SEMUA UNTUK MANUSIA
  

  Puncak dari segala proses yang terjadi di muka Bumi ini ternyata mengarah ke 
suatu tujuan utama: menyongsong kehadiran Manusia..!
  

  Ini sungguh penghargaan yang luar biasa kepada makhluk yang berjalan di atas 
dua kaki ini. Makhluk yang secara fisik tidak terlalu kuat jika dibandingkan 
dengan makhluk penghuni Bumi lainnya. Makhluk yang diperkirakan baru muncul tak 
sampai 10 juta tahun yang lalu. Yang kini telah menjadi penguasa Bumi, dengan 
segala fasilitas yang tersedia untuknya.
  

  Dalam ayat berikut ini Allah menjelaskan bahwa memang semua yang ada di Bumi 
ini diperuntukkan manusia.
  

  QS. Al Baqarah (2): 29
  Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia 
berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha 
Mengetahui segala sesuatu.
  

  Luar biasa. Sang Pencipta sendiri yang mengumumkan bahwa semua yang ada di 
muka Bumi ternyata diciptakan untuk manusia secara kolektif. Dengan kata lain, 
seluruh proses yang mendahului lahirnya spesies manusia di muka Bumi ini 
sebenarnya dipersiapkan Allah untuk menyongsong hadirnya makhluk mulia bernama 
manusia.
  

  Padahal tahukah Anda, berapa lama waktu yang diperlukan untuk masa persiapan 
itu? Hampir 5 miliar tahun. Sedangkan spesies manusia diperkirakan baru muncul 
tidak sampai 10 juta tahun yang lalu. Bahkan manusia modern diperkirakan baru 
puluhan ribu tahun...!
  

  Ada beberapa tahapan yang dipersiapkan oleh Allah. Awalnya adalah menyiapkan 
terlebih dahulu tempat hidup kita, berupa daratan. Setelah itu disusul dengan 
kebutuhan utama untuk berlangsungnya kehidupan berupa air dan udara.
  

  Dan, selanjutnya Allah menyiapkan makanan dengan segala macam jenisnya. 
Kemudian akhirnya, dijadikanlah kebutuhan sekunder dan tersier berupa peralatan 
transportasi, akomodasi, pakaian, dan segala gemerlap perhiasan untuk 
kenyamanan hidup kita.
  

  QS. Fushshilat (41): 9-10
  Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi 
dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian 
itulah Tuhan semesta alam".
  Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia 
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (bagi 
penghuni)-nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi 
orang-orang yang bertanya.
  

  Selama masa persiapan itu, Bumi memang mengalami perkembangan secara 
bertahap. Kalau dalam istilah Al Qur’an diciptakan dalam dua masa, khusus untuk 
menyiapkan tempatnya. Sedangkan untuk menyiapkan makanan Allah melakukannya 
dalam empat masa.
  

  Para ahli ilmu Geologi juga memperoleh tahapan yang kurang lebih sama dengan 
yang diterangkan oleh Al Qur’an. Awalnya, planet ini demikian panas karena 
merupakan bagian dari matahari yang memisahkan diri.
  

  Ketika sedang dalam proses mendingin, Bumi sering memperoleh tambahan 
material dari luar angkasa. Di antaranya adalah berbagai jenis batuan, logam, 
dan jumlah air yang sangat besar. Inilah yang menyebabkan planet Bumi menjadi 
planet yang berbeda dengan planet lainnya di keluarga tata surya ini. Apalagi 
posisinya terhadap matahari dengan jarak yang sangat ideal. Menyebabkan Bumi 
menjadi panggung drama Kehidupan manusia paling menyenangkan.
  

  Besi misalnya, adalah jenis logam yang tidak diketemukan di planet lain dalam 
tata surya ini. Logam ini agaknya datang dari luar angkasa dan kemudian menetap 
di Bumi. Lantas kita tahu bahwa Besi menjadi logam yang sangat penting dan 
dibutuhkan manusia untuk berbagai kegiatan hidupnya.
  

  Cerita tentang besi ini bisa kita temui di sebuah surat yang diberi nama Al 
Hadiid yang bermakna besi. Dan dikirimkan ke Bumi ketika Allah sedang memproses 
penciptaannya.
  

  QS. Al Hadiid (57): 4
  Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia 
bersemayam di atas 'Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa 
yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik 
kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha 
Melihat apa yang kamu kerjakan.
  

  Di ayat berikut ini, Allah menjelaskan dengan lebih eksplisit bahwa Dia 
menurunkan dan mengirim besi ke planet Bumi, agar bisa dimanfaatkan manusia 
untuk berbagai tujuan.
  

  QS. Al Hadid (57): 25
  Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti 
yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya 
manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (kirim) besi yang 
padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan 
supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya 
padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
  

  Ayat-ayat Qur'an sangat banyak bercerita tentang berbagai fasilitas yang 
diciptakan Allah khusus untuk menunjang kehidupan manusia. Diantaranya Allah 
menceritakan bahwa Bumi ini sengaja dibuat sebagai hamparan agar memudahkan 
manusia. Langitnya dibentuk dan difungsikan sebagai atap agar memberikan 
perlindungan. Dan kemudian diciptakan mekanisme hujan agar menghasilkan 
berbagai macam makanan serta buah-buahan. Semua itu untuk manusia.
  

  QS. Al Baqarah (2): 22
  Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, 
dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan 
itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu 
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
  

  Bukan hanya itu, Allah juga menyediakan berbagai keperluan hidup lainnya. 
Segala macam barang tambang, hasil hutan, potensi sungai dan lautan, semuanya 
diciptakan buat kita.
  QS. Al Hijr (15): 20
  Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan 
(Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi 
rezki kepadanya.
  

  QS. An Nahl (16): 14
  Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan 
dari padanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu 
perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan 
supaya kamu mencari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
  

  Bukan hanya yang ada di dalam Bumi, pergantian siang dan malam hari pun 
diatur agar memberikan kenyamanan hidup manusia.
  
  QS. An Nahl (16): 12
  Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan 
bintang-bintang itu ditundukkan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang 
demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang 
memahami (nya),
  

  QS. Al Furqaan (25): 47
  Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk 
istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
  

  Bukan main! Allah telah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyongsong 
kehadiran sang manusia. Demikian mulianya kita, manusia. Semua makhluk ciptaan 
Allah yang di langit maupun yang di Bumi ternyata mereka hanya sebagai 
pelengkap saja bagi keberadaan kita. Langit, Bumi, dan segala isinya ternyata 
diciptakan untuk kepentingan hidup manusia.
  

  QS. Luqman (31): 20
  Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untukmu apa 
yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir 
dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu 
pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
  

  Sayangnya, kata Allah, sedikit sekali manusia yang bersyukur kepadaNya..!
  

  QS. Al A'raaf (7): 10
  Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami 
adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu 
bersyukur.
  


       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke