Sharing dari milis tetangga....
OS
A3K <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
From: "A3K" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sun, 29 Jul 2007 22:42:49 +0700
Subject: [exholland] FW: [smapl_735] Vaksin penyebab Autis
Vaksin penyebab Autis (dari milis konsultasi kesehatan)
Buat para Pasangan MUDA, oom dan tante yg punya
keponakan atau bahkan calon ibu, perlu nih dibaca ttg
autisme. Bisa di share kepada yang masih punya anak
kecil supaya ber-hati2. Setelah kesibukan yg menyita
waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang
membaca buku "Children with Starving Brains" karangan
Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan
diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya
beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000, itu
benar2 membuka mata saya, dan sayang sekali baru
terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa
mengidap Autisme Spectrum Disorder.
Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat
saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya
(Agustus 2001 - Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali
suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan
vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55)
ternyata 2 macam vaksin yang diterima anak saya dalam
6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat
pengawet Thimerosal , yang terdiri dari Etilmerkuri
yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum
Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an.
Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah
dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah
sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya
selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah
rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di
Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh
treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh
Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya
masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey
tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja,
sampai sekarang dia belum bicara , harus diet pantang
gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan
nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang
keseluruhannya sangat besar biayanya .
Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para
dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen
Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu,
dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih
mengandung Thimerosal . Jangan sampai (dan bukan tidak
mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di
Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah
ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis
B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai
ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua,
marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan
menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut,
cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta
vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung
Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada
mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak
mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi,
jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak
penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari
keluarga yang berpenghasilan
rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk
membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi,
dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai
berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaan Rupiah
per bulannya.
Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan
ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang
sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari
belenggu Autisme.
"Let's share with others... Show them that WE care!"
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.