Dengan Nama Allah Hari itu saya terlambat pulang kerja, setiba dirumah anak sedang menangis di pangkuan ibunya, tidak ada suara yang terdengar selain " ibu...ibu....ibu...ibu.." terus saja seperti itu sampai anak saya tertidur di pangkuan ibunya, setelah itu saya bertanya kenapa dia menangis, istri mengatakan bahwa dia habis di omelin sama nenek karena suka gangguin adiknya. Waktu itu hati saya juga sedang kesal karena ada masalah di kantor, tapi saya tidak mau menunjukan didepan istri takut dia jadi kepikiran.
Sewaktu sholat Isya (karena telat sampai rumah jadi gak sempat berjamaah di masjid) hati didada masih saja tidak menentu. semakin di fokuskan fikiran semakin terfikir masalah dikantor, sibuk berdialog dengan diri sendiri dan melakukan pembenaran-pembenaran di dalam benak terhadap segala masalah, samapi tidak terasa raka'at ke 4 hampir berakhir (Subhanallah dengan kehebatan Allah, Dia bisa menciptakan otak kanan dan kiri berkerja sendiri-sendiri secara teratur tampa ada yang salah, masalah nyambung atau tidak itu masalah lain lagi). pada sujud terakhir saya teringat dengan tangisan anak yang memanggil-manggil nama ibunya sampai dia tertidur, dan tanpa disadari bibir mulai berkeluh kesah dengan Allah lewat panggilan namanya " ya Allah....ya Allah...Allah..Allah...ya Allah....." terus saja seperti itu tanpa ada kata-kata lain bahkan tidak ada doa agar masalah diselesaikan, yang ada hanya tangisan dalam naungan Asma Allah. Terlalu banyak rumusan-rumusan dikepala mengenai cara melepaskan masalah, terkadang sebuah tangisan bisa meluluh lantakan segala macam teori masih berkutat pada masalah " apa dan bagaimana " sehingga sering kita meninggalkan sebuah kesederhanaan , ya seperti rengekan anak kecil tanpa perduli dengan rangkaian kata-kata Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Panggillah Allah dengan suatu kesungguhan, kepasrahan, ketidak berdayaan, panggilah nama Allah dengan penuh harap dengan penuh cinta maka rasakan kasih sayangnya akan menjalar keseluruh tubuh secara spontan tanpa direkayasa. Jika anak hanya dengan memanggil-manggil ibunya hatinya jadi tenang maka kata-kata apa yang bisa menggantikan nama Allah ketika kita gelisah, bukankah setiap perbuatan dan perkataan di mulai dengan "Bismillah". Salam David
