Terima kasih sharingnya mas Iwan, sangat bermanfaat untuk saya. Wassalam sindhu
On 7/9/08, Iwan DARMAWAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > Saat manaqib beberapa bulan yang lalu, saya bertemu dengan seorang Ikhwan > berasal dari Tasikmalaya berusia + 70 tahun dan telah mengenal Abah Anom > semenjak beliau masih muda. > > > Firman ALLAH dalam surat AL-A'RAF (7):196 > > DIA MELINDUNGI ORANG-ORANG YANG SALEH > > > > Manaqib di Suryalaya beberapa bulan lalu, saya bertemu Ir. Ayat Hidayat, > Ketua Koperasi Hidmat - Ponpes Suryalaya. Mengetahui beliau sejak dahulu > mengenal Abah Anom, sayapun bertanya pengalaman yang paling berkesan bersama > Abah Anom. Beliau termenung sejenak, lalu berkata: "Suatu hari setelah shalat > dhuhur berjamaah, Abah menawarkan makan siang di Madrasahnya (rumah Abah). > Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, kami makan hanya berdua". > > Setelah makan, Abah mengajak saya berkeliling kebun (tanah) yang dimilikinya. > Dalam perjalanan Abah selalu berdecak-decak karena ada sisa makanan yang > terselip digiginya. Tidak jauh dari tempat kami berdiri, ada setumpuk dahan > kering yang dikumpulkan penduduk untuk dijadikan kayu bakar, disandarkan > disebuah pohon. Abah melihat dan berniat menjumput sedikit untuk dijadikan > tusuk gigi. Ketika hendak menjumput kayu tersebut, tiba-tiba Abah Anom > terperanjat dan langsung ber-istighfar berulang kali dan membatalkan niatnya. > > Setelah mendengarkan beliau, saya merenung hikmah apa yang ada dibalik cerita > itu. Baru beberapa bulan kemudian saya dapat mengambil hikmahnya, sebagai > berikut: > > > > Dalam kitab 'Risalah Qusyairiyah' dijelaskan: > > Karamah yang paling besar yang dimiliki para wali, adalah selalu mendapat > pertolongan ALLAH SWT untuk taat dan terjaga dari kemaksiatan dan > pertentangan. > > > > Para Wali itu ma'shum (terjaga dan terpelihara dari dosa) sebagaimana yang > terjadi bagi para nabi. > > > > Walau mengambil hanya sedikit kayu yang nilainya tidak seberapa (mungkin > tidak bernilai sama sekali), dihadapan ALLAH itu termasuk perbuatan dosa, > digolongkan perbuatan mencuri. Bagi kita (murid) perbuatan tersebut dapat > dikatakan hanya dosa kecil saja, tetapi bagi wali tidak ada istilah dosa > kecil atau besar. Para wali melihat dosa itu adalah perbuatan menentang ALLAH > SWT. > > Rasulullah SAW bersabda: "Dosa yang paling besar di sisi ALLAH Ta'ala adalah > dosa yang (dianggap) paling kecil oleh manusia. Sedangkan dosa yang paling > kecil di sisi ALLAH Ta'ala adalah dosa yang (dianggap) paling besar oleh > manusia". > > Maksud hadist di atas adalah; apabila seseorang yang melakukan perbuatan dosa > menganggap dosa yang dilakukannya itu sangat besar, maka ia pun merasa takut > dan segera bertaubat, sehingga dosa itu diampuni dan dianggap kecil oleh > Allah. Namun jika dosa itu dianggap kecil oleh yang melakukannya, sehingga ia > terus-menerus mengulanginya, maka dosa itu menjadi besar di sisi ALLAH. > > Abah Anom terhindar dari perbuatan dosa karena selalu dilindungi oleh ALLAH > SWT, sebagaimana ayat surat Al-A'Raf tersebut di atas. > > Iwan Darmawan > > Ikhwan TQN - Jakarta > > > >
