft di bandung, kerjasama dengan sebuah perusahaan 
Indonesia yang punya cabang di singapura, mereka kemudian buka account 
di singapura.  

Setiap orang yang pesan melalui internet, akan diproses di singapur, 
lalu pesanan di fax ke bandung, nah dari bandung tinggal kirim 
langsung ke si pemesan. Lalu pembayarannya ditransfer dari singapur ke 
bandung.  

Semua transaksi dilakukan dengan system perbankan singapura (termasuk 
transaksi kartu kredit).  Sedangkan proses produksinya tetap di 
Indonesia.

Yang mereka lakukan adalah bisnis dalam skala besar, dan pembagian 
tugas yang rapih, sehingga system e-commerce tetap berjalan tanpa 
hambatan, dan tentu saja perjanjian-perjanjiannya harus jelas dan 
clear.

Nah kalau untuk ukuran gurem / eceran, mungkin perlu ada satu 
asosiasi/3rd party yang bisa menjamin transaksi e-commerce milik 
enterpreneur gurem sehingga bisa diterima oleh masyarakat net dunia.

kalau disini ada yang punya modal kuat, dan sedikit kreatif, masalah 
ini bisa jadi bisnis besar lho, apalagi di indonesia banyak factory 
dan craft yang sangat diminati dunia.   

Kalau pemerintah sih tampaknya masih belum bisa diharapkan dalam waktu 
dekat ini, masih sibuk ngurusin korupsi dan pernak-pernik ini itu. 
hehehe... 


-=Q=-



--- 
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/toekangweb/messages
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/toekangweb/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke