Sedekah Peradaban 
  
Perputaran waktu terus berlalu, dunia ini telah diisi dengan berbagai
peradaban dengan kemajuan yang sangat mencengangkan dan harus jujur
investasi kemajuan peradaban ini memang lebih banyak di dominasi oleh non
muslim karena memang dada mereka telah mereka persiapkan untuk menerima
kehendak Allah SWT berupa ilham untuk membuat suatu perubahan, sementara
dada kita telah kita persiapkan untuk menikmati perubahan tersebut sambil
bergulat dengan berbagai pemenuhan kebutuhan sandang, papan, pangan, cinta,
dan seterusnya yang berakhir pada 'self achievement only'....yah kita telah
menikmati sedekah peradaban dari orang lain. 
  
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam
dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS.
Ali 'Imraan, 3: 190-191). 
Bersyukur atas usaha yang diperoleh adalah berbeda dengan berusaha agar
bisa bersyukur, karena bisa jadi syukur yang kita haturkan  atas usaha
orang lain dan disisi lain bisa jadi usaha yang kita lakukan dinikmati dan
di syukuri orang lain dan inilah yang paling utama , bukankah orang baik
adalah orang yang paling banyak membawa manfaat kepada orang lain.
Nama-nama seperti Thomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell, Bill Gates
adalah beberapa dari banyak daftar nama yang harus kita ucapkan terimakasih
salah satunya atas berlangsungnya transformasi ilmu melalui internet
seperti yang kita lakukan sekarang ini. 
  
Harus diakui bahwa Ilmuan Islam juga pernah mewarnai peradaban masa lalu,
namun juga harus diakui bahwa kenangan masa lalu tidak banyak berpengaruh
pada kenyataan sekarang ini. Jika seseorang bersedekah kepada masjid dan
berharap pahalanya akan terus mengalir selama masjid tersebut masih
berdiri, lalu bagaimana dengan sedekah yang mampu merubah sebuah tatanan
sosial dimasyarakat seperti handphone yang semakin "merakyat" , televisi,
dan seterusnya ?, namun demikian jika kita  harus jujur juga terhadap
kondisi kita sekarang maka memang lebih enak posisi menikmati sih , " gitu
aja kok repot " . 
  
Wassallam 
  
David 
http://vidyan-dariketiadaan.blogspot.com

---------------------------------------------
Free POP3 Email from www.Gawab.com 
Sign up NOW and get your account @gawab.com!!

Kirim email ke