FYI....
   
  Tadi siang selesai jum'atan saya melihat-lihat KL kagetan di halaman masjid 
dan ada konter-rumput VCD.  Saya lihat ada VCD mengenai pertumbuhan agama islam 
di Amerika Serikat. Membaca sekilas promo VCD tsb, ternyata banyak warga 
Amerika berkulit putih yang masuk Islam pasca 911 dan di klaim bahwa agama yang 
mengalami pertumbuhan terbesar di dunia adalah agama Islam.  Hal ini tidak 
mustahil juga dampak dari perjuangan Ustdz. Syamsi Ali.  Silahkan bagi yang 
berminat utk mencari VCD tersebut, kalau tidak salah harganya Rp. 40.000 isi 3 
keping CD.
  
Omega Soemarso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  To: "POST1" <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Omega Soemarso" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 8 Jan 2008 09:15:48 +0700
Subject: [exholland] FW: Amerika Negeri Islami?

            Amerika Negeri Islami?
Dikirim oleh admin pada 20 November 2007 (4:06) di Agama
  Indonesia harus bangga memiliki Syamsi Ali, imam asal Bulukumba yang menjadi 
jurubicara Muslim di Amerika Serikat. Ia adalah penyiar Islam di negara adidaya 
yang sekarang sedang berperang melawan terorisme, yang celakanya sering 
dikait-kaitkan dengan Islam.Syiar Islam dan dakwah Ustadz Syamsi Ali (40), 
tidak terbatas kepada jemaah warga Indonesia saja, melainkan juga Muslim 
Amerika. Khususnya di New York dan Washington DC.
  Selain sebagai imam pada Islamic Center, masjid terbesar di New York, Syamsi 
Ali juga dipercaya menjadi Direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan 
masjid di kawasan timur New York yang dikelola komunitas Muslim asal Asia 
Selatan, seperti Bangladesh, Pakistan dan India. 
  Syamsi berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan. Kepintarannya 
berdakwah sudah tampak sejak menjadi santri di pondok pesantren Bulukumba. Ia 
pergi ke Arab Saudi untuk memperdalam ilmu agama dan ke Pakistan untuk belajar 
ilmu dunia, sebelum menjadi lokal staf di Perwakilan Tetap RI di New York. Ia 
mengharumkan citra Islam Indonesia yang moderat dengan pandangan dan 
aktivitasnya di berbagai forum internasional.
  Misalnya saja ia pernah tampil berdakwah di mimbar “A Prayer for America” 
di Stadion Yankee, kota New York, 23 September 2004. Sekitar 50 ribu orang 
memadati stadion itu. Tua-muda, lelaki dan perempuan, kulit putih dan kulit 
hitam, dan pelbagai ras dan bangsa di Amerika “tumplek blek” di situ. 
  Di panggung, hadir ratu acara bincang-bincang televisi Oprah Winfrey, mantan 
Presiden Bill Clinton, senator Hillary Clinton, Gubernur Negara Bagian New York 
George Pataki, Wali Kota New York Rudolph Giuliani, artis Bette Midler dan 
penyanyi country Lee Greenwood. Di New York, statistik menunjukkan terdapat 
lebih 800.000 kaum Muslimin.
  Di podium, Syamsi membacakan dan mengupas surat Al-Hujurat ayat 13 yang 
intinya bercerita tentang asal-usul manusia yang dijadikan berbangsa-bangsa dan 
bersuku-suku. Tidak ada bangsa yang paling tinggi derajatnya, karena yang 
termulia adalah yang paling bertakwa. 
  Dengan mengurai makna ayat itu, Syamsi ingin menceritakan kepada publik 
Amerika bahwa Islam adalah agama yang mengakui persaudaraan umat manusia. 
  “Islam tak membenci umat lain. Justru Islam datang untuk mengangkat derajat 
semua manusia,” kata Syamsi Ali, berusaha mengurangi kebencian sebagian warga 
Amerika terhadap Islam pasca serangan teroris 11 September 2001.
  Sejak peristiwa itu, semakin banyak orang di Amerika Serikat yang ingin tahu 
lebih mendalam mengenai Islam. “Inilah tugas kami untuk memberi penjelasan 
sebenarnya tentang Islam yang rahmatan lil alamin,” katanya.
  Amerika negara Islami?
  Ustadz Ali juga punya kebiasaan menulis kegiatan dakwahnya di “mailinng 
list”.
  Tanggal 22 Oktober lalu, misalnya, ia berkisah tentang pengalamannya menjadi 
pembicara bersama Rabbi Marc Shneier dari East New York Synagogue dalam acara 
“Dialog Muslim-Yahudi: Tantangan dan Peluang Hubungan di Masa Depan”. Acara 
yang dihadiri lebih dari 400-an mahasiswa dan professor Universitas New York 
(NYU) itu, menurut Syamsi Ali, berjalan hangat dan seru. 
  Moderator diskusi, Joel Cohen, mantan jaksa dan penulis buku “Moses and 
Jesus in Dialogue” bertanya mengenai bagaimana Syamsi Ali menyikapi jika 
suatu ketika ada Muslim, yang dalam bahasa Cohen “a Mullah”, ingin 
mendirikan negara Islam di Amerika. 
  Jawaban Syamsi Ali mengejutkan peserta. Banyak di antara mereka geleng-geleng 
kepala. Syamsi menegaskan bahwa “syariat phobia” yang masih menggeluti 
kebanyakan warga Amerika seharusnya dikurangi.
  “Amerika, dalam banyak hal lebih pantas untuk dikatakan negara Islam 
ketimbang banyak negara yang diakui sebagai negara Islam saat ini,” ujar 
Syamsi Ali. 
  Amerika, katanya, telah lebih banyak menegakkan syariat Islam ketimbang 
negara-negara yang mengaku mengusung syariat. Untuk itu, seorang Muslim yang 
paham tentang konsep masyarakat dalam Islam, tidak akan pernah mempermasalahkan 
itu lagi. Sebaliknya, non-Muslim juga seharusnya tidak perlu “over worried” 
mengenai hal tersebut. 
  Dalam pandangan Syamsi Ali, syariat adalah landasan hidup seorang Muslim. 
Berislam tanpa bersyariat adalah sesuatu yang mustahil. Hukum-hukum yang 
mengatur kehidupan seorang Muslim, mulai dari masalah-masalah keimanan, ritual, 
hingga kepada masalah-masalah mu`amalat (hubungan antar makhluk) masuk dalam 
kategori syariah. Untuk itu, memutuskan hubungan antara kehidupan seorang 
Muslim dengan syariat sama dengan memisahkan antara daging dan darahnya. 
  Amerika yang didirikan di atas asas kebebasan, kesetaraan dan keadilan untuk 
semua, sesungguhnya didirikan di atas asas nilai-nilai dasar Islam. Islam juga 
didasarkan kepada nilai-nilai kebebasan (al-hurriyah), keadilan (al `adaalah) 
dan persamaan (al musawah). 
  Atas dasar itu, Syamsi Ali dengan keyakinan penuh menegaskan bahwa kehadiran 
Islam di Amerika adalah ibarat benih subur yang terjatuh di atas lahan yang 
subur. Dia akan tumbuh dengan baik dan subur karena memang lahan yang 
ditempatinya sesuai dengan kebutuhan benih tanaman ini.
  Kelak, lanjut Syamsi, tanaman ini pasti akan dirasakan karena memang manusia 
yang mendiaminya telah lama marasakan kehausan untuk itu. 
  Di mana-mana dan dalam acara apapun, seperti dikemukakan sesepuh warga 
Indonesia di New York Achyar Hanif, Syamsi Ali selalu mengatakan kehadiran umat 
Islam di Amerika itu tidak perlu dikhawatirkan, tapi sebaliknya harus 
disyukuri. Umat Islam akan memberikan sumbangsih yang besar untuk menampakkan 
ke seluruh penjuru dunia bahwa tanah Amerika memang subur untuk menanamkan 
nilai-nilai Syaria`h yang universal itu. 
  “Amerika bukan musuh, tapi Amerika adalah lahan subur untuk Islam. Inilah 
pesan yang selalu disampaikan Ustadz Syamsi dalam berbegai kesempatan,” kata 
Achyar Hanif yang tahun ini kembali berangkat haji dari kota New York. 
  Pada 5 Nopember 2007 lalu, Syamsi Ali juga tampil dalam acara talk show 
televisi “Face to Face, Faith to Faith”. Acara yang dimoderatori oleh Ketie 
Couric, pembawa acara televisi AS yang masyhur itu, menampilkan tiga panelis, 
Rabbi Rubin Stein, Senior Rabbi pada Central Synagogue, Rev. Michael Lindvall, 
Senior Pastor The Brick Church dan Syamsi Ali. 
  Lebih 500 tamu yang hadir memenuhi ruangan Gotham building di Broadway yang 
terkenal rela membayar mahal. Meja utama dijual dengan harga 50.000 dolar AS 
per meja dengan kapasitas delapan orang. 
  Ketie Couric sebelum memulai acara dialogu malam itu mengatakan dirinya sudah 
mempelajari semua agama, seperti Kristen, Yahudi dan Islam. Makin dalam ia 
mempelajari agama-agama itu, makin dalam pula penyesalan dirinya karena telah 
salah persepsi terhadap agama, khususnya Islam. Mulai saat itu, Ketie bersumpah 
untuk lebih menghargai dan menghormati Islam dan kaum Muslimin. 
  Syamsi sendiri mengaku acara itu sangat membanggakannya. Selain karena pujian 
terhadap agama Islam begitu besar di saat media kurang bersahabat dan masih 
luasnya salah paham terhadapnya, juga karena Ia telah menyampaikan agama ini 
secara lugas dan apa adanya.
  Banyak di antara warga AS yang pernah mendengarkan syiar Islam Syamsi Ali 
berkunjung ke Islamic Center yang dipimpinnya. Sebagian ingin mempelajari lebih 
dalam lagi masalah Islam, sebagian lagi malah langsung ingin di-Islam-kan.
  Penulis: Akhmad Kusaeni
Antara
  Artikel diambil dari O! News - http://www.oyr79.com/news
URL artikel: http://www.oyr79.com/news/amerika-negeri/

  

                         


Sincerely yours, 
R. Otje Saparindroso 

PULSA ELEKTRONIK MURAH UNTUK SEMUA OPERATOR!!.. ANDA INGIN JADI AGEN ATAU 
DEALER ?
       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke