----- Original Message ----- 
From: Yogawasista 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Cc: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, April 15, 2007 2:42 AM
Subject: [DISKUSI ISLAM: 583 ] Re: Fw: Mau gaji gede ga? Tapi syaratnya harus 
buka jilbab, ya! (Masukan untuk HRD J.W. Mariott)


Salut buat mbak Mierza Miranti, dapat mempertahankan aqidah.
Inilah contoh yang jelas dan tidak benar, dimana wong kito kalau 
bekerja pada wong bule akan mengikuti pola kehidupannya atau
tingkah lakunya aja, tidak mengambil "pola pikir dan pola kerjanya".

Belum tentu wong bule-nya akan menegor pada mbak lho, karena
bule-nya sendiri tidak pernah ke gereja kok, kristen/katolik itu hanya
KTP aja.

Pada Ibu Yolinda HRD Hotel JW Marriot, mohon pada ibu hendaknya 
berkaca dulu, Apa yang dikatakan itu berdasarkan logika atau hati nurani ?
Kalau berdasarkan logika, ibu akan cenderung mengakal-akali agar ibu 
dapat "reward" dari Bule dengan menyuruh melepas jilbabnya.
Berdasarka hati nurani, ibu akan merespon positip atas kehidupan "DUGEM"
dilingkungan Hotel ini masih ada yang dapat mempertahankan Aqidah.

Bu Yolinda yang terhormat, 
Kebetulan saya 11 (sebelas tahun) mempunyai atasan Bule terus, dapat hikmah
yang bagus terhadap pola pikir dan pola kerja mereka ya bu. Jangan meniru pola
kehidupan atau pola tingkah lakunya ya bu, kehidupan mereka itu sangat 
sederhana kok, setiap sabtu (malam minggu) ke Cafe atau Diskotik untuk "Teler" 
dan maaf main perempuan, besok hari seninnya biar fresh untuk kerja, itu 
dilakukan 
terus menerus.
Lha kalau kita, ada pembatas yang jelas dimanapun, kemanapun dan kapanpun 
yang kita lakukan ada yang membatasi yaitu agama.

Marilah pertahankan Aqidah, jangan terlena akan "Gebyar Dunia" ini.

----- Original Message ----- 
  From: Fariman Whk 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; geologist 
GAEK 
  Sent: Saturday, April 14, 2007 7:48 PM
  Subject: [DISKUSI ISLAM: 582 ] Fw: Mau gaji gede ga? Tapi syaratnya harus 
buka jilbab, ya! (Masukan untuk HRD J.W. Mariott)


  From: mierza miranti <[EMAIL PROTECTED]>
  Date: 10 Apr 2007 04:36:35 -0700
  Subject: [daarut-tauhiid] Mau gaji gede ga? Tapi syaratnya harus buka jilbab, 
ya! (Masukan untuk HRD J.W. Mariott)
  To: [EMAIL PROTECTED]


  Hmmm....

  Apa jawaban anda kalo ditanya seperti itu? Well... I've been through that.

  Saat itu saya dipanggil interview oleh salah satu hotel kelas atas yang dulu 
pernah dibom sebagai pengajar bahasa Inggris untuk staf2nya. 

  Pertama kali saya masuk, aroma hedonis sudah terasa kental. Tapi saya sudah 
terbiasa karena saya sudah sering mengajar bahasa Inggris di perusahaan2 
seperti ini. Namun, hari itu semuanya terasa agak "aneh". Mungkin karena saya 
satu2nya jilbaber yang wara-wiri disana. 

  Proses interview berjalan biasa. Diawali dengan tes untuk menilai bahasa 
Inggris saya. Setelah lulus tes, baru saya menemui HRD Managernya 
Perbincangannya sangat menyenagkan. Smuanya positif dan dia bilang saya dapat 
terus lanjut ke Training Manager dan tahap screening. 

  Kemudian, tepat sebelum saya meninggalkan ruangan, mbak itu berkata lagi... 
"Maaf lho mbak... nothing personal... tapi, bisa nggak kalo saat mengajar 
disini mbak melepas jilbab?" 

  Saya terhenyak dan merasa dipermalukan. Apa hubungannya kemampuan saya untuk 
mengajar dengan penampilan saya. I was speechless! Satu2nya kata untuk menjawab 
pertanyaan dia adalah "NO!"

  Dia mencoba membujuk dengan berkata "Cuma saat di kantor aja mbak." Saat itu 
(dalam imajinasi saya) sebenarnya saya ingin berkata "Mbak, maaf ya... berarti 
kalo saya dateng ga pake jilbab... Mbak bakal minta saya telanjang? kalo gaji 
segitu mah cari aja di jalan mbak! Jangankan buka jilbab, telanjang juga mau 
kali mbak!" 

  Kemudian interview pun di-cut dan saya pun gagal jadi potential candidate.

  Fiuhh... Saya ikhlas menerimanya qo. It's the best for me. Namun, saya hanya 
ingin memberi masukan untuk HRD Manager Hotel J.W. MAriott (Ibu Yulinda) untuk 
lebih teliti lagi memilih calon pelamar. Lihat dulu foto yang dilampikan. Sudah 
jelas2 kalo saya berjilbab, mbok ya jangan dipanggil. It's such a waste of time 
loh mbak! 

  So... ada yang berminat melepas jilbab demi gaji yg besar? 



   
  Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
  Messages 
  ===================================================

        Cylke Andrews <[EMAIL PROTECTED]>  to daarut-tauhiid 
         
        Assalamu'alaykum Wr Wb

        Izinkan saya berbagi sedikit pengalaman pribadi. Kejadian yang pernah 
saya alami sedikit berbeda. Ketika saya pertama kali mendapat hidayah untuk 
berhijab (mengenakan jilbab) saya tengah bekerja di sebuah perusahaan 
"patungan" antara pengusaha lokal (owner-nya non muslim) dan pengusaha asing 
(msh berkebangsaan Asia). Ketika itu bulan Ramadhan dan saya sudah bekerja di 
sana hampir setahun...(sudah lewat probation period). Ketika pertama kali 
melihat perubahan penampilan saya, owner lokal langsung memandang dengan sinis 
serta melemparkan komentar sinis pula. Namun tidak terlihat gelagat akan 
terjadinya tindakan yang drastis dari owner tersebut. Posisi saya saat itu 
lumayan tinggi sehingga dalam struktur organisasi, saya langsung melapor 
(direct reporting) ke owner yang dalam struktur berposisi presiden direktur.

        Setelah Ramadhan berlalu, libur Idul Fitri habis, mulailah kembali 
aktivitas di kantor. Namun saat melihat saya masih mengenakan jilbab setelah 
Ramadhan dan Idul Fitri lewat, boss saya mulai menunjukkan gelagat yang kurang 
menyenangkan. Dia mulai mengintimidasi saya dengan beragam tugas dan situasi 
yang bahkan terkesan mengada-ada... Namun kala itu saya pasrah. Niat saya bulat 
dan saya yakin sekali bahwa Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk 
umatNya.

        Saya tetap menjalankan tugas semampu saya dan mencoba bertahan dari 
segala terpaan. Namun boss tetap boss, dan dia punya wewenang penuh di 
perusahaan tersebut, hingga akhirnya saya terpaksa mengundurkan diri... 

        Namun dengan keyakinan akan Allah SWT yang akan memberikan yang terbaik 
kepada umatNya, saya tidak patah semangat dengan keadaan tersebut. Saya terus 
berikhtiar dan berdoa. Selang beberapa minggu saya sudah di terima di 
perusahaan lain dengan gaji yang lumayan walaupun tidak sebesar sebelumnya. 
Saya bekerja dengan sepenuh hati, sehingga sampai ada beberapa perusahaan lain 
yang "melirik" saya. Karena menjadi tulang punggung keluarga, maka saya terima 
tawaran yang terbaik yang menghampiri saya. Alhamdulillaah, sekarang saya 
bekerja di perusahaan asing (Amerika) yang cukup ternama di industrinya... dan 
gaji saya bahkan jauh lebih besar dibanding di perusahaan dimana saya dipandang 
sinis saat saya berhijab. Dan, Alhamdulillah (dan Insya Allah -- terus) saya 
tetap mengenakan jilbab.

        Intinya, gaji besar atau kecil tergantung cara kita mensyukuri 
nikmat... buat saya pribadi, selama perusahaan menilai saya murni dari cara dan 
sikap kerja serta hasil pekerjaan saya dan bukan dari penampilan saya, 
Alhamdulillaah (dan Insya Allah - terus) saya sudah merasa lebih dari cukup... 
dan saya berharap sikap ini Insya Allah akan terus "dijagaNya"... Amiiin...

        Jadi, jangan takut, banyak sekali perusahaan yang lebih professional! 
Insya Allah, bila kita yakin akan KebesaranNya, maka Allah SWT senantiasa akan 
mencukupkan segalanya untuk kita... Amiiin...

        Wassalam,
        Ike

        Febry Panca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        iya tuch,
        istri saya juga pernah mengalami kejadian yang mirip dengan ini, saat 
itu istri saya mendapatkan panggilan dari salah satu perusahaan properti besar 
di surabaya. Saat interview awal kelihatan gak ada masalah tetapi pada saat 
intervew akhir membicarakan masalah gaji sang HRD manager menyatakan menerima 
istri saya sebagai karyawan di perusahaan tersebut dengan gaji yang relatif 
besar menurut kami tetapi dengan satu syarat harus melepas jilbab pada saat di 
kantor. Akhirnya dengan jawaban pasti, istri saya menolak tawaran tersebut, 
sang HRD manager mengikuti istri saya sampai tempat parkir dan tetap meminta 
istri saya untuk berpikir lagi mengenai penawaran tersebut, sang HRD Manager 
juga cerita kalo' dia sebagai muslimah sebenarnya juga ingin sekali mengenakan 
jilbab, tetapi dia juga terbentur dengan peraturan perusahaan. Beginilah 
fenomena umat Islam terutama muslimah saat ini, di zaman yang telah terbuka ini 
ternyata masih banyak diskriminasi terhadap umat ISLAM terutama
        kepada kaum muslimah.

        ----- Original Message ----
       








------------------------------------------------------------------------------
  ~---------~--~----~------------~-------~--~----~
  MUDAH MUDAHAN BERMANFAAT DAN DAPAT MENERANGI KEGELAPAN ATAU MEMPERINDAH 
TERANGNYA CAHAYA HIDUP. AMIEN YA RABBAL ALAMIN. 
  -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke