Tidak Pernah ada penyelesaian suatu masalah

Jika kita sadari sebenarnya tidak pernah ada penyelesaian suatu masalah yang 
ada adalah masalah yang terselesaikan baik itu melalui usaha kita atau melalui 
campur tangan orang lain. Sebagai contoh ketika kita akan menyerahkan suatu 
laporan kepada atasan , tiba-tiba laporan kita hilang sewaktu deadline (misal 
sore ini ) dan kita merasa berada dalam suatu masalah. Rentang waktu masalah 
adalah sewaktu hilang sampai sore (sewaktu penyerahan) Pertanyaannya adalah 
apakah besok pagi masalah itu masih ada ?.....tidak ada yang tahu

Cobalah rekam kejadian itu dan amati bagaimana cara Allah membantu anda sejak 
laporan itu hilang sampai saat penyerahan. Keesokan harinya buka rekaman di 
kepala kita dan kita akan menyaksikan benang kusut terurai begitu indah 
(walaupun pada ahirnya anda di omelin) tetapi rasakan kesudahannya ada rasa 
plong melewati sore itu. Ketika itu kita akan sadar bahwa kehendak kita berada 
di bawah kemauan Sang maha berkehendak dan Allah pula yang akan 
menyelesaikannya baik melalui tangan kita atau tangan orang lain seperti firman 
Allah dalam surat Ath Thalaaq ayat 3


"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa 
yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. 
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya 
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu"


" Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah 
yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi 
Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan 
untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang 
baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui "

kata " wamaa romaita idz romaita walaakinnallaha romaa "  dan bukan kamu yang 
melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. mengindikasikan 
bahwa segala gerak kita sebenarnya hanya mengikuti ketentuan yang telah di 
tetapkanNya permasalahnanya kita tidak tahu apa yang telah di tetapkan atas 
diri kita, disisi lain akal kita terus menjelajah sesuatu untuk mecari sebuah 
pembuktian.

Salam

David 

Kirim email ke