source: http://blog.qalbu.net/  Wali Musrsyid itu perluFri 23 Mar 2007, 12:18 
AM | Posted by wahfiudin
Tags: Ihsan   
    Seorang saudaraku bertanya:
APAKAH ADA PERADABAN YANG LEBIH BAIK DARI ISLAM? TIDAK!! Hmm..kadang aku 
berpikir, apa kunci Rasulullah hingga mampu membangun satu peradaban baru hanya 
dalam waktu 23 tahun...?
  Sekadar ikutan sharing kutulis:
  Barangkali kuncinya seperti tergambar dalam surat al-Jum'ah - 62:2. Beliau 
menjalankan tiga tugas utama:
    
   Tilawah, membacakan ayat-ayat Allah. Memperkenalkan kepada orang-orang 
tentang adanya petunjuk 'langit' dan meyakinkan mereka tentang kebanaran 
ayat-ayat 'langit' itu.   
   Tazkiyah, mensucikan jiwa pengikutnya. Tanpa kesucian jiwa maka makna 
ayat-ayat yang dibacakan tak akan terpahami dengan baik, tak juga ayat-ayat itu 
terasakan sebagai penggerak yang memotivasi orang untuk mengamalkannya.   
   Ta'lim, mengajarkan ketentuan-ketentuan Allah (hukum, kitab) juga tujuan dan 
manfaat dari ketentuan-ketentuan tersebut (hikmah).
  Sekarang ini fungsi tilawah telah banyak tergantikan oleh berbagai media. 
Kalau dulu hanya dibacakan oleh orang, sekarang ayat-ayat telah dibukukan, 
dikasetkan, di-CD/VCD-kan, di-digital-kan. Orang dapat mengaksesnya secara 
langsung. Untuk membacanya pun sudah banyak tersedia kursus-kursus yang dapat 
melatihkannya dengan berbagai metode yang sangat cepat.
  Fungsi ta'lim masih berjalan terus, bahkan makin banyak ustadz yang memimpin 
majlis-majlis ta'lim, baik langsung maupun menggunakan fasilitas distance 
learning melalui radio, tv dan internet.
  Yang jadi masalah adalah fungsi tazkiyah. Rasulullah s.a.w. mentazkiyah jiwa 
para sahabat sebelum menta'lim mereka. Jiwa para sahabat sudah tersucikan lebih 
dulu sebelum mendapatkan ta'lim. Tapi siapa yang mentazkiyah diri kita saat 
ini? Untuk tilawah kita dapat menggunakan berbagai multi media ayat yang banyak 
tersebar dengan harga murah. Untuk ta'lim kita dapat mendatangi majlis ta'lim, 
halaqah, liqa' dan mabit; menjumpai para ustadz dan murabbi. Tapi semua itu 
kita lakukan dengan qalbu yang kotor karena tidak mengalami tazkiyah lebih dulu.
  Adakah para ustadz/kyai itu dapat mentazkiyah jiwa kita. Apakah para murabbi 
kita juga sudah tersucikan jiwanya sehingga mampu mentazkiyah kita? Kadang kita 
katakan, tak perlu tazkiyah secara formal, lakukan saja ibadah-ibadah yang ada 
dengan ikhlas dan tekun, nanti jiwa akan tertazkiyah sendiri. Betulkah? 
Bagaimana kita dapat ikhlas kalau belum tazkiyah. Bagaimana akan termotivasi 
dan tekun beribadah kalau masih banyak kototan jiwa? Jadi berputar-putar dong, 
untuk tazkiyah perlu ibadah, tapi untuk ikhlas dan tekun ibadah diperlukan 
tazkiyah lebih dulu...
  Kita katakan tak perlu ada tazkiyah secara formal, juga tak perlu ada orang 
yang mentazkiyah kita, karena kita memang belum mengetahui pentingnya dua hal 
itu. Rasulullah s.a.w. mendapatkan tilawah, tazkiyah dan ta'lim dari malaikat 
Jibril. Para sahabat mendapatkannya dari Rasul s.a.w. Para tabi'in dari para 
sahabat...begitu seterusnya. Tapi lagi-lagi, siapa yang mentazkiyah kita saat 
ini? Kadang kita terlalu arogan dengan mengatakan tak perlu tazkiyah dan orang 
yang mentazkiyah, karena hubungan kita dengan Allah SWT bersifat langsung dan 
individual, tak memerlukan perantara. Tapi betulkah kita, dengan segala 
kekotoran kita dapat terhubung langsung dengan Allah? Bukankah Rasulullah 
s.a.w. sebelum mikraj pun ditazkiyah dulu qalbunya oleh Jibril?
  Masukilah rumah lewat pintunya. Pelajarilah agama melalui sumbernya. Seraplah 
cahaya Ilahiah melalui salurannya. Mursyid itu perlu... Kita gak kan pandai 
tanpa guru (bukankah dikatakan, siapa yang belajar tanpa guru maka gurunya 
adalah setan...). Jiwa takkan terbersihkan tanpa ada yang men-tazkiyah-nya. 
  Tentu jangan sembarang orang kita jadikan mursyid. Bagaimana ia akan 
men-tazkiyah diri kita kalau dia pun belum tersucikan jiwanya. Carilah mursyid 
yang berkualifikasi wali. Bukan wali murid atau wali nikah, tapi wali Allah... 
Tapi bagaimana kita mengetahui seseorang itu wali Allah, jangan-jangan kita 
malah terjebak oleh pengkultusan yang menyesatkan? Tunggu tulisan berikutnya...
   
  Wallahi 'alam bi ash-shawaab.

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke