Shirâth, sabîl, syarî‘ah, tharîqah, minhâj, mansak atau manâsik (jamak), dan 
maslak atau sulûk, semuanya berarti jalan, cara, metode dan semacamnya. Karena 
agama itu berarti jalan, maka kita harus dinamis. Kalau ada sesuatu yang 
berhenti di jalan, itu menyalahi sifat jalan itu sendiri. Karena itu, agama 
kita tidak mengajari bagaimana cara sampai kepada Tuhan atau mengetahui Tuhan. 
Sebab itu sangat mustahil. Sebenarnya gnostisisme tidak diakui dalam Islam, 
meski konon perkataan makrifat itu digunakan dalam pengaruh konsep gnostisisme 
Yunani. Tetapi itu berbeda. Makrifat dalam tasawuf paling jauh bisa ditafsirkan 
sebagai suatu teori tentang pengalaman teofanik, pengalaman penyingkapan 
kebenaran pada seseorang yang sangat pribadi. 
            Pengalaman kita dalam beragama ialah pengalaman mendekati Tuhan 
yang tidak pernah hadir. Karena itu, dalam menempuh perjalanan keagamaan, kita 
mempunyai pengalaman yang bermacam-macam, yang berbeda-beda. Ada cerita menarik 
begini. Ada seorang wanita tua datang kepada Nabi. Wanita itu ditanya Nabi, 
“Kalau kamu beriman kepada Allah, di mana adanya Tuhan itu?” Wanita tua itu 
menunjuk ke langit. Kemudian Nabi berkata dengan rileks, “Wanita ini benar.” 
Para sahabat lalu memprotes Nabi, “Al-Qur'an menyebut bahwa Tuhan itu ada di 
mana-mana. Mengapa Nabi membenarkan wanita yang berpendapat bahwa Tuhan hanya 
berada di langit?” Nabi menjawab, “Itulah yang dipahami wanita tua itu. Kamu 
tidak usah mengganggu." 
            Itulah yang namanya idiom, yang banyak sekali macamnya dalam 
masyarakat kita. Oleh karena itu, para ulama dulu kemudian membagi manusia itu 
bermacam-macam tingkatannya (maqâm). Ada sebuah hadis yang sering juga kita 
dengar, “Bicaralah pada manusia sesuai dengan tingkat kecerdasan akalnya.” 
Kalau kita bicara kepada orang yang buta huruf dengan bahasa-bahasa akademis, 
pasti tidak mengena. Sebaliknya, kalau kita menggunakan idiom-idiom orang buta 
huruf untuk kalangan akademis, pasti ditolak. Jadi, implikasi kebenaran itu 
banyak sekali. Seolah-olah ada garis besar kebenaran berupa lingkaran, yang di 
dalamnya orang bisa berkiprah apa saja, bisa ke mana-mana, asal tidak keluar 
dari lingkaran itu. 
   

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke