Ini artikel yang HRD gak ingin Anda baca...  Baca di waktu luang ya, berguna 
dan menarik deh...




Tulisan ini diterjemahkan oleh Joe Majolelo dari
http://www.asktheheadhunter.com/hasalary.htm
 
Jangan Umbar Gaji Anda
Oleh Nick Corcodilos
 
Umur saya 24 tahun ketika memulai bisnis headhunting di Silicon Valley, masih 
fresh graduate. Waktu masih belum jadi headhunter betulan, saya pergi menengok 
keluarga saya di liburan Natal tahun lalu. Di setiap pesta liburan yang saya 
hadiri, saya mendapat perhatian sebagai headhuner dan permintaan saran dan 
bantuan cari kerja bermunculan. Pada saat itulah saya tersadar: menjadi seorang 
headhunter itu (walaupun masih “hijau”) asyik sekali. Saya punya teman-teman 
dengan mudah. Tanpa ragu, orang-orang mulai berbisik pada saya, berbagi hal-hal 
pribadi tentang pekerjaan mereka. Yang mengejutkan buat saya adalah: 
orang-orang menyampaikan berapa gaji mereka.
 
Siapa bilang gaji saya itu urusan Anda?
Begini, saya dibesarkan di keluarga pekerja. Entah itu dikarenakan rendah hati 
atau semata-mata adat sosial di lingkungan, orangtua saya tidak pernah 
mengatakan berapa uang yang mereka dapat dari pekerjaan. Malah, orangtua saya 
mengajarkan untuk tidak pernah memberitahukan pendapatan saya ke orang lain. 
Pendapatan kamu itu hal yang pribadi, dan jangan kamu menilai orang berdasarkan 
uang yang dia dapat. Itulah peraturannya.
 
Dewasa ini, orang-orang masih ingin mengatakan pada saya berapa pendapatan 
mereka. Mungkin mereka pikir setiap pembicaraan dengan saya akan berujung pada 
interview, dan dalam interview Anda harusnya mengatakan berapa gaji Anda. 
Lagipula, salah satu dari hal-hal pertama yang diminta di lamaran pekerjaan 
adalah detail riwayat gaji Anda. Para perusahaan biasanya ingin melihat bagian 
pendapatan ini. Ketika mereka menawarkan Anda pekerjaan, Anda diharuskan 
menandatangani pernyataan tentang gaji terakhir Anda. Dan, seperti baisanya 
juga,  orang buka-bukaan berbagi informasi yang bukan urusannya.
 
Memang, bisa diperdebatkan bahwa pendapatan Anda memang menunjukkan Anda apa 
adanya. Tetapi, ketika Anda mulai negosiasi untuk pekerjaan baru, apakah Anda 
ingin penilaian perusahaan Anda didahului oleh praduga sebelumnya tentang Anda 
dengan menceritakan berapa bayaran Anda sebelumnya? Apakah benar bahwa soal 
berapa uang yang Anda dapat adalah urusan perusahaan penawar pekerjaan?
 
Biarkan mereka nilai Anda apa adanya: bertahanlah
Dalam pandangan saya, gaji Anda adalah standard yang tidak ada hubungannya 
dengan seberapa berharganya Anda di luar lingkup pekerjaan Anda. Beberapa orang 
mungkin mau mencekik saya untuk pernyataan di atas, tetapi sebelum Anda 
memasang sarung tangan Anda, tolong baca lebih lanjut lagi.
 
Perusahan Anda membayar Anda untuk seberapa berharganya Anda bagi dia, 
berdasarkan seberapa mampunya dia membayar Anda. Jika kompensasi seseorang itu 
adalah standard ukuran yang sebenarnya untuk mengetahui nilai dari seseorang, 
tidak akan ada orang yang akan mendapatkan kenaikan gaji 20 persen ketika 
berganti perusahan. Dia hanya mendapatkan apa yang dia tadinya sudah dapatkan, 
atau mungkin peningkatan setara dengan apa yang mungkin bisa diberikan oleh 
perusahaan yang sekarang. Jika gaji memang standard ukuran yang sebenarnya, dia 
akan bersifat obyektif, dan peningkatan yang diberikan tidak akan berarti bagi 
perusahaan.
 
Tapi bukan begitu caranya. Nilai Anda bergantung pada kebutuhan dan penilaian 
“pembeli”, dan pada kemampuan membeli si “pembeli” itu. Itulah makanya seorang 
pekerja engineer yang sudah memiliki pendapatan $76k per tahun bisa mendapatkan 
penawaran $95k untuk pindah pekerjaan – perusahaan yang baru memiliki kebutuhan 
yang bernilai $95. Selama perusahaan yang baru mendapatkan apa yang dia 
harapkan dari $95k, dua-duanya jadi senang. Kecuali perusahaan yang 
ditinggalkan, tentunya.
 
Sekarang kita masuk ke pembahasan yang rumit. Jika nilai Anda sebenarnya adalah 
berdasarkan penilaian kebutuhan, kenapa perusahaan-perusahaan ingin tahu dengan 
berapa gaji Anda di pekerjaan Anda sebelumnya? Pertanyaan yang bagus, dan 
pertanyaan inilah yang sering ditanyakan ke saya oleh mereka yang bingung 
ketika joki karyawan ingin tahu riwayat gaji mereka.
 
Bisnis yang ditangani dengan baik dan penuh tanggung jawab harusnya tidak 
perduli dengan gaji Anda. Apa yang penting bagi perusahaan adalah seberapa jauh 
kemampuan Anda dalam memenuhi kebutuhannya; berapa banyak yang dia bisa bayar 
kepada Anda dan seberapa banyak keuntungan proyek yang bisa Anda hasilkan. 
Penilaian seperti ini mengharuskan perusahaan mengevaluasi Anda dengan 
hati-hati dan dalam hubungannya dengan bisnisnya, bukan dalam hal lain yang 
lebih penting untuk orang lain. Begitu perusahaan memutuskan berapa nilai Anda, 
negosiasi bisa berjalan dengan cara yang rasional. Perusahaan yang pintar tidak 
akan pernah member Anda berdasarkan peniliaian orang lain, karena nilai itu 
relatif.
 
Itulah kenapa tidak ada satu alasan pun untuk memberitakan berapa gaji Anda di 
perusahaan Anda yang dulu. Semata-mata karena itu tidak penting karena tidak 
relevan.
 
Survey gaji menyusahkan perusahaan
Nah, beberapa orang mungkin berpendapat bahwa perusahaan harus tahu berapa 
banyak yang dikeluarkan perusahaan lain untuk ketrampilan tertentu, kalau 
perusahaan itu ingin kompetitif.
 
Salah. Penggunaan survey gaji SDM malah bisa menghambat usaha perusahaan untuk 
kompetitif karena survey ini mengarahkan penawaran kerja menjadi rata-rata. 
Jika Anda ingin memperkerjakan yang terbaik – bukankah perusahan-perusahaan 
begitu harusnya? – Anda harusnya mencari ujung lengkungan, atau keluar dari 
lengkungan. Anda tidak ingin memperkerjakan – atau membayar – pekerja rata-rata.
 
Kontroversi mutakhir tentang kekurangan tenaga kerja IT membuktikan hal di 
atas. Majalah industri teknologi informasi Computerworld melaporkan bahwa para 
IT Manager di beberapa perusahaan menghentikan proses pencarian kerja di 
departemen HR ketika mereka menyadari para kandidat yang baik malah hilang 
karena HR mendasarkan pekerjaan mereka pada “skala bayaran standard industri”. 
Skala ini –yang menggambarkan trend pergerakan ke belakang bukannya nilai 
pekerjaan kandidat – merupakan cara penilaian yang buruk tentang berapa nilai 
dari sebuah kandidat pekerjaan di pasaran yang kompetitif.
 
Logika yang payah bisa menyusahkan
Lepas dari masalah survey, ada sebuah alasan kenapa Anda itu tidak seharusnya 
memberitakan gaji Anda ke perusahaan yang baru. Dua malah sebenarnya. Yang 
pertama adalah hal itu pribadi dan bukan urusan orang lain. Itu adalah hal yang 
confidential. (Bayangkan kalau perusahaan itu mengevaluasi penawaran dari 
sebuah perusahaan konsultan, dan menanyakan perusahaan itu berapa bayaran klien 
yang lain untuk layanannya). Perusahaan itu harusnya malu mencoba mengorek 
keadaan financial Anda, dan malu dengan mengakui bahwa mereka memberikan 
penilaian terhadap Anda berdasarkan peniliain perusahan lain, bukannya 
mengevaluasi dan menilai diri Anda sendiri.
 
Alasan kedua Anda kenapa Anda tidak seharusnya memberitakan gaji Anda ini lebih 
penting. Begitu Anda membuka dan mengekspos gaji Anda, semua amunisi Anda untuk 
negosiasi lenyap seketika karena kerendahan hati Anda. Perusahaan sekarang 
pegang kartunya. Terlepas dari potensi nilai Anda terhadap perusahaan ini, dan 
terlepas dari kemampuannya untuk membayar Anda, memberitakan riwayat gaji Anda 
akan membatasi kemampuan Anda untuk negosiasi. Yang terjadi selanjutnya tidak 
lain hanyalah logika yang payah: “Kamu akan mendasarkan nilai Anda pada nilai 
Anda bagi orang lain”.
 
Dan tiba-tiba, ketrampilan Anda dan penilaian dan kebutuhan perusahan harus 
patuh pada survey gaji. Kemampuan perusahaan untuk membayar Anda berdasarkan 
nilai Anda bukan lagi jadi masalah sekarang. Malah, perusahaan akan mundur 
dalam hal negosiasi. Perusahaan akan melepas hak prerogatifnya untuk menilai 
seberapa berharganya Anda berdasarkan peniliaian gaji dari perusahaan di mana 
Anda ingin lari: perusahaan Anda yang terdahulu. Mungkin yang paling ironis, 
perusahaan yang baru mempercayai peniliaian terhadap Anda berdasarkan 
pesaingnya. Dalam memberitakan penilaian orang lain terhadap diri Anda, Anda 
mencekik nilai Anda sendiri dan pertumbuhan pendapatan Anda.
 
HR Manager akan teriak, “Kalau kita tidak menggunakan semacam skala gaji 
standard dan memastikan kelangsungan kompensasi seseorang, harga 
pekerja-pekerja yang baru akan meroket dan kompensasi malah jadi gratis untuk 
setiap orang!”
 
Mungkin saja, atau mungkinkah? Apakah maksud Anda kompensasi yang meroket untuk 
dokter-dokter dan para pengacara sebelum kedua profesi ini dibolehkan 
mengiklankan layanan mereka dan bersaing secara terbuka? Sudah diperdebatkan 
bahwa pendapatan profesi lain – engineer, akuntan, software developer – 
harusnya mendekati rata-rata doker dan pengacara. Mungkin itu terjadi, kalau 
saja bukan karena batasan pendapatan oleh survey gaji yang biasa digunakan 
departemen HR. (Oh iya, dokter-dokter sekarang hidup dan mati dalam batasan itu 
juga, hanya saja dalam bentuk batasan bayaran mereka oleh perusahaan asuransi). 
Tapi yang lebih memungkinkan, kalau pendapatan semua profesi itu meroket, 
mereka pada akhirnya akan dikendalikan oleh pasar. Penetapan harga yang kita 
ketahui sekarang ini – dalam bentuk “skala gaji industri” – akan memberi jalan 
pada gaji yang dinegosiasi berdasarkan nilai seseorang yang sebenarnya bagi 
perusahaan tertentu.
 
Sebelum masanya profesi Anda membentuk sebuah kesatuan yang berkonspirasi untuk 
menetapkan harga layanan Anda, saran saya hentikan bantuan Anda dan jangan 
lanjutkan bantuan kejahatan penetapan harga oleh perusahaan. Jangan matikan 
kartu Anda secara premature dengan membatasi kompensasi negosiasi.
 
Jangan mengaku, bernegosiasilah
Tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa Anda harus mengatakan riwayat gaji 
Anda, atau bahwa Anda harus membolehkan pendapatan Anda ke depannya harus 
dibatasi oleh pendapatan Anda di masa lalu. (Kecuali, tentunya, jika Anda 
menandatangani pernyataan pekerjaan yang mengharuskan Anda seperti itu. 
Berhati-hatilah: penerimaan sebuah penawaran pekerjaan membuat Anda terikat 
pada term-term manual kebijakan secara otomatis, dan ini membuat Anda harus 
menghasilkan riwayat gaji). Juga tidak ada peraturan yang mengatakan Anda harus 
membantu perusahaan untuk bernegosiasi melawan Anda sendiri. Jadi, apa yang 
harus Anda lakukan ketika dihadapkan dengan perusahaan yang menghendaki riwayat 
gaji Anda dan detail bayarannya?
 
Tolaklah. Sebagai gantinya, dengan sopan dan tegas katakan keinginan jangkauan 
gaji yang Anda inginkan untuk pekerjaan itu. Ringankanlah diri Anda sendiri dan 
dirikanlah hal ini di awal diskusi pekerjaan yang serius dengan perusahaan itu. 
Ingat bahwa nilai Anda akan bervariasi tidak hanya berdasarkan letak tempat, 
tetapi juga antar perusahaan: beberapa akan lebih membutuhkan Anda daripada 
yang lain dan akan menilai Anda lebih tinggi berdasarkan bagaimana mereka 
menempatkan ketrampilan Anda. Nilai Anda juga akan bergantung pada seberapa 
baik Anda bisa mengidentifikasi nilai Anda dan menyampaikannya. Tentu saja, ini 
menempatkan tanggung jawab pada Anda untuk melakukan riset yang serius, 
pemikiran yang hati-hati dan perencanaan presentasi berbasis keuntungan yang 
solid untuk perusahaan. (Menjadi orang yang melawan arus itu memang susah). 
Anda harus bisa mengendalikan sepenuhnya kasus Anda, dan mencari justifikasi 
terhadap pernyataan Anda terhadap kompensasi yang harusnya Anda
 bisa dapatkan.
 
Harap diingat, saya tidak menyarankan Anda untuk jadi kasar atau konfrontal. 
Saya yakin cara yang terbaik untuk mengatakan “tidak” pada permintaan riwayat 
gaji adalah: “Saya yakin nilai seorang [engineer, sales rep, akuntan, 
programmer] bergantung pada ketrampilannya, tapi juga bergantung pada bagaimana 
ketrampilan tersebut meguntungkan perusahaan. Begitu juga, nuansa kerja 
[engineering, dll] bervariasi di antara perusahaan, dan saya percaya kompensasi 
saya harusnya didasarkan pada pekerjaan tertentu. Saya tidak berharap Anda 
membayar saya lebih dari nilai saya bagi Anda. Saya mengerti Anda punya 
Anggaran; saya minta Anda menghargai bahwa saya memiliki jangkauan gaji untuk 
pekerjaan ini. Saya ingin meluangkan waktu dengan Anda untuk membicarakan 
pekerjaan yang saya siap untuk lakukan, dan apa nilai dari pekerjaan itu bagi 
masing-masing kita.”
 
Jelaskan “Policy”nya
Anda mungkin mendapati joki karyawan yang angkuh (dan beberapa manajer pencari 
tenaga kerja yang ofensif) akan tetap mendesak agar Anda membuka rahasia Anda. 
Di situlah Anda harus menarik garis dengan cara Anda sendiri. Seorang pembaca 
Ask The Headhunter menawarkan perisai – dan sulit untuk ditembus. Dengan 
sopannya ia menjelaskan, informasi gajinya terikat secara perjanjian 
confidential yang dia tandatangani dengan perusahaan yang sekarang (atau yang 
dulu). “Saya tidak diizinkan untuk memberitakan termin-termin perjanjian 
pekerjaan saya. Termasuk di dalamnya soal kompensasi.” Bacakan perjanjian 
pekerjaan Anda sendiri, atau manual karyawan perusahaan Anda, dan Anda mungkin 
akan mendapati bahwa beberapa informasi tertentu termasuk gaji adalah 
“confidential perusahaan”. Mudahnya, Anda tidak diizinkan untuk bercerita pada 
siapa pun tentang berapa bayaran Anda oleh perusahaan. Birokrat saja mengerti 
soal ini.
 
Terlepas dari bagaimana Anda membentengi diri Anda sendiri, kunci dalam 
menciptakan deal kompensasi yang rasional membutuhkan agar Anda dan perusahaan 
Anda untuk menjauh dari survey dan lekungan dan focus pada pekerjaan dan Anda 
itu sendiri. Memang, perusahaan mungkin akan memulai dengan mengevaluasi survey 
gaji industri, dan Anda mungkin melakukan hal yang sama. Tapi, ini hanyalah 
alat statistic untuk membantu Anda melakukan pe er Anda – bukan alat pembuat 
keputusan yang membatasi negosiasi Anda.
 
Pasang Baju Pelindung Anda
Dari sudut pandang financial, yang penting dalam setiap negosiasi pekerjaan apa 
pun adalah anggaran perusahaan dan jangkauan gaji yang dipersyaratkan kandidat. 
Apa pentingnya riwayat gaji Anda, jika Anda tidak ingin menerima pekerjaan yang 
kurang dari $X?
 
(Betul, Anda bisa membaca yang tersirat dan mendapati bahwa pendekatan ini juga 
berguna ketika Anda siap untuk menerima bayaran lebih kecil daripada yang sudah 
Anda dapatkan selama ini dan tidak ingin perusahaan tahu bahwa Anda memang 
bersedia menerima potongan itu).
 
Gaji yang Anda persyaratkan adalah satu-satunya informasi gaji yang sepatutnya 
diketahui sebuah perusahaan. Menjadi hal yang ironis berganda bahwa banyak 
perusahaan tidak bersedia memberikan jangkauan gaji yang mereka keluarkan.
 
Beberapa perusahaan akan menahan langkah Anda ketika Anda menolak memberikan 
detail gaji, atau jika Anda menolak mengisi formulir riwayat gaji. Di beberapa 
kasus, Anda akan ditolak karena kebijakan HR perusahaan. Di saat lain, 
pendirian Anda akan dipandang sebagai konfrontasi daripada koperatif.
 
Yang saya sarankan di sini adalah melawan arus dan beresiko, dan ini berpotensi 
untuk membuat Anda dicap sebagai “kandidat yang bebal”. Tapi sebenarnya 
pentingkah untuk membuat gaji Anda itu confidential? Tidak, kalau Anda 
menyadari bahwa perusahaan jarang berbagi informasi yang Anda inginkan. 
(Bayangkan Anda dengan sopan menjelaskan bahwa Anda akan berbagi riwayat gaji 
Anda jika perusahaan akan berbagi gaji setiap orang di departemennya. Dalam 
konteks itu, kenapa itu bisa dianggap tidak masuk akal, tidak sopan atau 
konfrontasi?) Apa yang kita hadapi di sini adalah konvensi, bukan nalar yang 
baik atau bisnis yang bagus. Penggantian konvensi memang tidak mudah.
 
Jaga nilai Anda
Maukah Anda mengambil resiko? Jangan salahkan saya jika Anda tidak mau, 
terutama jika sekarang ini Anda tidak memiliki pekerjaan, atau Anda tidak 
memiliki tawaran yang lain. Tapi saya tidak ingin membuat Anda berpikir keras 
tentang seberapa besar proses perusahaan dalam mencari karyawan yang tanpa 
dipikirkan bisa merubah kesempatan kerja yang harusnya mengikat malah menjadi 
negosiasi satu sisi di mana katrol Anda dibatasi oleh sepotong informasi 
confidential.
 
Paling tidak, jika Anda memutuskan untuk terus jalan dan memberikan riwayat 
gaji Anda, pikirkanlah untuk membuat pernyataan tegas tentang jangkauan gaji 
yang Anda persyaratkan. Dan tambahkan bahwa perusahaan tidak ingin membuang 
waktunya atau waktu Anda jika dia tidak bisa membuat penawaran dalam jangkauan 
itu.
 
Kalau perusahaan menempatkan terlalu banyak penekanan dengan menggunakan 
riwayat gaji untuk menilai Anda, itu adalah alasan yang murahan dan tidak 
professional untuk menghindari kesempatan untuk duduk bersama dengan Anda dan 
menentukan berapa nilai Anda. Analisa sejati nilai Anda membutuhkan kerja sama 
dan kemauan baik. Ini membutuhkan diskusi yang intelijen dan terbuka tentang 
seberapa bernilainya sebuah pekerjaan – bukan berapa nilai Anda di perusahaan 
lain.



[Non-text portions of this message have been removed]



--- 
Website: http://toekangweb.or.id/
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/toekangweb/messages
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/toekangweb/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/toekangweb/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke