wah, kalo boleh kayaknya saya butuh penjelasan
lebih lanjut mas....
saya setuju kalo kesabaran ada batsnya,
tapi kalo batasnya ALLOH gt, gmn ya...binun2....


rudal91 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Tulisan yang 
menarik bung,
 
 Menurut saya mah
 Kesabaran pasti ada batasnya !
 Batasnya Alloh .
 
 Dan bersyukurlah orang-orang yang telah mencapai maqom Kesabaran 
 
 thx
 erawan
 
 --- In [email protected], "David Sofyan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Kesabaran sebagai suatu Kebiasaan
 > 
 > 
 > "Hai Orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai
 penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar " (QS 2:153)
 > 
 > "Sabar sich ada batasnya ! " , kata kita ketika sedang marah pada
 kondisi yang berulang-ulang terjadi, tapi benarkah sabar ada batasnya,
 tidak , sabar tidak pernah ada batasnya, lalu jika kita dalam kondisi
 teraniaya sampai berapa lama kita mesti bersabar ? sampai pertolongan
 Allah datang, bukankah Allah bersama orang-orang yang sabar dan bukan
 bersama orang-orang 'yang menahan diri' (anggapan orang terhadap
 sabar) karena menahan diri hanya akan mengakumulasi rasa amarah, dan
 pada saatnya siap untuk dimuntahkan. Jika cara beriman adalah dengan
 sabar lalu bagaimana cara agar bisa bersabar ?
 > 
 > 'ala bisa karena biasa', pepatah dari sumatra tersebut seperti
 menegaskan kepada kita bahwa apapun bisa dilakukan selama kita
 konsisten (istiqomah), bahkan kebiasaan bisa membentuk atau merubah
 suatu watak atau karakter asal kita tidak lupa bahwa segala sesuatu
 membutuhkan proses dan akan selalu ada saat pertama yang harus dilalui
 dan mungkin saja saat itu adalah yang paling tidak menyenangkan dan
 setelah itu akan terjadi proses penetralan atau penyeimbangan
 > 
 > Sering kita beranggapan bahwa pekerjaan kuli bangunan merupakan
 pekerjaan yang sangat melelahkan, dan kita merasa kurang mampu
 melakukannya karena perasaan kita mengatakan kondisi fisik kita tidak
 menunjang atau karena kita memang tidak suka melakukannya artinya kita
 masih mempunyai pilihan. Bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai
 pilihan lagi dan dia hanya dihadapkan dengan pekerjaan ini sebagai
 mata pencahariannya, apakah itu sudah menunjukan bahwa orang tersebut
 mempunyai kesanggupan fisik atau memang dia dipaksa untuk sanggup
 dengan segala resikonya ? Kemauan sering membuat hal yang tidak
 mungkin menjadi mungkin untuk dilakukan sedangkan penolakan tubuh
 hanya berlangsung sementara (tahap penyesuaian) hal ini bisa kita
 lihat pada tukang sampah, apakah mereka tidak merasakan bau busuk dari
 sampah tersebut ? pada awalnya meraka  mencium bau tersebut namun
 lambat laun indera penciuman mulai melakukan penetralan sehingga
 mereka tampak tidak merasakannya dan ini pun sering kita lakukan di
 kamar kecil (WC).
 > 
 > Ketika Allah Subhanahu wata'ala  mengatakan akan bersama orang-orang
 yang sabar itu artinya Allah bersama orang yang sedang berusaha untuk
 bersabar dan pertolongan Allah tidak hanya pada masalah yang sedang
 kita hadapi  tetapi juga untuk meneguhkan hati kita agar tetap
 bersabar,  sehingga aneh jika kita mendengar kata " saya telah
 bersabar tetapi........" Mudah-mudahan Allah tetap meneguhkan hati
 kita dalam kesabaran sampai Allah memanggil kelak (QS 89:27-28)
 > 
 > 
 > Wassallam
 > 
 > 
 > David
 > http://vidyan-dariketiadaan.blogspot.com
 >
 
 
     
                                       

       

Kirim email ke