PLANET PALING IDEAL
Allah memilih Bumi sebagai panggung drama kehidupan manusia. Padahal, di alam
semesta ini ada bertriliun-triliun benda langit. Dan jutaan di antaranya,
diduga mirip dengan Bumi. Akan tetapi, anehnya, sampai sekarang tidak ditemukan
sinyal-sinyal kehidupan dari angkasa luar. Langit alam semesta sepi!
Hiruk pikuk kehidupan ternyata hanya terjadi di sebuah planet kecil benama
Bumi. Di sebuah tata surya, di pinggir sebuah galaksi berbentuk cakram, bernama
Bima Sakti. Allah memilih planet Bumi yang tak ubahnya seperti debu angkasa
ini, sebagai panggung drama kehidupan manusia...
QS. Al A'raaf (7): 25
Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari
bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
Ayat di atas dengan sempurnanya menjelaskan bahwa sejak awal kehidupannya
manusia memang diciptakan di planet ini, selama hidup juga di sini, dan
akhirnya mati serta kebangkitannya juga bakal terjadi di Bumi.
Ya, Bumi adalah planet istimewa yang dipilih oleh Allah sebagai panggung
drama kehidupan manusia. Tidak ada planet sesempurna ini yang bisa digunakan
sebagai tempat hidup makhluk seperti manusia, selama jutaan tahun. Bahkan
sampai rusaknya atau kiamatnya Bumi ini. Kemudian masih diteruskan sampai
datangnya hari berbangkit.
Di dalam Al Quran Allah bercerita, bahwa Bumi yang sudah rusak pun
diperbaiki kembali olehNya agar masih bisa digunakan kembali untuk kehidupan
manusia di fase Akhirat. Bahwa, kiamat bumi bakal mengalami kerusakan fatal
disebabkan oleh serbuan batu angkasa.
QS. Al Mulk : 16-17
Apakah kamu merasa aman terhadap yang di langit bahwa Dia akan menjungkir
balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
atau apakah kamu merasa aman terhadap yang di langit bahwa Dia akan
mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana
peringatan-Ku?
Begitulah Allah bakal menghancurkan Bumi ini dengan cara mengirimkan badai
berbatu dari luar angkasa yang akan menyebabkan musnahnya kehidupan di atasnya.
Termasuk manusia. Inilah kerusakan terparah yang bakal dialami oleh Bumi
sepanjang sejarahnya yang sudah sekitar 5 miliar tahun.
Namun, Bumi tidak hancur total. Ia masih berbentuk. Bahkan bertambah dengan
material dari angkasa luar, yang berasal dari bebatuan angkasa tersebut. Cuma,
penghuninya binasa. Bersama lingkungan hidup yang rusak fatal.
Sekian juta tahun kemudian, Allah mengembalikan fungsi Bumi. Bahkan lebih
baik dari sebelumnya. Dan, manusia dibangkitkan kembali untuk
mempertanggungjawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia.
QS. Ibrahim (14): 48
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian
pula) langit, dan mereka semuanya berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang
Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Keanehan terbesar planet Bumi adalah kondisinya yang sangat ideal untuk bisa
memunculkan kehidupan. Padahal, agar bisa terjadi kehidupan, planet ini harus
memiliki fasilitas-fasilitas yang bukan main rumitnya. Dan harus terjaga selama
miliaran tahun secara otomatis (self controlled).
Di antaranya, Bumi ini harus memiliki daratan. Sebab tanpa daratan, makhluk
hidup terutama manusia, tidak akan bisa bertempat tinggal. Tapi, adakah planet
yang tidak memiliki daratan? Banyak. Di antaranya adalah planet Yupiter,
Saturnus dan Uranus. Ketiga planet itu tidak memiliki daratan. Semuanya gas!
Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia. Karena tidak ada tempat
berpijak. Akan tetapi, meskipun ada daratan, sebuah planet belum tentu juga
bisa dihuni. Daratan di planet Pluto (sekarang bukan termasuk planet lagi)
misalnya, adalah air dan gas yang membeku disebabkan oleh suhu yang sangat
rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dijamin tidak ada makhluk hidup yang
bisa tinggal di planet dengan daratan seperti itu.
Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet ini sangat dekat dengan
matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan logam Timbal. Tentu
saja, anda tak akan tahan tinggal di planet ini. Di bagian yang berlawanan
dengan daratan yang mendidih itu, daratan Mercurius justru membeku. Kenapa bisa
begitu? Karena bagian yang ada di baliknya itu terus menerus membelakangi
matahari. Berbeda dengan bagian sebaliknya, yang justru terus menerus menghadap
matahari. Karena itu suhu planet ini menjadi sangat ekstrim.
Selain daratan, sebuah planet yang layak huni harus memiliki air. Bumi sangat
berkelimpahan dengan air. Sekitar 2/3 permukaannya ditutupi oleh air. Sebuah
kondisi yang tidak terjadi pada 'saudara-saudara' Bumi di tata surya ini.
Planet yang jauh dari matahari membeku, sedangkan yang dekat matahari mendidih
dan menguap.
Tentang keberadaan air itu sendiri sangatlah misterius. Banyak yang
memprediksi air yang ada di muka Bumi ini sebenarnya bukan terbentuk di
permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa.
Kenapa ada pemikiran demikian? Sebab, air yang sedemikian banyak itu
memerlukan proses pembentukan yang bukan main berbahaya. Harus melewati suatu
ledakan raksasa yang bisa membahayakan Bumi.
Air alias H2O terbentuk karena bereaksinya hidrogen dengan oksigen dalam
tekanan yang sangat tinggi. Anda bisa memperoleh gambaran tentang hal itu pada
mesin roket.
Bertemunya antara oksigen dan hidrogen bakal menimbulkan energi panas yang
luar biasa dahsyatnya. Menyemburkan api. Dan kemudian menghasilkan H2O alias
air. Jadi bisa anda bayangkan, bagaimana proses terciptanya air berjumlah
miliaran kubik yang menutupi permukaan Bumi ini. Bisa-bisa planet Bumi ini
hancur ditelan oleh bom api raksasa yang luar biasa besarnya akibat reaksi yang
terjadi.
Maka, banyak ahli berpendapat, air yang ada di permukaan Bumi ini sebenarnya
adalah kiriman dari luar angkasa. Datang dalam bentuk bongkahan-bongkahan es
membeku seperti komet yang menyerbu Bumi. Air beku itu sendiri terbentuk di
zaman purba alam semesta akibat bertemunya oksigen dan hidrogen di luar angkasa
sana. Bongkahan-bongkahan es itu sengaja dikirim oleh Allah ke planet Bumi agar
terjadi kehidupan di sini. Dan air kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di
Bumi. Ayat berikut ini bercerita tentang hal itu.
QS. Al Mu'minuun (23): 18
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air
itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
menghilangkannya.
Sebagaimana dijelaskan di bagian akhir ayat, jikalau mau, Allah bisa
menghilangkan kembali air yang berlimpah di bumi itu. Caranya sangat gampang.
Terlalu gampang buat Allah. Dengan mengubah jumlah pancaran matahari supaya
lebih panas dari sekarang misalnya, maka air bakal lebih cepat menguap dan
sulit kembali ke Bumi. Anda bisa melihat itu di daerah-daerah padang pasir yang
tandus. Hujan sangat jarang terjadi. Mungkin hanya dua-tiga kali saja dalam
setahun. Apalagi jika lebih panas.
Cara lain lagi agar air lenyap dari Bumi adalah dengan mengurangi gaya
gravitasi Bumi, sehingga molekul-molekul uap air akan terus terbang lebih
tinggi dan tidak mau jatuh lagi ke bumi. Atau, dengan mengubah berat molekul
air supaya lebih ringan, sehingga awan akan melayang lebih tinggi karena lebih
ringan. Dan masih banyak lagi cara lainnya.
Semua mekanisme itu berjalan dengan sangat rapi dan aneh. Seakan-akan ada
suatu kekuatan Maha besar yang mengontrol agar air tetap berada di Bumi. Ya,
Allahlah yang mengendalikan semua itu secara seimbang: Dan Kami turunkan air
dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi...'
Faktor lainnya lagi yang tak kalah penting untuk menjadikan Bumi sebagai
planet yang layak huni adalah atmosfer. Di Bumi tersedia atmosfer yang
mengandung oksigen dalam kadar yang pas sekali. Tidak terlalu banyak, dan tidak
terlalu sedikit. Jumlahnya sekitar 21% dari udara yang tersedia. Yang terbanyak
adalah Nitrogen, yaitu sekitar 78 persen. Selebihnya adalah gas karbon
dioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya.
Kadar oksigen ini, anehnya bertahan sekitar 21 persen sesuai dengan kebutuhan
kehidupan makhluk Bumi. Jika kurang dari itu, akan menyebabkan problem
pernafasan. Sebaliknya, kalau melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses
oksidasi di muka Bumi berjalan tidak terkendali. Diantaranya, tingkat kebakaran
dan kekeroposan logam-logam bakal melonjak secara dramatis.
Bahkan, atmosfer ini dalam berbagai keterangan Al Quran disebut sebagai
atap Bumi. Menyelimutinya. Dan menjadi pelindung dari serbuan berbagai benda
atau energi yang berbahaya dari luar angkasa.
Di antaranya, atmosfer melindungi Bumi dari batu-batu angkasa yang
berseliweran di atas sana. Jika karena sesuatu hal, batu itu jatuh ke Bumi,
maka batu itu akan terbakar akibat bergesekan dengan atmosfer.
Lapisan Ozon di bagian atas atmosfer juga berfungsi untuk melindungi makhluk
hidup di planet ini dari serbuan ultraviolet. Lapisan magnetosfernya melindungi
dari pancaran gelombang elektromagnetik dari angkasa luar. Lapisan ionosfernya
berfungsi dalam praktek telekomunikasi. Dan lain sebagainya. Atmosfer yang
setebal 1000 km ini benar-benar suatu desain selimut planet yang aneh luar
biasa dan bermanfaat buat kehidupan di dalamnya.
Pernahkah juga anda berpikir tentang angin, gunung-gunung dan lembah?
Ternyata semua itu diatur sangat presisi untuk memungkinkan terjadinya
kehidupan yang nyaman di muka Bumi.
Seandainya Bumi ini tidak memiliki gunung dan lembah, maka permukaan Bumi
akan selalu diterjang badai berkecepatan ratusan kilometer perjam. Kenapa bisa
demikian? Karena putaran Bumi yang seperti gasing itu telah menyebabkan angin
kencang di atmosfernya.
Lantas kenapa itu tidak menyebabkan angin badai? Karena angin itu dihalangi
dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang tinggi rendah berbentuk gunung dan
lembah. Dalam waktu yang bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan
udara di berbagai wilayah Bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23,5
derajat.
QS. An Naml (27): 88
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal
ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat
dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.
Dan masih banyak lagi keanehan-keanehan yang sulit dipahami, kenapa bisa
demikian banyak kebetulan yang bermunculan demi tercapainya kehidupan di muka
Bumi. Padahal apa yang saya ceritakan di atas baru sejumlah kecil variabel yang
berkaitan dengan desain Bumi.
Hal yang lebih aneh lagi adalah kemampuan Bumi untuk mempertahankan
keseimbangan mekanisme yang ada di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih
misalnya, Bumi memiliki mekanisme penyulingan air yang sangat mengagumkan.
Tidak kurang dari 400 miliar ton air disirkulasi setiap tahunnya.
Air dari seluruh daratan Bumi mengalir ke lautan. Berkumpullah air kotor
dari seluruh aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai
proses biokimiawi dari ekosistem laut untuk membersihkan kembali.
Dalam waktu yang bersamaan air samudera itu diuapkan oleh panas matahari
menjadi awan. terjadilah penyulingan air laut besar-besaran sepanjang tahun.
Awan itu kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih di
seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Ini sungguh luar biasa!
Bayangkan berapa besar energi yang terlibat dalam proses penyulingan dan
pendistribusian ratusan miliar ton air itu?
Semua itu terjadi secara otomatis demi berlangsungnya kehidupan di muka Bumi.
Bukan hanya saat penciptaan, melainkan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan
selama miliaran tahun usia planet ini...!
QS. Al Baqarah (2): 22
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,
dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan
itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
Di ayat berikut ini, Alah bercerita lebih jauh, bagaimana Dia meniupkan angin
untuk membawa gumpalan awan berisi air hujan.
QS. Al A'raaf (7): 57
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum
kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan
mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di
daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam
buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati,
mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
Bukan hanya mekanisme air bersih yang menakjubkan, tetapi juga penyediaan
berbagai kebutuhan makanan. Planet Bumi ini secara ajaib bisa menyediakan
berbagai kebutuhan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya.
Berbagai macam tanaman dan pepohonan menghasilkan buah-buahan, sayuran,
umbi-umbian, biji-bijian, dan beraneka ragam kebutuhan manusia. Darinyalah kita
memperoleh sumber karbohidrat, protein dan lemak nabati.
Di sisi lain Allah menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak.
Mulai dari berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dan samudera,
binatang-binatang yang hidup di daratan, sampai pada beragam unggas yang
beterbangan. Semuanya memberikan ragam makanan hewani.
Dan anehnya, mereka memiliki mekanisme otomatis untuk bereproduksi secara
berkelanjutan. Kecuali, manusia sudah merusak tatanan keseimbangan ekosistem
yang ada. Maka rusaklah mekanisme alamiah itu. Dan rusak pula sumber-sumber
makanan kita.
QS. Al Baqarah (2): 164
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan
siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan
apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala
jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan
bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum
yang memikirkan.
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.