----- Original Message -----
From: Yogawasista
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 20, 2007 3:33 AM
Subject: [DISKUSI ISLAM: 597 ] Apa Sukses Selanjutnya ?
Apa Sukses Selanjutnya ?
EKO JALU SANTOSO
Banyak orang yang sukses berkarier sebagai pengusaha, eksekutif,
professional, artis, cendekiawan, pejabat tinggi, atau para celebrity ternama
yang kelihatan memiliki kehidupan luar mengagumkan, namun ternyata memiliki
kehidupan pribadi yang kurang bahagia. Mereka merasakan kehampaan hidup,
kekosongan hati atau kemiskinan jiwa dan bahkan banyak yang kehidupannya
diakhiri "unhappy ending" , seperti terbukti melakukan korupsi, berakhir
dipenjara, melakukan penipuan, penggelapan pajak atau terbukti selingkuh yang
ditayangkan berbagai media masa, dll.
Seseorang yang meraih "outer success" atau kesuksesan duniawi seperti
karier yang cemerlang, gelar akademik yang berderet panjang, konglomerat yang
menguasai puluhan perusahaan atau popularitas yang tinggi, ternyata kalau tidak
diimbangi dengan diimbangi dengan "inner success" atau sukses ukhrawi, hanya
akan berakhir dengan kesia-siaan hidup. Mengejar kesuksesan dengan hanya
mengedepankan satu sisi "material sukses" semata dengan tidak mengimbangi sisi
lainnya yakni "spiritual sukses " hanyalah akan berkahir dengan kehampaan dan
kemiskinan hati.
a.. Kalau demikian, bagaimana melanjutkan kesuksesan yang sudah kita
dapatkan pada tingkatan yang lebih tinggi?
b.. Apa sukses selanjutnya setelah satu sisi kesuksesan duniawi sudah
kita raih?
c.. Bagaimana mensinergikan antara "Inner Success" dengan "outer
success" yang kita dapatkan?
Pertanyaan seperti ini dapat menggiring manusia pada usaha memahami makna
sukses yang lebih tinggi, yakni sesuai dengan visi dan misi hidup yang
diberikan oleh Allah Sang Pemilik Kehidupan kepada manusia. Karena puncak
kesuksesan dan kemenangan hidup itu bukanlah pada prestasi duniawi yang nampak
menggiurkan dan menyilaukan mata itu, tetapi masih ada perjalanan sukses yang
sesungguhnya yang menyentuh aspek spiritual manusia.
Saya sungguh terkesan dengan apa yang menjadi prinsip bisnis Konosuke
Matsushita, seorang pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Group
Perusahaan Jepang Matsushita. Dia memiliki motto hidup yang juga menjadi motto
bisnisnya adalah "Life isn't only for bread", atau hidup bukanlah sekedar untuk
sepotong roti.
Saya percaya statemen singkat dan terlihat sederhana ini tidak terjadi
begitu saja, karena pasti lahir dari proses panjang dalam perjalanan
kehidupannya hingga dapat menemukan sebuah tujuan kehidupan tertinggi. Hal ini
telah dibuktikan oleh Matsushita dalam hidupnya dengan tidak hanya menjadi
seorang entrepreneur sukses luar biasa. Matsushita juga mengabdikan hidupnya
menjadi pendidik, menjadi penulis puluhan buku, membagikan ilmunya kepada
banyak orang dan ternyata ia juga dikenal sebagai seorang filsuf yang sangat
popular. Meskipun memiliki kekayaan harta berlimpah, namun gaya hidupnya
sederhana jauh dari kemewahan duniawi. Matsushita bahkan rela menyumbangkan
ratusan juta US Dollar dari uang pribadinya dan dari kas perusahaannya untuk
kepentingan kemanusiaan.
Sebagai makhluk yang sempurna, manusia perlu memahami mengapa kita hidup,
untuk apa kita hidup dan kemana tujuan akhir kehidupan tertinggi. Memahami hal
ini akan menggiring kita untuk menemukan siapa Tuhan kita sebenarnya. Dengan
demikian dalam hidup, kita tidak akan mudah dibelokkan untuk ber-Tuhan kepada
kekayaan harta, ber-Tuhan kepada jabatan, ber-Tuhan kepada gelar akademik,
ber-Tuhan kepada popularitas dan semua asesories duniawi lainnya. Kita tidak
mudah dibelokkan oleh kemilau dan gemerlapnya aksesories duniawi yang
menyesatkan, kemudian melalaikan nilai-nilai spiritual yang menjadi pusat
gravitasi jiwa dalam setiap langkah kehidupan. Karena pusat orientasi hidup
tertinggi yang dapat menyentuh pada kebahagiaan aspek spiritualnya manusia
adalah pada hati yang "taqarrub" atau menuju pada sifat-sifat Allah yang Maha
Agung yang sudah "built in" dalam diri kita.
· Pernahkah Anda merasakan suatu kebahagiaan ketika Anda membantu
orang lain dari kesusahan, seperti mereka yang terkenalkorban gempa, korban
banjir, korban lumpur atau kelaparan?
· Dapatkah Anda merasakan kenikmatan dan kepuasaan hati ketika
dapat menolong orang lain memerlukan bantuan?
· Bisakah Anda merasakan sebuah kedamaian jiwa ketika Anda dapat
membagi kebahagiaan yang kita miliki dengan orang lain?.
· Bagaimana kita dapat merasakan kesuksesan yang lebih berarti
ketika kita dapat membantu kesuksesan orang lain?
· Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan yang menyentuh hati ketika
menggunakan segenap potensi yang kita miliki untuk tujuan kemuliaan hidup?
Hermawan Kartajaya mempunyai caranya sendiri dalam mengabdikan hidupnya
untuk orang lain. Sebagai seorang guru marketing, Hermawan adalah salah satu
orang yang saya kagumi dan membuat diri saya "melek" marketing. Mungkin juga
berjuta orang Indonesia lainnya menjadi melek marketing melalui buku-bukunya.
Dalam bukunya "Hermawan Kartajaya on Marketing", dia mengatakan, "Kalau
meninggal, saya ingin dikenang di nisan saya `Di sini berbaring Hermawan
Kartajaya the great marketing contributor', semacam itulah. Jadi saya bicara
bolak-balik supaya nanti anak dan cucu saya ingat." Itulah Hermawan Kartajaya
yang mendedikasikan hidupnya bagi marketing. Kini berbagai pemikiran dan konsep
marketing yang dibuatnya sudah diakui di berbagai negara dan dirinya dikenal
sebagai pakar marketing kelas dunia.
Setiap orang memiliki kesempatan berperan dalam meletakkanlah landasan
kehidupan mulia bagi dirinya. Membuat peran kehidupan mulia yang dapat dikenang
oleh kehidupan dan dunia. Setiap orang dapat menjadi sumber cahaya yang
memancar menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan disekitarnya. Karena
setiap manusia memiliki bekal kecerdasan dalam menjalani kehidupannya.
Kalau Matsuhita mengabdikan hidupnya untuk menulis buku, mengajar dan
memberikan bantuan bagi kemanusiaan dan Hermawan Kartajaya mengabdikan hidupnya
untuk dikenang sebagai the great marketing contribnutor, lalu bagaimana dengan
Anda?
Bagaimana menemukan suara hati yang menjadi keinginan agung dalam diri
kita? Bagaimana memberdayakan anugerah yang ada dalam diri kita untuk meraih
kesuksesan dan keagungan dalam hidup? Lebih lengkapnya bisa dibaca di buku saya
"The Art of Life Revolution" yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Buku
setebal 356 halaman ini sudah beredar di toko-toko Gramedia di seluruh
Indonesia.
--------------------------------------------------------------------------
Sumber: http:/www.ekojalusantoso.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
MUDAH MUDAHAN BERMANFAAT DAN DAPAT MENERANGI KEGELAPAN ATAU MEMPERINDAH
TERANGNYA CAHAYA HIDUP. AMIEN YA RABBAL ALAMIN.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---